check it now

Tips Jitu Agar Si Kecil Berani Ke Dokter, Harus Dicoba Bun!

Si kecil takut ke dokter? Coba tips jitu ini deh, Bun!

Daftar Isi Artikel

Tidak perlu heran saat si kecil takut ke dokter. Sebab hal tersebut sangat wajar terjadi, terlebih pada anak-anak usia toddler.

Namun tenang saja, berikut beberapa tips jitu yang dapat Bunda lakukan agar si kecil berani ke dokter untuk periksa.

1. Cari dokter yang sabar dan bersahabat

Ini penting, Bun. Pasalnya anak akan mengingat kesan pertamanya saat bertemu ‘orang asing’.

Bila ia bertemu dengan dokter yang lembut, sabar, ramah, dan bersahabat tentu dapat membantu meringankan ketegangannya sehingga ia pun tak takut lagi.

Karenanya, sebelum mengajaknya periksa, jangan segan mencari informasi dokter mana yang ramah dan terbiasa berkomunikasi dengan anak ya Bunda.

2. Pilih Rumah Sakit atau klinik yang memiliki ruang tunggu ramah anak

Bila memungkinkan, Bunda bisa mencari rumah sakit atau klinik yang dilengkapi playground. Dengan demikian, si kecil bisa asyik bermain sembari menunggu giliran.

Hal ini juga tentunya dapat sedikit mengurangi rasa takutnya saat bertemu dokter nanti.

3. Jujur pada anak

Jangan sekali-kali membohongi anak. Jelaskan secara tebuka dan jujur mengapa ia perlu pergi ke dokter sehingga nantinya anak tidak terkejut bila dokter mengambil tindakan seperti suntik.

Saat itu pasti anak menangis dan merengek agar tidak disuntik. Bunda jangan katakan kalau disuntik itu tidak sakit. Coba ganti dengan kalimat, “Iya sayang, disuntik rasanya memang sakit. Namun cuma sedikit dan sebentar kok, nanti pasti langsung hilang.”

Sembari mengucapkan kalimat tersebut, cobalah untuk memeluknya agar ia lebih tenang dan rasa takutnya berkurang.

4. Jangan menakut-nakuti anak

Siapa yang sering menakut-nakuti anak saat ia tak mau melakukan sesuatu yang diperintahkan Bunda?

Mulai sekarang, ada baiknya hentikan hal tersebut ya. Berhenti mengatakan, “Kalau adik tidak mau makan nanti sakit, lalu Bunda bawa ke dokter dan disuntik.”

Tahukah Bunda? Ungkapan tersebut justru dapat membuat dokter menjadi sosok yang menakutkan di mata anak.

5. Jadikan dokter sebagai sosok yang positif

Daripada Bunda mengungkapkan hal yang menakutkan tentang dokter, mengapa tidak membuat dokter menjadi sosok yang positif dan bersahabat saja?

Misalnya, Bunda bisa mengajak si kecil bermain dokter-dokteran, membacakan buku cerita tentang kehebatan profesi dokter atau film yang menceritakan tentang pengorbanan seorang dokter.

6. Bawa camilan favorit

Saat pergi ke dokter, tak ada salahnya untuk membawa bekal berupa camilan favorit si kecil.

Dengan begitu, ia dapat menikmati camilannya sembari menunggu antrian. Hal tersebut tentu dapat membuatnya merasa lebih nyaman.

7. Bawa mainan favorit

Bila tadi makanan, maka Bunda juga bisa kok membawakan beberapa mainan favorit si kecil saat pergi ke dokter.

Hal tersebut bertujuan agar si kecil lebih tenang, nyaman dan tak tegang saat bertemu dokter.

8. Alihkan perhatiannya dan berikan rasa aman

Untuk mengurangi rasa takutnya, ajaklah si kecil bernyanyi saat dalam perjalanan. Begitu pun saat menunggu antrian, Bunda bisa mengajaknya bermain agar perhatiannya dapat teralihkan.

Ingat ya Bunda. Si kecil cenderung peka dan muda menangkap signal kecemasan yang dipancarkan orang tuanya. Karenanya, saat menemani ia ke dokter usahakan untuk tak menampakkan wajah yang tegang atau cemas agar anak pun merasa lebih aman.

9. Tepat waktu

Usahakan datang tepat waktu sesuai perjanjian dengan dokter. Bila harus mengantri, datanglah lebih awal agar tidak mendapat nomor antrian paling belakang.

Sebab semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu giliran diperiksa, maka semakin besar kemungkinan anak menjadi gelisah, bosan dan rewel.

10. Berikan pujian

Sepulangnya dari dokter, jangan segan memberikan pujian pada anak karena telah berhasil melawan rasa takutnya.

Bunda bisa memberinya hadiah kecil sebagai bentuk penghargaan akan keberaniannya. Atau paling tidak berikan pelukan hangat agar mereka merasa berarti.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani