check it now

5 Resolusi Parenting di Tahun Baru yang Lebih Sehat dan Realistis

Tahun baru sering jadi momen refleksi bagi orang tua. Artikel ini membahas 5 resolusi parenting di tahun baru yang lebih sehat, realistis, dan bisa diterapkan tanpa tekanan berlebih.

Daftar Isi Artikel

Bagi banyak keluarga, tahun baru sering menjadi momen evaluasi pola asuh yang telah dijalani. Kesibukan, kelelahan, dan tuntutan peran kerap membuat resolusi parenting terasa berat untuk dijalankan. Padahal, resolusi yang realistis justru membantu orang tua membangun hubungan yang lebih hangat dan stabil dengan anak.

Berikut 5 resolusi parenting di tahun baru yang lebih sehat dan realistis yang bisa ayah dan bunda terapkan pada si kecil:

1. Mengelola Emosi Orang Tua dengan Lebih Sehat

Salah satu resolusi parenting paling penting di tahun baru adalah belajar mengelola emosi diri sendiri. Banyak konflik dengan anak bukan berawal dari perilaku anak, melainkan dari kelelahan dan emosi orang tua yang menumpuk.

Alih-alih bereaksi spontan dengan marah atau membentak, orang tua bisa mulai membiasakan jeda sejenak sebelum merespons. Menarik napas, menenangkan diri, lalu berbicara dengan nada lebih stabil membantu anak merasa aman secara emosional. Ketika orang tua mampu mengatur emosi, anak pun belajar meniru cara sehat menghadapi stres.

2. Fokus pada Koneksi, Bukan Hanya Mengoreksi

Resolusi parenting tahun baru tidak harus selalu tentang membuat anak lebih patuh. Hubungan yang hangat dan penuh koneksi justru menjadi fondasi utama agar anak mau bekerja sama secara alami.

Luangkan waktu untuk benar-benar hadir saat bersama anak, meski hanya sebentar. Mendengarkan cerita mereka, menanggapi dengan empati, dan menunjukkan ketertarikan tulus pada dunia anak membantu membangun kelekatan emosional. Anak yang merasa terhubung cenderung lebih kooperatif tanpa perlu banyak ancaman atau hukuman.

3. Menyesuaikan Ekspektasi dengan Tahap Perkembangan Anak

Sering kali orang tua merasa gagal karena membandingkan anak dengan standar ideal atau anak lain seusianya. Padahal, setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda.

Resolusi yang lebih sehat adalah memahami tahap perkembangan anak dan menyesuaikan ekspektasi secara realistis. Tantrum atau sering melakukan kesalahan adalah hal wajar. Jadi pastikan, orang tua memiliki ekspektasi yang sesuai usia sehingga anak pun merasa lebih diterima.

4. Membangun Rutinitas yang Konsisten dan Fleksibel

Rutinitas membantu anak merasa aman karena mereka tahu apa yang bisa diharapkan setiap hari. Di sisi lain, rutinitas yang terlalu kaku justru bisa membuat orang tua stres saat realita tidak berjalan sesuai rencana.

Di tahun baru, orang tua bisa mulai membangun rutinitas dasar seperti jam tidur, waktu makan, dan waktu bermain, namun tetap memberi ruang fleksibilitas. Konsistensi yang hangat akan membantu anak belajar disiplin tanpa merasa tertekan.

5. Lebih Peduli pada Diri Sendiri sebagai Orang Tua

Resolusi parenting yang sering terlupakan adalah merawat diri sendiri. Banyak orang tua terjebak pada standar: harus selalu sabar, kuat, dan sempurna, padahal kelelahan emosional justru membuat pengasuhan terasa berat.

Oleh karena itu, penting bagi ayah dan bunda untuk belajar self-compassion atau mengakui bahwa lelah itu wajar dan membuat kesalahan bukan berarti gagal.

Orang tua yang memberi ruang untuk beristirahat, meminta bantuan, dan merawat kesehatannya sendiri akan lebih mampu hadir secara utuh untuk anak.

Resolusi parenting tidak harus muluk atau penuh target besar. Justru semua hal itu bisa dimulai dari perubahan kecil yang konsisten.

Let's share

Picture of Nazri Tsani Sarassanti

Nazri Tsani Sarassanti

Daftar Isi Artikel

Updates