check it now

Waspadai Penyakit Silent Killer yang Kerap Menghantui Si Kecil

Waspadai penyakit silent killer pada anak sebelum terlambat!

Daftar Isi Artikel

Setiap orang tua tentu ingin menjaga sekaligus menjauhkan buah hatinya dari berbagai ancaman penyakit maupun kegiatan berbahaya.

Oleh karena itu, pemberian asupan bergizi dan menjaga lingkungan agar tetap sehat selalu berusaha dilakukan.

Kendati demikian, bukan berarti anak 100% aman. Pasalnya ada silent killer dalam bentuk penyakit yang kerap menghantui nyawa si kecil.

Penyakit Silent Killer

Istilah silent killer memang identik dengan berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kematian secara mendadak.

Umumnya penyakit silent killer pada anak memiliki gejala yang mirip dengan penyakit ringan seperti batuk atau pilek biasa. Bahkan terkadang tanpa gejala berarti. Hal itulah yang membuat silent killer dalam bentuk penyakit sering terlambat disadari.

Karena itu, dr. Miza Dito Afri dari RSIA Tumbuh Kembang, Cimanggis Depok, mengingatkan agar orang tua selalu waspada jika anak mengalami demam sampai lebih dari tiga hari.

“Meski terdengar sepele, tapi saya selalu menekankan jangan pernah main-main dengan demam. Sebab hampir semua penyakit berbahaya diawali dengan demam. Tapi gejala tersebut malah kerap terabaikan,” jelasnya.

Lalu, apa saja penyakit yang termasuk silent killer ?

1. Demam Berdarah

Demam berdarah disebut dokter Miza sebagai silent killer yang paling sering mengancam nyawa anak-anak di Indonesia.

Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini kerap terlambat terdeteksi.

Pasalnya, gejala demam berdarah tidak langsung terlihat dan baru muncul setelah hari ke-4 hingga ke-14 dan bisa berlangsung selama satu minggu.

Biasanya, anak yang terserang demam berdarah akan merasa nyeri pada otot dan sendi, terlihat lemas, demam tinggi, tidak nafsu makan, pusing, dan terkadang muncul bintik merah.

Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah, disarankan untuk selalu membersihkan lingkungan secara rutin dengan menguras dan menutup bak penampungan air yang kerap menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu, bisa juga menggunakan kelambu saat tidur dan hindari menggantung pakaian terlalu lama di kamar karena dapat menjadi sarang nyamuk.

2. Meningitis

Meningitis atau radang pada selaput pelindung saraf otak dan tulang belakang juga termasuk silent killer yang perlu diwaspadai. Terlebih meningitis kerap menyerang balita dan lansia yang daya tahan tubuhnya rendah.

Gejala dari penyakit meningitis sangat umum. Misalnya demam, pusing, leher terasa kaku dan cepat lelah.

Pada bayi, biasanya terlihat lebih rewel, sensitif terhadap cahaya dan refleks, nafsu makan menurun, hingga mengalami kejang.

3. Flek Paru

Flek paru atau nama lain dari Tuberculosis (TB), menurut dokter Miza juga bisa masuk dalam kategori silent killer pada anak.

Umumnya, anak terserang TB karena terpapar kuman dari orang dewasa, atau tinggal di lingkungan yang kurang bersih. Apabila tidak segera ditangani, infeksi TB dapat menyebar ke seluruh organ tubuh dan menyebabkan kematian.  

TB pada anak ditandai dengan demam dan batuk yang tak kunjung sembuh hingga hari ke-21 atau lebih.

Selain itu, anak yang terinfeksi TB juga terlihat lesu, cepat lelah, berkeringat di malam hari, dan berat badannya menurun.

Untuk mencegahnya, langkah pertama yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan anak imunisasi BCG serta menjaga lingkungan agar selalu bersih.

4. Kawasaki

Penyakit kawasaki pertama kali ditemukan oleh seorang dokter spesialis anak asal Jepang yang bernama Tomisaku Kawasaki.

Secara umum, gejala dari Kawasaki antara lain adalah demam lebih dari 5 hari, serta bibir, mata, telapak kaki, telapak tangan, dan lidah berwarna merah seperti stroberi.

Selain itu, salah satu kelenjar di leher penderita biasanya bengkak sehingga tampak seperti gondongan dan terdapat ruam kecil pada kulit.

“Apabila si kecil mengalami gejala tersebut, jangan ragu membawanya ke dokter. Sebab, bila terlambat ditangani, penyakit Kawasaki akan sangat berbahaya karena bisa menyerang jantung dan merusak arteri koroner,” jelas dokter Miza.

5. Dehidrasi

Dehidrasi pada anak dapat berujung kematian. Oleh karena itu, penting mengenali tanda-tanda dehidrasi, terutama pada bayi yang memang belum bisa mengungkapkan keluhannya.

Dehidrasi biasanya ditandai dengan demam, bibirnya kering, rewel, mata terlihat cekung, kurang aktif, dan jika kulitnya ditekan butuh waktu lama untuk kembali ke bentuk semula, serta tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam.

6. Pneumonia

Infeksi paru-paru atau pneumonia merupakan salah satu silent killer pada balita yang mematikan.

Penyakit ini disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Anak yang menderita pneumonia akan menunjukkan gejala yang khas, di antaranya napasnya lebih cepat, demam, batuk, terlihat lesu, rewel, cepat lelah, sering mengalami kesulitan bernapas dan berat badannya turun.

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia adalah menjauhkan anak dari asap rokok, selalu memberikan asupan bergizi dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.  

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani