Tips Mengatasi Pregnancy Brain

Tips Mengatasi Pregnancy Brain

Sesuai dengan namanya, pregnancy brain memang terjadi ketika masa kehamilan. Dikatakan oleh dr Ivander Utama, F,MAS, SpOG, dari RSIA Bunda Jakarta bahwa sebenarnya tidak semua ibu hamil mengalami masalah tersebut. Bagi yang mengalami, ada yang mulai merasakan sejak trimester pertama, tapi ada pula yang baru merasakan ketika kehamilannya masuk trimester kedua.

“Umumnya di trimester pertama penurunan daya ingatnya tidak terlalu parah. Maklum, di awal kehamilan tersebut kebanyakan ibu hamil lebih fokus pada keluhan mual dan muntahnya. Baru di trimester kedua saat kondisi tubuh sudah mulai membaik dan ibu hamil mulai beraktivitas normal, pregnancy brain lebih terasa, terutama bagi orang disekitarnya,” kata dr Ivander lagi.

Untuk itu dr Ivander menyarankan agar ibu hamil membuat catatan mengenai berbagai hal yang mau dikerjakan. Atau paling tidak meminta bantuan orang terdekat untuk selalu mengingatkan apa saja yang ingin ibu hamil kerjakan.

“Masalahnya pregnancy brain ini bukan suatu penyakit, jadi tidak ada obat atau vitamin yang bisa digunakan untuk mengobatinya. Tapi percayalah, semua akan berlalu setelah persalinan, jadi santai saja,” tambahnya.

Kalaupun nanti setelah persalinan pregnancy brain tetap berlanjut, itupun ternyata tak perlu dikhawatirkan. Sebab setelah persalinan, wanita biasanya akan mengalami kurang tidur akibat harus mengurus bayi. Nanti setelah jam tidur kembali normal, maka fungsi otak dijamin akan kembali seperti semula.

Yuk berbagi artikel ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Daftar Isi