check it now

Mengenal Missed Abortion, Kondisi Janin Berhenti Berkembang Tanpa Tanda Keguguran

Missed abortion terjadi ketika janin berhenti berkembang tanpa disertai tanda keguguran. Artikel ini membantu ibu memahami kondisi, risiko, dan langkah medisnya.

Daftar Isi Artikel

Kehamilan umumnya ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan emosional pada ibu. Namun, ada kondisi kehamilan yang dapat terjadi tanpa disertai gejala jelas, salah satunya missed abortion. Pada kondisi ini, janin berhenti berkembang di dalam kandungan, tetapi tubuh belum menunjukkan tanda keguguran seperti perdarahan atau nyeri. Karena sering tidak disadari, missed abortion kerap baru diketahui saat pemeriksaan kehamilan rutin.

Pengertian dan Penyebab Missed Abortion

Missed abortion adalah kondisi ketika janin berhenti berkembang di dalam kandungan, tetapi tubuh ibu belum menunjukkan tanda keguguran. Tidak seperti keguguran pada umumnya yang disertai perdarahan atau nyeri perut, missed abortion sering kali berlangsung tanpa keluhan berarti.

Secara medis, kondisi ini biasanya baru terdeteksi melalui pemeriksaan USG, ketika tidak ditemukan denyut jantung janin atau ukuran janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Karena minim gejala, banyak ibu hamil tetap merasa seperti menjalani kehamilan normal hingga dilakukan pemeriksaan rutin.

Penyebab missed abortion beragam dan sering kali tidak berkaitan dengan aktivitas ibu selama hamil. Faktor paling umum adalah kelainan kromosom pada janin yang menyebabkan perkembangan terhenti secara alami.

Selain itu, kondisi tersebut juga dapat dipengaruhi oleh:

  • Gangguan hormonal, seperti kekurangan progesteron
  • Infeksi tertentu
  • Kondisi medis ibu, misalnya diabetes tidak terkontrol atau gangguan autoimun
  • Kelainan pada rahim
  • Gaya hidup tidak sehat sebelum atau selama kehamilan

Dalam banyak kasus, penyebab pastinya sulit ditentukan dan bukan merupakan kesalahan ibu.

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Berbeda dengan keguguran pada umumnya, missed abortion sering tidak menimbulkan gejala khas. Ibu hamil bisa saja merasa baik-baik saja dan tidak mengalami perdarahan.

Meski demikian, ada beberapa tanda yang dapat diwaspadai antara lain:

  • Gejala kehamilan mendadak berkurang, seperti mual atau payudara tidak lagi terasa nyeri
  • Tidak ada pertambahan ukuran perut sesuai usia kehamilan
  • Keluar bercak ringan, meski tidak selalu terjadi

Karena gejalanya samar, pemeriksaan kehamilan rutin menjadi kunci penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.

Diagnosis dan Penanganan Medis

Diagnosis missed abortion umumnya ditegakkan melalui pemeriksaan USG. Dokter akan menilai apakah janin berkembang sesuai usia kehamilan dan memastikan ada atau tidaknya detak jantung janin.

Dalam beberapa situasi, dokter mungkin meminta pemeriksaan ulang USG setelah satu hingga dua minggu untuk memastikan diagnosis, terutama jika usia kehamilan masih sangat dini. Pemeriksaan kadar hormon kehamilan (hCG) juga dapat membantu menilai apakah kehamilan masih berkembang.

Setelah mendiagnosis, dokter akan mendiskusikan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi ibu. Beberapa pilihan yang umum dilakukan antara lain menunggu proses keguguran alami, pemberian obat untuk membantu pengeluaran jaringan kehamilan, atau tindakan medis seperti kuretase. Pemilihan metode bergantung pada usia kehamilan, kondisi fisik ibu, serta pertimbangan medis lainnya.

Bisakah Hamil Kembali Setelah Mengalami Missed Abortion?

Mengalami missed abortion bukanlah hal yang mudah. Banyak ibu merasa sedih, bersalah, atau kehilangan, meskipun kondisi ini terjadi di luar kendali mereka.

Karena itu penting bagi ibu untuk memberi ruang pada diri sendiri untuk berduka dan mencari dukungan, baik dari pasangan, keluarga, maupun tenaga profesional. Selain fisik, emosional ibu juga perlu dipulihkan sebelum merencanakan kehamilan selanjutnya.

Pertanyaannya, apakah ibu bisa hamil kembali setelah mengalami konidisi tersebut?

Sebagian besar ibu yang mengalami missed abortion tetap memiliki peluang besar untuk hamil kembali dan menjalani kehamilan yang sehat. Setelah kondisi rahim pulih dan dokter menyatakan aman, kehamilan berikutnya umumnya dapat direncanakan tanpa risiko tambahan yang signifikan.

Konsultasi lanjutan dengan dokter kandungan sangat disarankan untuk mempersiapkan kehamilan selanjutnya, baik secara fisik maupun mental.

Let's share

Picture of Nazri Tsani Sarassanti

Nazri Tsani Sarassanti

Daftar Isi Artikel

Updates