check it now

Rahasia Diet Sehat Dengan Berjalan Kaki

Apa yang kita makan bukan hanya berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga penampilan. Ini rahasia diet sehat dengan berjalan kaki.

Daftar Isi Artikel

Tubuh sehat dan ideal adalah dambaan setiap orang. Selain olahraga, diet kerap dijadikan alternatif untuk mewujudkan hal tersebut.

Beberapa waktu lalu, dunia maya sempat dihebohkan dengan postingan salah satu aktris sekaligus presenter yang menjadi panutan dan idola ibu-ibu muda milenial, Tya Ariestya.

Tya kerap mengunggah kesehariannya berjalan kaki selama 45 menit non-stop tanpa capai, dan tanpa keringat. Hal tersebut diyakininya sebagai cara untuk menurukan berat badan.

Durasi waktu berjalan kaki

Lantas, benarkah jalan kaki bisa menurunkan berat badan? Bila iya, berapa durasi waktu yang diperlukan?

Dokter Yusri Dinuth, Dipl.CIBTAC, founder Klinik DRYD Yogyakarta mengamini hal tersebut. Ia mengatakan bahwa pada prinsipnya diet ala Tya merupakan cara yang hampir direkomendasikan oleh seluruh nutritionist di seluruh dunia.

Secara medis, seseorang yang ingin melakukan diet tetap harus dibantu dengan aktivitas lain (bergerak).

Selain itu, sejumlah penelitian juga menyebutkan bergerak atau jalan kaki santai dengan range 30-60 menit cukup efektif untuk membakar kalori yang harus dibuang, terutama untuk orang dengan kalori berlebih atau obesitas.

“Semua orang yang berjalan kaki 45 menit setiap hari selama 7 hari berpotensi untuk menurunkan berat badan minimal 1,5-1 kg. Rumusnya berjalan 45 menit sama dengan berjalan sekitar 4 km dan kalori yang terbakar bisa sekitar 300-an,” ungkap dokter Yusri.

Adapun patokan 45 menit diambil dari kebutuhan setiap orang yang disesuaikan dengan usia, tinggi badan, berat badan, dan kondisi penyakit bawaan seperti jantung, mag, atau radang tulang.

“Jadi tidak bisa disamaratakan 45 menit ya,” tambahnya.

Lebih lanjut dokter Yusri menjelaskan bahwa rata-rata usia 35 ke atas direkomendasikan berjalan selama 45 menit.

“Sangat tidak mungkin kan, orang dengan berat 115-120 kg di usia 45-47 tahun dipaksa berjalan selama 45 menit. Nanti baru sebentar sudah merasa engap dan ngos-ngos-an,” pungkasnya.

Pada kasus demikian, dokter Yusri menyarankan untuk memulai dengan berjalan selama 12 menit, kemudian naik menjadi 20, 25, 30 dan seterusnya hingga 45 menit.

Manfaat jalan kaki

Meski tidak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, jalan kaki selama 30-45 menit diyakini sebagai cara paling efektif untuk membakar kalori dalam tubuh.

Selain itu, jalan kaki juga berfungsi untuk refreshing mind agar tubuh dapat lebih rileks dan pikiran lebih tenang sehingga dapat think clearly.

Dengan begitu, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan oksigen yang masuk ke dalam tubuh menjadi lebih maksimal.

Dokter yang juga memiliki background anti-aging ini mengatakan untuk waktu pelaksanaannya tidak ditentukan secara spesifik alias bisa dilakukan kapan dan di mana saja.

“Waktunya sangat fleksibel. Bisa pagi, siang atau malam. Tempatnya juga boleh di mana saja, bisa indoor maupun outdoor. Yang penting jangan sampai ada skip day. Sebab yang terpenting tubuh tidak diam alias bergerak,” katanya.

Lalu bagaimana dengan statement tidak boleh berkeringat?

