check it now

Tak Hanya Faktor Genetik, Nutrisi Juga Berpengaruh bagi Tinggi Badan Anak

Ingin pertumbuhan tinggi si kecil maksimal? Penuhi komponen nutrisinya sejak dini.

Daftar Isi Artikel

Sebagai orang tua, kadang kita merasa cemas ketika pertumbuhan si kecil tampak berbeda dibandingkan anak seusianya. Salah satunya, tinggi badan.

“Padahal tinggi badan anak dipengaruhi banyak hal, seperti nutrisi dan genetik,” ujar Dokter Putri Sakti, M.Gizi, SpGK dari Rumah Sakit Permata Cibubur, beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan orangtua untuk tidak cemas.

“Faktor genetik bisa diatasi dengan pemberian asupan nutrisi seimbang, olahraga, dan jam tidur yang cukup,” ungkap dokter Putri.

Ia menekankan perlunya optimalisasi asupan nutrisi pada anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Terlebih, nutrisi juga berperan dalam pengontrolan emosi (mood) anak.

Jenis Nutrisi

Agar tumbuh kembang optimal dan bisa memacu tinggi badan anak, dokter Putri memaparkan dua komponen nutrisi penting yang harus dipenuhi.

Makronutrien mencakup karbohidrat, protein, dan lemak.

Kebutuhan protein bisa terpenuhi dari hewan seperti ayam, bebek, daging, ikan, sapi, dan seafood.

Sedangkan protein nabati bisa didapat dari tahu, tempe, edamame, kacang almond, dan kacang hijau.

“Untuk kebutuhan lemak, sebaiknya pilah dengan teliti, karena tidak semua lemak baik untuk dikonsumsi. Pilihlah makanan yang mengandung lemak baik atau tak jenuh,” ujarnya.

Mikronutrien yang mencakup vitamin dan mineral.

Ada beberapa vitamin yang bagus untuk pertumbuhan tulang anak, semisal vitamin D.

Namun, dalam tumbuh kembang bukan hanya vitamin D saja yang perlu dicukupi, tetapi juga vitamin lain semisal vitamin A, C, dan B.

Agar penyerapan nutrisi maksimal, dokter Putri menyarankan orangtua untuk membatasi konsumsi minuman bersoda ataupun berkarbonasi.

Perhatikan pula agar buah hati tidak makan berlebihan. Hindari makanan kemasan/junk food dan berkafein yang bisa menghambat penyerapan kalsium yang dibutuhkan tulang.

“Jangan lupa mengajak anak untuk aktif berolahraga, misalnya berenang, bermain basket, lompat tali, dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan tulang lebih maksimal,” tegasnya.

Tanda Gizi Anak Tercukupi

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah asupan gizi buah hati sudah tercukupi?

Dokter Putri memberikan beberapa tanda seperti berikut:

Pertama, ketercukupan nutrisi bisa dilihat dari aspek antropometri yang meliputi tinggi badan, berat badan sesuai usia dan jenis kelamin anak.

Caranya cukup mudah, bisa dicek dengan menggunakan rumus Indeks Masa Tubuh (IMT)

Kedua, dapat dilihat melalui fisik anak, semisal otot yang kuat dan kencang, serta  postur tubuh yang tegap

Ketiga, ketercukupan gizi juga bisa dilihat dari kondisi kulit.

Jika kulit terlihat lembab, dan cepat sembuh saat terluka, maka bisa menjadi salah satu tanda bahwa nutrisi buah hati telah tercukupi.

Keempat, kecukupan gizi juga bisa dilihat dari kondisi rambut. Tandanya, warna rambut hitam, berkilau, tidak rontok dan tidak berketombe.

Kelima, kondisi mata juga bisa menjadi cermin ketercukupan gizi anak. Jika nutrisi tercukupi, mata anak akan terlihat jernih.

Keenam, kondisi mental juga menjadi acuan apakah gizi buah hati sudah tercukupi. Tanda konkrit yang terjadi bisa berupa anak lebih tanggap dan ceria.

Ketujuh, ketercukupan gizi dapat dilihat dari selera makan anak.

Jika anak malas makan atau makan sedikit, maka orangtua harus aware karena bisa menjadi salah satu penyebab kurangnya asupan gizi.

Kedelapan, 80% imunitas manusia berasal dari usus. Itulah mengapa tanda gizi anak sudah tercukupi atau belum bisa dilihat melalui intesitas Buang Air Besar (BAB) minimal sekali dalam sehari.

Kesembilan, anak yang kebutuhan gizinya tercukupi akan memiliki kualitas tidur yang baik. (/Sic)

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani