check it now

Waspadai Infeksi Listeria pada Masa Kehamilan

Listeria merupakan penyakit yang penularannya melalui makanan dan berbahaya bagi kehamilan. Ketahui lengkapnya di sini ya Bunda.

Daftar Isi Artikel

Listeriosis atau lebih dikenal dengan listeria merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri listeria monocytogenes, dan ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Biasanya Bakteri ini ditemukan pada daging mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, dan bahan makanan olahan lainnya. Meskipun infeksi ini jarang terjadi, bukan berarti Bunda bisa lengah, terkhusunya bagi ibu hamil dan bayi yang baru lahir, karena infeksi ini bisa menjadi sangat serius.

Salah satu dampak buruknya adalah dapat menyebabkan kelahiran secara prematur, keguguran, serta masalah kesehatan pada bayi. Untuk itu Bunda harus mengetahui tanda-tanda dari penyakit listeria terlebih dahulu, agar Bunda terhindar dari hal-hal seperti di atas.

Berikut Sang Buah Hati telah merangkum semuanya untuk Bunda. 

Gejala Listeria 

Perlu diketahui, bahwasanya listeria tidak selalu memunculkan gejala, bahkan selama berbulan-berbulan lamanya. Terkecuali bila Bunda memiliki penyakit bawaan yang mendasar, serta berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Namu, beberapa ibu hamil yang terinfeksi listeria biasanya menderita dehidrasi karena kehilangan cairan tubuh yang disebabkan diare dan muntah. 

Apabila tidak ditangani dengan segera dan tepat, infeksi ini dapat menganggu perkembangan janin yang ada dalam kandungan.

Beberapa gejala umum listeria :

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut atau diare.
  • Leher kaku.
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan.

Berikut langkah-langkah yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah penyakit listeria :

1. Menghindari mengonsumsi makanan berikut :

  • Daging mentah atau tidak dimasak sempurna.
  • Ikan mentah atau tidak dimasak sempurna.
  • Ikan tuna, tenggiri, hiu. dan kerang.
  • Buah dan sayuran yang tidak dicuci.
  • Jeroan.
  • Telur mentah.
  • Kafein.
  • Alkohol.

2. Menyimpan dan menyiapkan makanan dengan cara ini :

  • Mengatur suhu lemari es atau freezer antara 35 dan 40 derajat atau di bawah nol pada freezer. Hal ini agar makanan terlindung kontaminasi dari berbagai organisme pembawa penyakit.
  • Tidak menyimpan makanan dalam waktu lama dalam kulkas.
  • Dianjurkan untuk mengonsumsi makananan-makanan yang disimpan di kulkas dalam waktu 3 – 5 hari sejak hari pertama makanan disimpan.
  • Menghindari makanan yang sudah dicuci dan belum bersentuhan. 
  • Mencuci atau mengupas semua produk makanan sebelum disimpan. 
  • Memasak semua daging, unggas, telur, dan ikan dengan matang. 

3. Selalu menjaga kebersihan 

  • Mencuci tangan sebelum mengolah makanan dengan air panas atau sabun selama 20 detik. 
  • Mencuci semua permukaan dan peralatan masak sesudah digunakan.
  • Membersihkan serbet atau lap piring secara teratur dengan air panas.
  • Membersihkan lemari es secara teratur agar kulkas tetap bersih dan dingin.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Bayu Elang Paringga

Bayu Elang Paringga