check it now

Tips Memilih Alat Kontrasepsi yang Sesuai

Memilih alat kontrasepsi yang tepat butuh waktu. Jangan buru-buru.

Mempersiapkan kehadiran buah hati dalam jangka waktu yang tepat diyakini dapat menciptakan keluarga yang sejahtera.

Salah satu cara, dengan menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai.

Sebab, pada dasarnya, tingkat efektivitas dari alat kontrasepsi yang digunakan tergantung dari beberapa hal. D

i antaranya adalah frekuensi pasangan dalam melakukan hubungan seksual dan yang terutama adalah apakah alat kontrasepsi tersebut sudah digunakan dengan cara yang benar.

“Apabila digunakan dengan benar dan sesuai aturan, rata-rata semua alat kontrasepsi memiliki tingkat efektifitas hingga 99% kok,” ungkap dr. Dinda Derdameisya, SpOG yang juga membuka praktik RS Brawijaya, Jakarta Selatan.

sumber: freepik

Menurut dokter Dinda, hal awal yang harus diperhatikan saat memilih alat kontrasepsi adalah usia si pasien/orang yang akan menggunakan, riwayat penyakit terdahulu, jumlah anak yang telah dimiliki dan berapa lama ingin memberi jarak pada kehamilannya. “Untuk itu, konsultasi dengan ahlinya mutlak dilakukan oleh semua pasien yang ingin menggunakan alat kontrasepsi,” tambahnya.

Namun sebelum berkonsultasi, ada baiknya si pasien/orang yang akan menggunakan tersebut sudah mengetahui terlebih dahulu mengenai pilihan kontrasepsi yang ada.

Entah itu lewat bacaan di buku atau internet. Dengan demikian selain bisa lebih memudahkan dalam pemilihan, pasien juga tidak merasa terpaksa saat dihadapkan pada pilihannya.

Dokter Dinda juga menjelaskan bahwa masing-masing alat kontrasepsi tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri.

Karenanya, pasien diharapkan jangan terburu-buru saat memilih mana alat kontrasepsi yang dianggap paling cocok.

Untuk pasien yang pelupa misalnya, pil KB sangat tidak disarankan karena penggunaannya harus rutin dan berkala. Sehingga apabila sering lupa diminum tentu dapat memicu kehamilan.

“Patut juga dipertimbangkan, kontrasepsi yang mengandung hormonal sifatnya dapat menahan cairan yang pada akhirnya dapat menaikkan berat badan. Karena itu, penting melihat secara bijak apakah perlu menggunakan kontrasepsi hormonal dan pada kondisi seperti apa pasien harus beralih ke alat kontrasepsi jenis lain,” pungkasnya.

Baca juga:
5 Jenis dan variasi alat kontrasepsi yang bisa Bunda pilih

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Redaksi

Redaksi

Media Sang Buah Hati menawarkan perspektif keluarga modern dalam publikasi free magazine dua bulanan dan website. Setiap tahun, SBH juga menyelenggarakan Pemilihan Model Cover dan SBH Berbakat sebagai wadah ekspresi serta bakat anak-anak.