Belakangan ini, virus Nipah kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan adanya peningkatan kasus di beberapa wilayah. Penyakit infeksi ini perlu mendapat perhatian serius, terutama pada ibu hamil. Infeksi virus Nipah tidak hanya berisiko bagi kesehatan ibu, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi janin.
Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami risiko penularan virus Nipah serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini agar kehamilan tetap aman dan terlindungi.
Mengenal Virus Nipah dan Penularannya
Virus Nipah adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh virus RNA yang termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae. Virus ini merupakan penyakit zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Inang alami virus Nipah adalah kelelawar buah, namun virus ini juga bisa berpindah ke manusia melalui hewan lain seperti babi atau kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
Infeksi virus Nipah dapat menyerang sistem pernapasan maupun sistem saraf pusat dan berpotensi menyebabkan komplikasi berat seperti radang otak (ensefalitis) hingga kematian. Tingkat kematian akibat infeksi Nipah bisa mencapai puluhan persen, sehingga penyakit ini menjadi perhatian kesehatan global.
Virus Nipah dapat menular melalui beberapa cara, antara lain:
- Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi.
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh air liur atau urine hewan terinfeksi, misalnya buah yang terpapar.
- Penularan dari orang ke orang melalui kontak erat dengan cairan tubuh, seperti air liur atau droplet pernapasan.
- Lingkungan yang tidak higienis, terutama di dekat area interaksi manusia-hewan.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Gejala virus Nipah biasanya muncul dalam 4–14 hari setelah paparan virus. Pada awalnya, tanda infeksi sering mirip flu sehingga mudah tidak disadari, antara lain:
- Demam tinggi
- Sakit kepala berat
- Nyeri otot
- Batuk dan sakit tenggorokan
- Mual dan muntah
Jika infeksi semakin parah, gejala dapat berkembang menjadi:
- Gangguan pernapasan berat
- Kejang
- Penurunan kesadaran
- Radang otak (ensefalitis)
- Komplikasi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit
Virus Nipah pada Ibu Hamil: Risiko yang Harus Diwaspadai
Ibu hamil perlu waspada terhadap infeksi virus Nipah karena kondisi kehamilan memengaruhi sistem imun. Selama hamil, ibu memiliki perubahan fisiologis yang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi berat.
Gejala yang muncul pada ibu hamil umumnya serupa dengan gejala pada orang dewasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, batuk, hingga gangguan pernapasan.
Namun, infeksi pada ibu hamil dinilai berisiko tinggi karena dapat menyebabkan stres pada janin dalam kandungan, gangguan tumbuh kembang janin hingga risiko kelahiran prematur.
Meski data mengenai penularan langsung virus Nipah dari ibu ke janin masih terbatas, namun kita perlu mewaspadai risikonya sedini mungkin untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah pada Ibu Hamil
Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah, sehingga pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi ibu hamil.
1. Hindari Kontak dengan Hewan Berisiko
Virus Nipah ditularkan terutama melalui kelelawar buah dan babi yang terinfeksi. Hindari kontak langsung dengan hewan liar atau ternak yang memiliki risiko tinggi membawa virus.
2. Hindari Konsumsi Buah yang Tercemar
Buah yang terpapar air liur kelelawar dapat menjadi sumber penularan. Pastikan buah dicuci bersih serta dikupas sebelum dikonsumsi.
3. Masak Makanan hingga Matang Sempurna
Daging mentah dari hewan yang terinfeksi dapat membawa virus Nipah. Untuk mencegah infeksi, masak semua daging hingga matang sempurna.
4. Rutin Cuci Tangan dengan Sabun
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir membantu mengurangi risiko penularan virus, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau sebelum makan.
5. Hindari Kontak dengan Orang Sakit
Penularan antar manusia dapat terjadi melalui cairan tubuh. Jika ada orang di sekitar yang menunjukkan gejala infeksi, jaga jarak atau hindari kontak langsung.
6. Gunakan Masker saat Berada di Area Berisiko
Walau penularan utama bukan melalui udara bebas, penggunaan masker tetap disarankan di tempat berisiko tinggi seperti pasar hewan atau fasilitas kesehatan.
7. Perhatikan Kebersihan Lingkungan Sekitar
Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan membantu mengurangi paparan terhadap sumber infeksi, termasuk hewan liar dan permukaan yang terkontaminasi.
Virus Nipah merupakan infeksi serius yang dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Oleh karena itu, apabila ibu hamil mengalami demam tinggi secara tiba-tiba, gangguan pernapasan, hingga penurunan kesadaran atau kejang, terutama setelah kontak dengan hewan berisiko atau melakukan perjalanan ke wilayah endemik virus Nipah, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan memahami cara penularan, mengenali gejala yang perlu diwaspadai, serta menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko tertular virus Nipah dapat diminimalkan. Menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan hewan berisiko, dan menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.