check it now

Yoga Bisa Tingkatkan Konsentrasi Anak? Orangtua Wajib Tahu

Lewat yoga, tubuh si kecil akan lebih lentur, sehat, dan bugar. Bahkan yoga juga diyakini bisa membantu anak menjadi lebih berprestasi. Kok bisa?

Belakangan, yoga yang merupakan sebuah filosofi tentang kehidupan melalui latihan olah tubuh, napas dan meditasi yang berasal dari kebudayaan India kuno makin populer.

Maklum, selain bisa membuat tubuh serta pikiran menjadi lebih rileks dan sehat, yoga kabarnya juga bisa meningkatkan kehidupan spiritualitas seseorang.

Lebih dari itu, dengan berlatih yoga secara rutin, maka ada beberapa manfaat lain yang bisa di dapat. Di antaranya adalah meningkatnya fungsi kerja kelenjar endokrin, meningkatnya sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan otak, dan terbentuknya postur tubuh yang lebih tegap serta otot yang lentur dan kuat.

sumber: freepik

Baca juga : Pentingnya Mengenalkan Olahraga Sejak Dini pada Buah Hati

Yoga juga diyakini dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan untuk berpikir positif, dan lain sebagainya.

Manfaat Yoga Bagi Anak

Menurut Rizka Sidharta, salah satu pengajar yoga anak wilayah Jabodetabek, latihan yoga pada dasarnya bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun dapat mempraktikkan dan menikmati hasilnya.

“Dengan berlatih yoga, anak-anak bisa tumbuh kuat, lentur dan memiliki keseimbangan tubuh yang lebih sempurna. Yoga juga mengajarkan cara berkonsentrasi dan memusatkan perhatian hanya pada satu hal. Sehingga anak-anak menjadi lebih mudah untuk menyerap pelajaran di rumah maupun di sekolah dengan lebih baik,” tuturnya.  

Rizka juga menjelaskan bahwa di zaman sekarang, anak-anak cenderung lebih mudah stres. Alhasil menjadikan mereka kesulitan belajar dan mengontrol emosinya. “Mengutip pendapat psikolog Gordon Stoke, 80% permasalahan anak yang timbul di sekolah itu umumnya akibat stres. Nah disini lah yoga berfungsi sebagai penenang. Lewat yoga pikiran anak diharapkan lebih rileks dan fokus sehingga mereka dapat menyerap pelajaran dengan lebih baik dan menjadi anak yang berprestasi,” kata Rizka lagi.   

Baca juga : Mungkinkah Si Kecil Mengalami Depresi?

Lebih lanjut, Rizka mengatakan bahwa dengan berlatih yoga sejak dini akan dapat memberikan kepercayan diri dan penguasaan emosi yang lebih baik sehingga sangat berguna kelak saat buah hati dewasa.

Yoga juga akan memperluas kesadaran dan meningkatkan empati anak pada segala hal yang ada di sekitarnya. Dan yang terpenting, yoga adalah olah tubuh yang sangat menyenangkan sehingga anak dengan mudah akan menyukai dan menikmatinya.

“Namun patut diingat, yoga anak bukanlah yoga untuk kompetisi. Yoga anak juga tidak berhubungan dengan ritual kepercayaan manapun. Satu hal yang perlu digaris bawahi, dalam yoga tidak diajarkan mantra. Sebab, yoga adalah sistem pemeliharaan kesehatan, bukan untuk menyembuhkan penyakit,” paparnya panjang lebar.

Jenis Yoga Anak

sumber: freepik

Berbeda dengan orang dewasa, latihan yoga pada anak tentunya lebih sederhana dan disesuaikan dengan usianya. Untuk itu, Rizka membaginya menjadi beberapa bagian yaitu :

  • Yoga untuk ibu dan bayi (termasuk pijat bayi)
  • Yoga anak usia pra-sekolah (3-5 tahun) yang disebut dengan Simple Kids Yoga
  • Yoga anak usia sekolah (6-12 tahun) yang disebut dengan Active Kids Yoga
  • Yoga remaja awal (13-15 tahun) yang disebut Balancing Yoga
  • Yoga remaja (16 – 19 tahun) yang disebut Reguler Adult Yoga
  • Yoga for Autism untuk anak-anak berkebutuhan khusus

Secara umum, dalam latihan yoga untuk anak tersebut akan ada sesi pemanasan dimana anak akan diminta duduk bersila atau berbaring di atas matras dengan mata terpejam untuk menenangkan tubuh dan pikirannya.

Kemudian saat masuk sesi pernapasan, anak-anak akan diminta fokus pada jalannya pernapasan, dimana masuk dan keluarnya udara lewat hidung bisa dirasakan secara perlahan-lahan.   

Setelah itu akan ada sesi gerakan. Berbagai gerakan lembut seperti peregangan wajib dilakukan guna mempersiapkan diri untuk melakukan berbagai pose yoga anak yang melibatkan posisi berdiri, duduk, dan memutar guna menyeimbangkan dan melenturkan tubuh.

Usai sesi gerakan masuklah pada sesi relaksasi. Di akhir latihan, secara perlahan-lahan anak-anak akan kembali diminta melakukan peregangan sebelum bangkit berdiri.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Redaksi

Redaksi

Media Sang Buah Hati menawarkan perspektif keluarga modern dalam publikasi free magazine dua bulanan dan website. Setiap tahun, SBH juga menyelenggarakan Pemilihan Model Cover dan SBH Berbakat sebagai wadah ekspresi serta bakat anak-anak.