Tidak boleh berkeringat di sini dalam tanda kutip sebagai prinsip dari metode ini yaitu berjalan sesantai mungkin, alias tidak dipaksakan untuk berkeringat.

“Keringat itu kan respon alami tubuh dan setiap orang memiliki respon tubuh yang berbeda. Intinya jalan sesantai mungkin, jangan sampai dipaksakan sehingga jatuhnya justru jalan cepat atau semi lari yang dapat membuat lelah,” tegasnya.

Jalan kaki dengan tujuan membantu proses diet bukanlah olahraga muscle up. Sebab tujuannya hanya untuk mengaktifkan pembakaran pada tubuh agar proses metabolisme lebih efektif.

“Tubuh itu ibarat mesin yang harus selalu dipanaskan. Nah itulah sebab perlunya bergerak supaya organ-organ bisa bekerja efektif,” imbuhnya.

Porsi makan

Kegiatan jalan kaki tadi, terang dokter Yusri, tetap perlu diimbagi dengan kebiasaan dan konsistensi waktu makan yang sesuai.

Inconsistency waktu makan dan apa yang dimakan akan membuat tubuh ‘bingung’ sehingga membuat metabolisme jadi berantakan,” katanya.

Selain itu, kini banyak ditemukan perempuan di usia 25 yang mengalami imbalance hormone. Pada usia tersebut, mereka akan mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron, terlebih bila sudah memiliki anak atau menggunakan kontrasepsi.

Hormonal yang turun tadi berpengaruh ke kantung lemak dan otot. Jadi, semakin lama kantong lemak akan semakin membesar dan kantong otot akan mengecil.

“Bila kondisi ini sudah terjadi biasanya akan membuat perempuan yang tidak menjaga benar-benar kesehatan dan pola hidupnya menjadi gampang gemuk dan susah kurus,” ungkap dokter Yusri.

Untuk porsi makan, dokter Yusri mengatakan semuanya kembali kepada kebutuhan masing-masing yang dipengaruhi oleh berat badan, tinggi badan, usia, kadar air dalam tubuh, kadar lemak, dan metabolisme age.

“Setiap orang bisa mencoba mengurangi apa yang kira-kira dikonsumsi secara berlebih. Namun ingat, bila merasa ada yang tidak beres dengan badan atau tidak cocok, segera konsultasi dengan dokter,” pesannya.

Terlepas dari itu, dokter Yusri membagi konsep porsi makan yang sangat cocok dan aman untuk semua orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Konsep porsi makan tersebut namanya “konsep piring sehat”. Konsep ini juga telah digaungkan oleh Kementerian Kesehatan untuk dijadikan pedoman bagi masyarakat.

Dalam “konsep piring sehat”, sete setengah porsi di piring harus diisi dengan sayur dan buah, kemudian seperempat porsi diisi dengan karbohidrat, dan seperempat lainnya diisi dengan protein.

“Bila dilakukan secara continue, konsep ini bisa dijadikan maintenance habit yang sehat,” terangnya.

Tingkat keberhasilan

Berhasil atau tidaknya program diet, menurut dokter Yusri sangat dipengaruhi tujuan akhir dari diet itu sendiri.

“Apakah orang tersebut diet dengan tujuan untuk menyeimbangkan hormon, memulai program kehamilan, ingin menyembukan penyakit tertentu, atau hanya mengikuti trend,” katanya.

Goals diet yang baik adalah yang tujuannya untuk mendapatkan tubuh ideal dan sehat.

Karena itu, berat atau ringannya program diet tergantung dari set goals awal. Apabia set goals-nya tepat maka akan tumbuh motivasi agar bisa menjalani program diet dengan konsisten.

“Ingat, orang yang diet bukan berarti berhenti makan. Tetapi jadikan diet sebagai habit yang baik. Selain itu, bangun mindset agar selain memperindah atau mengidealkan bentuk tubuh, diet juga bisa membuat badan lebih sehat,” tutup dokter Yusri.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani