check it now

Waspada, Ini Jenis Penyakit yang Sering Dialami Wanita

Dari segi kombinasi kromosom, hormon serta sistem reproduksi, wanita memang diciptakan berbeda dengan pria. Tak heran jika ada beberapa penyakit yang sering dialami wanita.

Daftar Isi Artikel

Beragam penyakit khas wanita seringkali muncul tanpa disadari oleh pengidapnya. Kebanyakan penyakit tersebut berkaitan dengan sistem reproduksi. Di antaranya keputihan, miom, dan kanker serviks.

1. Keputihan

Menurut dr. Martina Claudia, SpOG, keputihan adalah sesuatu yang normal dan biasa terjadi ketika seorang wanita memasuki masa subur.

Ada beberapa jenis keputihan yang biasa dialami wanita, di antaranya:

Pertama, keputihan fisiologis. Cairan keputihan ini berwarna bening, tidak berbau serta tidak menimbulkan gatal. Keputihan ini tergolong normal dan tidak berbahaya.

Kedua, keputihan patologis. Di mana cairan yang keluar dari vagina berwarna putih kekuningan, kental, berbau serta membuat gatal. Hal tersebut dikarenakan adanya infeksi pada vagina. Entah karena jamur, parasit atau bakteri.

Keputihan jenis kedua ini berbahaya dan harus segera ditangani karena dapat menyebabkan kemandulan serta indikasi awal terjadinya kanker leher rahim.

Adapun langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari keputihan, antara lain:

  • Menjaga kebersihan di daerah sekitar vagina
  • Saat menstruasi, rajin-rajinlah mengganti pembalut
  • Bilas vagina menggunakan sabun khusus dengan arah bilasan dari anus ke arah depan sehingga tidak ada kotoran yang ikut masuk ke vagina
  • Gunakan sabun khusus vagina hanya saat menstruasi karena bila terlalu sering, khawatir dapat membunuh bakteri yang baik
  • Berhati-hatilah saat menggunakan toilet umum
  • Hindari kontak vagina dengan produk yang bisa menimbulkan iritasi seperti pembalut yang beraroma harum, bedak serta lotion
  • Jalani pola hidup sehat

2. Miom

Miom adalah istilah medis untuk tumor dinding rahim. Miom biasanya berukuran sebesar kacang polong, bertekstur kenyal, dan bisa terus berkembang sesuai dengan kondisi tubuh.

Penyakit ini umumnya menyerang wanita usia produktif dan dapat mengakibatkan kemandulan bahkan keguguran.

Miom dapat menimbulkan berbagai keluhan yang berhubungan dengan menstruasi seperti siklus yang tidak teratur, nyeri yang berlebihan, jumlah hari haid yang panjang sampai keluarnya darah di atas batas normal.

Penyebab miom sampai saat ini belum diketahui dengan jelas. Namun faktor keturunan memiliki peranan besar.

Pertumbuhan miom bisa dipicu karena faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Selain itu, infeksi dan jamur pada rahim juga bisa merangsang pertumbuhan miom.

Agar miom tidak berkembang atau tumbuh lagi setelah diangkat, sebaiknya penderita menjalani pola hidup sehat dan menghindari stres.

3. Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang bagian organ reproduksi wanita, tepatnya di daerah leher rahim.

Dikatakan dr. Cahyo Novianto, M.si., Med., Sp.B (K) Onk, spesialis bedah dari Konsultan Bedah Onkologi RS Pondok Indah Puri Indah, penyebab utama dari kanker serviks adalah infeksi dari Human Pappiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 pada rahim perempuan.

Virus penyebab kanker serviks sangat mudah berpindah, baik melalui cairan maupun melalui sentuhan kulit.

Oleh karena itu, disarankan agar berhati-hati saat menggunakan wc umum. Bersihkan terlebih dahulu dengan cairan anti kuman bila terpaksa menggunakannya dan jangan membilas vagina menggunakan air dari baknya.

Tak hanya itu, faktor lain seperti usia, penggunaan pil KB dalam jangka panjang, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang asupan vitamin C dan E serta asam folat pun dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

Karena gejala awal kanker serviks sulit terdeteksi, maka disarankan agar wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual melakukan pap smear secara teratur dan melakukan vaksin HPV.

“Ciri-ciri kanker serviks yang banyak ditemui adalah siklus menstruasi yang tidak normal,” imbuh dokter Cahyo.

Pada urnumnya, ia menerangkan, siklus menstruasi normal berlangsung selama 3-7 hari dan itu pun dengan jumlah darah yang normal. Bila lebih dari kadar normal maka perlu dicuigai.

Ciri yang lainnya adalah area kewanitaan sering mengeluarkan darah meski tidak sedang menstruasi, sering timbul rasa sakit pada bagian perut atau panggul, dan muncul rasa sakit saat melakukan hubungan intim

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani