check it now

Plus Minus Hamil Di Usia 30-an

Katanya kehamilan yang baik adalah di usia 20-an, pasalnya usia di 30-an kehamilan akan lebih berisiko. Benarkah? Yuk cek plus dan minusnya!

Daftar Isi Artikel

Kehamilan merupakan momen yang paling dinanti-nanti oleh setiap pasangan suami istri, terlebih bagi wanita. Namun, ternyata tidak sedikit lho pasangan yang berniat untuk menunda memiliki momongan karena beberapa hal yang menjadi pertimbangan hingga tanpa terasa usia semakin bertambah dan sudah tidak muda.

Pasalnya, semakin tua usia wanita, maka kehamilannya pun semakin berisiko. Baik dari sisi medis maupun psikologis. Hal ini terjadi karena perubahan jumlah sel telur yang semakin berkurang.

Jangan salah, meski cukup berisiko, namun masih ada lho nilai plus hamil di usia 30-an. Berikut Sang Buah Hati telah merangkumnya.

Plus Hamil Di Usia 30-an

1. Stabil Secara Finansial

Bagi wanita karir, usia 30-an merupakan fase di mana karirnya mulai membaik dan stabil secara finansial. Mereka juga sudah mulai terbiasa mengatur keuangan dengan baik. Hal ini merupakan salah satu keuntungan bila memiliki momongan.

2. Rencana Masa Depan Lebih Konkret

Selain matang secara karir dan finansial, umumnya usia 30-an juga memiliki fondasi hubungan yang kuat sehingga rencana masa depan bersama buah hati lebih jelas dan konkret.

3. Stamina Masih Bugar dan Energik

Stamina dan energi di usia 30-an juga belum terlalu buruk sehingga masih memungkinkan untuk hamil dan memiliki momongan, kok.

4. Peluang Kehamilan Kembar Lebih Besar

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon perangsang folikel juga semakin meningkat. Hormon folikel adalah hormon yang dikeluarkan oleh gonadotropin dan bermanfaat untuk meningkatkan peluang kehamilan kembar.

Minus Hamil Di Usia 30-an

1. Risiko Keguguran

Semakin tua usia wanita saat hamil, maka akan semakin besar risiko terjadinya keguguran. Selain itu, hamil di usia 30-an juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik yaitu embrio tumbuh di luar rahim. Risiko keguguran ini dapat semakin besar pada wanita di atas usia 35 hingga awal 40 tahun.

2. Gangguan Genetik

Selain risiko keguguran, hamil di usia 30-an juga lebih rentan mengalami kelainan kromosom. Untuk itu, sangat disarankan melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala untuk memastikan kondisi janin baik-baik saja.

3. Risiko Persalinan Caesar

Seiring pertambahan usia, maka kemungkinan otot rahim pun tidak lagi elastis. Hal inilah yang sering menyebabkan risiko persalinan caesar pada kehamilan di usia 30-an. Tak hanya itu, masih ada hal lain yang cukup berbahaya di antaranya seperti memicu gawat janin atau gangguan persalinan.

4. Risiko Diabetes Gestasional

Sama seperti diabetes biasa, diabetes gestasional terjadi saat tubuh tidak cukup/kurang memproduksi insulin untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah di masa kehamilan.

Diabetes gestasional memiliki berbagai dampak pada ibu maupun janin, di antaranya meningkatkan risiko hipertensi hingga pre-eklampsia. Sedangkan janin dapat berisiko terserang diabetic embryopathy terutama anensefali, mikrosefali, dan congenital heart disease.

5. Risiko Bayi Lahir Prematur

Faktor terburuk yang bisa dialami ibu saat hamil di usia 30-an adalah melahirkan bayi prematur. Tak hanya itu, bayi juga berisiko lahir dengan BBLR, peningkatan risiko plasenta previa, dan pecah ketuban.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani Sarassanti

Nazri Tsani Sarassanti