check it now

Perhatikan Kesehatan Gusi Sebelum Hamil!

“Hati-hati, kesehatan gusi yang buruk ternyata bisa menyebabkan bayi lahir prematur.”

Sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya rawat kesehatan gusi. Paling tidak, begitu pesan Dokter Gigi Edward yang berpraktik di Taman Ratu, Jakarta Barat. Mengapa? Karena ternyata,  kondisi gusi yang buruk bisa menjadi salah satu penyebab bayi lahir prematur lho.

Lebih lanjut drg Edward menerangkan bahwa umumnya calon ibu mengalami perubahan fisik dan hormonal ketika hamil, sehingga menyebabkan mereka mudah lelah, mual, bahkan sering muntah. Perubahan hormonal itu erat kaitannya dengan peningkatan hormon prostaglandin dan estrogen yang menjadi salah satu penyebab vaskularisasi dan peningkatan tanda-tanda patologis gusi pada calon ibu.

Akibatnya, gusi calon ibu menjadi lebih rentan terhadap bakteri plak yang bisa mengakibatkan pembengkakan gusi atau gingivitis gravidarum yang  memiliki manifestasi seperti gusi berwarna merah tua terang atau merah kebiruan, pinggiran gusi antar gigi (interdental) membesar dan mudah terjadi perdarahan spontan, terutama saat menyikat gigi. Kondisi seperti itu biasanya terjadi pada trimester pertama dan terkadang sampai dengan trimester ketiga. Jika keadaan ini dibiarkan, maka gigi bisa menjadi goyang dan timbul bau mulut. Terlebih jika si calon ibu memiliki riwayat gusi mudah berdarah sebelum kehamilan.

Beberapa studi bahkan menunjukkan, apabila calon ibu mengalami masalah gigi dan gusi, maka bakteri yang terdapat pada plak maupun karang gigi dapat menyebar lewat pembuluh darah plasenta dan bisa mengakibatkan bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Sementara pembengkakan gusi itu sendiri biasanya tidak berhubungan dengan adanya lubang pada gigi. Melainkan karena adanya plak dan karang gigi di pinggiran gusi atau antar gigi. Bisa juga disebabkan sisa akar gigi yang belum dicabut, lubang pada area gigi yang berdekatan atau menempel pada gusi dan tepi antara tambalan dengan gusi yang tidak sempurna  atau overhanging, sehingga memudahkan makanan tersangkut.

Peradangan gusi umumnya berangsur-angsur sembuh sendiri setelah melahirkan, kecuali calon ibu mengalami penyakit periodontal yang parah. Apabila kebersihan gigi bagus, maka biasanya pengaruh hormonal pada calon ibu sangat kecil.

Gigi Berlubang

Para ahli sampai sekarang belum menemukan bukti adanya hubungan antara kehamilan dengan terjadinya lubang pada gigi. Oleh karena itu,pendapat yang mengatakan bahwa gigi ibu hamil selalu berlubang akibat kalsiumnya tersedot untuk gigi janin dalam kandungan, tidaklah benar. Proses kerusakan gigi bukan disebabkan oleh penurunan ph air liur, rasa mual/muntah maupun morning sickness, namun lebih disebabkan adanya konsumsi makanan lengket atau manis dan kebersihan mulut yang buruk. Adanya ketakutan dari calon ibu untuk berobat ke dokter gigi, dapat menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut.

Berikut beberapa hal harus diperhatikan utk menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi calon ibu :

  1. Lakukan kontrol plak. Hal ini dilakukan dengan cara menyikat gigi secara teratur 2 sampai 3 kali sehari dan menggunakan dental floss. Walaupun saat menyikat gigi, gusi mudah berdarah dan ada perubahan mood akibat hormon, calon ibu harus memotivasi diri sendiri untuk tetap menjaga kesehatan gigi.
  2. Pasien dianjurkan untuk menggunakan obat kumur fluor untuk menetralisir rasa asam sehabis muntah atau setelah makan yang manis. Calon ibu juga bisa menggunakan obat kumur yang mengandung 0,12 % Chlorhexidin dan 0,5% NaF yang dapat mengurangi risiko terjadinya lubang pada gigi dan menghambat merambatnya kuman streptococcus mutans dari air liur ibu hamil ke janin. Hindari konsumsi makanan yang manis untuk menetralisir rasa asam sehabis muntah.
  3. Lakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi. Calon ibu akan mendapatkan motivasi dan edukasi mengenai bagaimana menjaga kesehatan gigi. “Saya menganjurkan calon ibu untuk memeriksa kesehatan gigi dan mulut sebelum terjadi kehamilan sebagai tindakan pencegahan, tetapi apabila sudah terjadi kehamilan, maka sebaiknya pemeriksaan dilakukan pada trimester kedua saja, kecuali ada keadaan darurat yg memerlukan tindakan segera,” ujar drg Edward.
  4. Untuk menghindari peradangan gusi yg dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungan, maka calon ibu dapat melakukan pembersihan karang gigi. Apabila ada lubang atau karies, maka dapat dilakukan penambalan. Perawatan syaraf pada gigi juga diperbolehkan. Perawatan fluoridasi dan pemakaian fissure sealant (penutup ceruk pada gigi) bisa dipertimbangkan sebagai tindakan pencegahan.
  5. Menghindari penggunaan rontgen gigi pada saat kehamilan, kecuali ada keperluan mendesak dan untuk menghindari radiasi, calon ibu harus menggunakan apron.
  6. Mengkonsumsi sayur dan buah serta mengurangi konsumsi makanan atau minuman yg manis. Kehamilan dapat meningkatkan napsu makan calon ibu, sehingga menginginkan makanan yg tidak bergizi dan manis yang dapat mempengaruhi kerusakan gigi.
  7. Berhati-hati dalam menggunakan obat karena penggunaan obat dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Hampir semua obat yg dikonsumsi calon ibu dapat melewati plasenta dan janin yang sedang berkembang akan terpapar obat tersebut. Oleh karena itu, calon ibu perlu mengkonsultasikan obat yang akan dikonsumsi kepada dokter spesialis kandungan.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Redaksi

Redaksi

Media Sang Buah Hati menawarkan perspektif keluarga modern dalam publikasi free magazine dua bulanan dan website. Setiap tahun, SBH juga menyelenggarakan Pemilihan Model Cover dan SBH Berbakat sebagai wadah ekspresi serta bakat anak-anak.