check it now

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Membawa Bayi Naik Pesawat

Ingin mengajak bayi naik pesawat? Ada baiknya perhatikan hal berikut demi menjaga keselamatannya.

Daftar Isi Artikel

Membawa bayi ‘terbang’ tentu memerlukan persiapan yang matang. Mulai dari memastikan usia yang ideal hingga status kesehatannya.

Karenanya tak sedikit orang tua yang bertanya apakah aman membawa bayi naik pesawat terbang? Di usia berapa sebenarnya bayi boleh naik pesawat? Adakah dampak negatif bagi bayi jika dibawa pergi dengan menggunakan pesawat terbang?

Untuk menjawab semua kekhawatiran tersebut, dr. Fatmawaty, spA menerangkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dihindari ketika hendak mengajak bayi naik pesawat.

Usia ideal bayi boleh naik pesawat

Umumnya maskapai penerbangan mengizinkan bayi naik pesawat di usia 14 minggu. Itu pun harus disertai dengan surat rekomendasi dokter agar terbukti bahwa bayi memang dalam keadaan siap dan sehat untuk naik pesawat.

Namun, untuk bayi prematur, butuh usia yang lebih besar untuk naik pesawat. Sebab bayi prematur memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibanding bayi yang lahir normal.

“Sebaiknya jangan ajak bayi naik pesawat saat usianya masih di bawah 1 bulan. Idealnya, di usia 3-4 bulan, bayi sudah aman naik pesawat. Itu pun hanya dalam jarak pendek. Bila ingin melakukan perjalanan panjang, ada baiknya menunggu sampai mereka berusia 1 tahun ke atas,” saran dokter Fatmawaty.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Membawa bayi naik pesawat memang butuh persiapan ekstra. Alias tidak boleh sembarangan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:

Pertama, rencanakan perjalanan secara matang dan jangan mendadak. Jika orang tua ingin mengajak bayi untuk pergi jauh, ada baiknya pilih penerbangan langsung (tanpa transit).

Memilih penerbangan langsung jelas akan mempersingkat waktu sehingga menghindari bayi merasa lelah atau rewel saat diperjalanan.

Bila terpaksa harus transit, hindari transit yang terlalu panjang waktunya dan pastikan tidak harus menunggu terlalu lama di bandara.

Jika memungkinkan, pilih penerbangan dengan jenis maskapai yang sama, agar koneksi jam penerbangan antara satu pesawat dengan pesawat transit terlihat jelas.

Lebih jauh dokter Fatmawaty menyarankan ketika orang tua ingin mengajak bayi naik pesawat, pastikan mereka tidak sedang menderita batuk, pilek, atau infeksi telinga tengah.

“Tekanan udara dalam pesawat dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Karenanya pastikan bayi dalam keadaan sehat. Adapun untuk mengurangi tekanan tinggi pada telinga saat naik pesawat, bayi harus diberi ASI secara langsung pada saat pesawat akan lepas landas maupun mendarat. Sementara pada balita, disarankan untuk mengunyah permen atau makanan,” tambahnya.

Kedua, pesan kursi di bagian depan, agar ibu bisa mendapatkan banyak ruang untuk sekedar meluruskan kaki dan meregangkan badan sehingga bayi pun akan merasa nyaman.

Ketiga, sebisa mungkin memilih jam penerbangan malam atau sesuaikan jam penerbangan dengan jam tidur bayi. Hal ini dilakukan agar bayi dapat menghabiskan waktu perjalanan dengan tidur cukup dan bisa sampai tujuan dalam keadaan sehat.

Keempat, datanglah ke bandara tepat waktu. Jangan terlalu lama atau terlalu mepet dengan jam penerbangan.

Hal-hal yang perlu dihindari

Masih menurut penjelasan dari dokter Fatmawaty, saat mengajak bayi naik pesawat hindari memberi obat tidur bila tidak ada rekomendasi resmi dari dokter.

“Biasanya karena ingin membuat bayinya nyaman, maka orang tua memberikan obat yang seharusnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Hal tersebut jelas sangat berbahaya dan bisa menimbulkan efek atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sebaiknya, konsultasikan dulu dengan dokter anak bila ingin memberikan obat apapun kepada bayi,” tegasnya.

Intinya, apabila ingin mengajak bayi naik pesawat perhatikan beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesehatan bayi baik selama di dalam atau setelah naik pesawat.

Sebelum pergi, persiapkan barang-barang penting bayi, seperti popok, selimut, mainan favorit, baju dan celana ganti, susu serta makanan ringan dalam tas yang mudah dijangkau.

Bila perlu, gunakan penutup telinga bayi untuk mengurangi kebisingan saat take-off atau landing.

“Yang terpenting sebelum pergi, selain bayi, orang tua juga harus dalam keadaan sehat, bersih dan segar. Dengan demikian, orang tua khususnya ibu memiliki energi yang cukup untuk memberi ASI dan menjaga bayi agar tetap tenang di dalam pesawat,” tutup dokter Fatmawaty.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani