Yoga Prenatal : Bermanfaat atau Hanya Sekedar Tren Belaka?

Rutin berlatih yoga selama masa kehamilan diklaim dapat menjadi obat penawar berbagai gangguan. Mitos atau fakta?  

Mual, muntah, sakit punggung, merupakan hal yang lumrah dialami ibu hamil. Maklum, selama masa kehamilan memang terjadi banyak perubahan dalam tubuh. Dari yang tidak tampak seperti hormon hingga yang terlihat jelas seperti berat badan. Alhasil berbagai gangguan yang membuat tubuh tidak nyaman pun muncul.

Kabar baiknya, olahraga dikatakan banyak ahli kesehatan dapat membantu meminimalisir terjadinya berbagai gangguan selama masa kehamilan. Tapi, olahraga seperti apa yang disarankan? Benarkah yoga termasuk salah satu olahraga yang disarankan? Samakah gerakan yoga untuk ibu hamil dengan yoga pada umumnya?

Olahraga Ibu Hamil

Dikutip dari wawancara dengan dr. Michael Triangto, SpKO, yang sehari-hari praktek di Klinik Slim & Health, Mall Taman Anggrek, Jakarta, olahraga memang dapat membuat otot-otot tubuh menjadi lebih lentur, napas teratur dan tubuh tidak mudah lelah, sehingga kelak dapat membantu proses persalinan, terutama saat mengejan.

Adapun jenis olahraga yang disarankan diantaranya adalah jalan kaki dan berenang, yang dapat dilakukan ibu hamil sejak kehamilan trimester pertama sampai ketiga. Namun demikian, Dokter Michael juga menyarankan, sebaiknya olahraga dilakukan secara lebih berhati-hati saat kandungan menginjak usia 7 bulan atau lebih. Masalahnya, di usia kandungan tersebut keseimbangan tubuh ibu hamil sudah berkurang sehingga risiko terjatuh atau terpeleset juga lebih besar.

Lalu bagaimana dengan yoga? Menelisik lebih jauh soal yoga, olahraga yang satu ini dinilai Dr. Muhammad Yusuf, SpOG dari Rumah Sakit Grand Wisata juga sangat aman dilakukan ibu hamil. “Tapi yoganya bukan yoga biasa ya. Melainkan yoga prenatal yang sangat bermanfaat untuk psikis dan fisik ibu hamil,” jelasnya.

Manfaat Yoga Prenatal

Lebih jauh Dokter Muhammad Yusuf mengatakan bahwa saat trimester 1, yoga prenatal sangat berguna untuk meredakan rasa mual dan muntah alias morning sickness. Hal itu dapat terjadi karena olahraga ini mampu menciptakan efek relaksasi, sehingga menghasilkan pikiran yang positif. Dengan demikian,  gejala tersebut dapat diminimalisir.

Sementara pada trimester kedua dan ketiga, di saat perut sudah semakin membesar,  maka mulai muncullah gejala seperti tidur menjadi tidak nyaman, panggul serasa tertekan, dan nafas pun sedikit terganggu. Sejatinya, gerakan-gerakan yoga prenatal  dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

Di samping itu, dokter yang juga merupakan ahli onkologi ini mengatakan jika yoga bisa membantu menangkal diabetes saat kehamilan, karena bisa membantu mengontrol gula darah. Sebab, yoga memiliki gerakan yang membuat tubuh aktif bergerak.

“Meski sekilas terlihat aman, yoga prenatal tidak boleh dilakukan oleh ibu dengan kehamilan yang berisiko. Misalnya, rentan mengalami keguguran, pendarahan, maupun gangguan pada plasenta yang membuat ibu hamil harus bed rest total. Jadi selalu hati-hati ya. Akan lebih baik sebelum melakukannya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan,” kata Yusuf mengingatkan.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp