Dampak Asap Kartahula Terhadap Kulit

Dampak Asap Kartahula Terhadap Kulit

Dampak kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan memang menyeramkan ya Sahabat SBH. Bagaimana tidak, kabut asap yang pekat itu bisa merusak paru-paru, lebih tepatnya mendatangkan Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Selain ISPA, orang-orang juga kerap menderita masalah lain, seperti sakit kepala, sesak napas, gatal-gatal di tenggorokan hingga iritasi mata.

Kerugian dari sisi kesehatan tidak berhenti sampai disitu, sebab kabut asap juga ternyata berdampak buruk bagi benteng terluar untuk tubuh yaitu kulit. Dijelaskan oleh dr. F. Refla Syarif, SpKK, kabut asap dapat membuat kulit menjadi kering sehingga muncul iritasi.

“Jangan salah kabut asap ini juga bisa menambah risiko datangnya penuaan dini pada kulit. Jika kabut asap itu mengandung zat radikal bebas pun juga tentu bisa memperbesar risiko datangnya kanker kulit,” katanya.

Oleh sebab itu, disarankan untuk sebisa mungkin menghindari perjalanan di luar rumah dan kenakan masker serta baju dan celana panjang guna meminimalisir efek buruknya. Tak lupa juga oleskan krim tabir surya untuk melindungi kulit.

Mengingat besarnya potensi kerugian dari sisi kesehatan maupun materi ini, maka memang sudah sepantasnya masalah ini segera diselsaikan agar masyarakat dapat kembali melihat cerahnya langit dan udara yang bersih seperti yang selalu diberikan oleh hutan.

Yuk berbagi artikel ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Daftar Isi