check it now

Ini Makna Di Balik Tradisi Lebaran yang Sering Dilakukan

Dari delapan tradisi lebaran ini, mana yang paling Bunda dan keluarga rindukan?

Daftar Isi Artikel

Hari Raya Idul Fitri atau yang lebaran merupakan momen yang paling ditunggu umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa.

Ada beragam tradisi yang mengiringi, tak terkecuali delapan tradisi berikut.

Namun tahukah apa sebenarnya makna di balik tradisi tersebut? Berikut ulasannya.

1. Pulang Kampung atau Mudik

sumber : freepik.com

Bukan rahasia lagi, pulang kampung atau mudik memang sangat lekat dengan perayaan lebaran terlebih bagi para perantau di kota-kota besar.

Pasalnya saat lebaran pegawai atau karyawan akan mendapatkan libur yang cukup panjang.

Namun lebaran tahun ini rasanya berbeda. Karena pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda, pemerintah akhirnya mengeluarkan larangan untuk mudik ke kampung halaman. Alasannya tentu untuk mencegah penularan virus COVID-19.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya apa sih makna di balik kegiatan mudik saat hari raya?

Bagi para perantau, tujuan utama mudik tentu untuk bertemu orang tua atau sanak saudara dan merayakan lebaran bersama. Begitupun dalam Islam, mengunjungi orang tua juga sangat dianjurkan sebagai wujud bakti kepada mereka.

Namun, di tengah situasi yang sedang kurang baik seperti saat ini. Menunda untuk mudik adalah sebuah langkah yang bijak.

Sebab, kemajuan teknologi telah membawa berbagai kemudahan agar kita tetap bisa bertemu dan melihat wajah orang tua atau sanak saudara meski terhalang jarak. Misalnya melalui video call.

2. Halalbihalal

sumber : freepik.com

Halalbihalal adalah aktivitas saling mengunjungi tetangga atau kerabat untuk saling memaafkan.

Halalbihalal sendiri bermakna menjalin silaturahmi. Dalam Islam, menjalin silaturahmi hukumnya wajib karena merupakan salah satu cara untuk melancarkan rezeki dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

Tak perlu khawatir, bila di momen lebaran nanti tak bisa berkunjung ke tempat saudara, sebab kita tetap bisa melakukan halalbihalal secara virtual.

3. Saling Memaafkan

sumber : freepik.com

Selain halalbihalal, lebaran juga selalu jadi momen yang tepat untuk saling memaafkan, baik yang disengaja maupun tidak.

Di Hari Raya Idul Fitri, umat Islam berharap dapat kembali ke fitrah dengan saling bermaafan dan menghilangkan segala dendam maupun kebencian.

Bila tak bisa bertemu langsung untuk berjabat tangan, kita tetap bisa saling bermaafan melalui video call, telepon, atau pesan singkat. Sebab yang terpenting adalah hati yang ikhlas untuk memaafkan.

4. Saling Mengirim Makanan

sumber : freepik.com

Saling mengirim makanan kepada tetangga, sanak saudara maupun kerabat memang sudah menjadi tradisi turun menurun yang pasti dilakukan saat lebaran.

Makanan yang biasa dikirim seperti ketupat, opor ayam, kue kering, cake atau yang lainnya.

Tak hanya membuat penerimanya senang, tradisi ini juga sekaligus mengajarkan kepada kita untuk saling berbagi dan menumbuhkan empati kepada sesama.

5. Takbir Keliling dan Menabuh Bedug

Tradisi ini biasanya dilakukan saat malam lebaran. Biasanya anak-anak akan beramai-ramai menabuh bedug dan mengumandangkan takbir sembari berkeliling kampung.

Menurut pendapat salah satu ulama Islam, mengumandangkan takbir memang dianjurkan. Dimulai sejak matahari tenggelam hingga pagi tiba dan baru boleh berhenti saat imam memulai salat Id.

6. Ketupat

sumber : freepik.com

Ketupat juga menjadi salah satu makanan selalu tersaji saat Hari Raya Idul Fitri.

Biasanya ketupat disajikan dengan opor ayam, sayur labu dan sambal goreng kentang sebagai pelengkapnya. Rasanya sangat lezat dan nikmat. Karenanya tak salah bila ketupat dan opor sayur kerap menjadi menu “incaran” saat hari raya.

Adanya ketupat pada perayaan Idul Fitri bukan tanpa makna. Kata “kupat” bermakna “ngaku lepat” atau mengaku salah.

Tak hanya itu, ketupat pun memiliki filosofi tersendiri mulai dari bentuknya yang bermakna “kiblat papat” yang melambangkan arah kiblat umat Islam serta bentuk anyamannya yang melambangkan makna silaturahmi.

7. Berbagi THR

Berbagi THR juga lekat dengan tradisi lebaran yang sampai saat ini masih dilestarikan dan menjadi momen yang paling ditunggu oleh anak-anak.

Biasanyauang THR akan dimasukkan ke dalam amplop dengan motif lebaran yang menarik seperti gambar bedug, ketupat, atau animasi lainnya.

8. Membeli Baju Baru

Baju baru juga sudah menjadi tradisi bagi sebagian orang.

Meski demikian, Islam tak pernah mewajibkan untuk membeli pakaian baru saat hari raya. Sebab yang terpenting bukanlah pakaian baru melainkan hati yang bersih dan tulus saling memaafkan.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani