check it now

Siapa Sangka, Hal Berikut Dapat Menjadi Silent Killer Bagi Si Kecil

Bukan hanya penyakit, beberapa hal berikut juga ternyata dapat menjadi silent killer bagi si kecil.

Daftar Isi Artikel

Pernahkan terpikir kalau hal sepele seperti tersedak, dapat menjadi silent killer bagi buah hati?

Ya. Selain penyakit, ternyata kecelakaan juga dapat menjadi penyebab silent killer yang mematikan. Kecelakaan tersebut di antaranya sebagai berikut:

1. Tersedak

Tersedak disebut sebagai salah satu kecelakaan yang termasuk silent killer, baik tersedak air susu, maupun karena menelan benda-benda kecil.

“Tersedak menjadi sangat berbahaya karena masa pertolongan pertamanya relatif singkat,” papar dokter Miza.

Tersedak dapat menyebabkan penyumbatan saluran pernapasan, sehingga  memunculkan kerusakan otak hingga kematian. Untuk menghindari anak tersedak, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan.

Di antaranya mengajari anak makan dan minum secara perlahan, jangan membiarkan anak makan dan minum sembari bercanda atau tiduran, dan potong makanan, terutama buah-buahan dalam ukuran kecil yang pas dengan mulut anak.

Lalu, apa saja gejala tersedak pada bayi di bawah satu tahun?

Sumbatan benda asing biasanya menyebabkan kulit wajah menjadi kebiruan, sulit bernapas hingga kehilangan kesadaran.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan kondisi si kecil. Bila anak terbatuk dan menangis dengan keras, itu lebih baik. Sebab dapat membantu mendorong benda keluar dari jalan napas.

Namun, jika si kecil tak bisa batuk atau menangis, maka coba lihat benda apa yang menyumbat saluran pernapasannya.

Bila benda tersebut terlihat, coba ambil dengan jari. Namun bila tidak terlihat jangan mencoba untuk mengambilnya dengan jari atau memberinya minum karena hanya akan membuatnya tersangkut lebih dalam.

Untuk memberikan pertolongan pertama, orang tua dapat membalikkan posisi atau menengkurapkan bayi di sepanjang lengan bawah dan gunakan paha untuk menyangganya.

Pegang dada bayi dengan tangan dan rahang dengan jari. Arahkan kepala bayi ke bawah, lebih rendah dari badan.

Berikan 3-5 pukulan cepat dan kuat di antara tulang belikat bayi dengan telapak tangan yang bebas.

Jika benda tetap tidak keluar setelah 5 pukulan, balikkan wajah bayi dan gunakan paha untuk menyangga kepala, tempatkan 2 jari di tengah tulang dada tepat di bawah puting susu.

Kemudian, berikan 5 dorongan cepat ke bawah, tekan dada sepertiga sampai setengah dari kedalaman dada. Lanjutkan dengan 5 pukulan diikuti dengan 5 dorongan dada sampai benda keluar.

Jika si kecil menjadi tidak responsif atau berhenti bernapas, segera berikan napas buatan dan bawa ke dokter untuk ditangani.

2. Tenggelam

Kasus tenggelam banyak terjadi pada anak usia 1-4 tahun.

Hampir setengah dari kasus meninggal karena tenggelam terjadi di kolam renang. Oleh karena itu, orang tua harus ekstra hati-hati ketika berenang.

Pasalnya kasus tenggelam kerap terjadi begitu saja, sementara orang tua tidak mendengar teriakan minta tolong sedikit pun.

3. Kecelakaan karena alat bantu jalan

Silent killer juga dapat disebabkan oleh alat bantu jalan atau baby walker. Oleh karena itu, banyak negara mengeluarkan imbauan untuk tidak menggunakan baby walker.

Hal tersebut karena saat menggunakan alat ini anak bisa bergerak dengan cepat dalam hitungan detik, sehingga orang tua tak sempat menghentikan ia dari ancaman kecelakaan.

Tak hanya itu, penggunaan baby walker juga meningkatkan risiko jatuh dari tangga yang dapat menyebabkan buah hati mengalami cidera tulang atau kepala.

4. Menelan obat atau sejenisnya

Seperti yang kita tahu, anak adalah peniru yang ulung. Ia kerap ingin mencoba melakukan sesuatu yang dilakukan orang dewasa.

Misalnya menelan obat yang ada di meja, mencicipi obat kumur, kosmetik, dan sebagainya.

Untuk mengurangi kasus seperti ini, orang tua perlu lebih berhati-hati saat menyimpan barang. Letakkan barang yang sekiranya berbahaya jauh dari jangkauan anak.

5. Tersetrum

Tersetrum juga termasuk kecelakaan yang juga sering terjadi pada anak dan membahayakan nyawa.

Pada usia balita, biasanya ia akan melakukan hal yang membuatnya penasaran. Misalnya memasukkan steker ke stop kontak.

Untuk melindungi anak dari bahaya tersetrum, sebaiknya semua stop kontak di rumah diberi pengaman.

Jangan lupa berikan pengertian tentang bahaya listrik dan cara kerjanya dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani