check it now

Mengenal Gaslighting dalam Pernikahan

Sering merasa tersudutkan atau tidak dibutuhkan karena sikap pasangan? Hati-hati sebab itu bisa jadi tanda gaslighting dalam pernikahan.

Daftar Isi Artikel

Apakah Bunda pernah mendengar atau mengetahui gaslighting? Gaslighting adalah bentuk manipulasi secara psikologis oleh seseorang, sehingga korban menjadi penuh keraguan hingga merasa rendah diri. Dalam konteksi pernikahan, gaslighting juga bisa dilakukan oleh suami pada istri.

Dilansir dari Family Psychiatry and Therapy, gaslighting merupakan salah satu bentuk kekerasan secara emosional untuk mendapatkan kekuatan dari korbannya. Istilah gaslighting berasal dari film ‘Gaslight’ yang diperankan oleh Charles Boyer dan Ingrid Bergman. Film ini menceritakan tentang seorang istri yang dimanipulasi oleh suaminya hingga nyaris gila.

Meski efek gaslighting tidak terjadi dalam waktu singat namun, perilaku ini sangat merugikan karena membuat korban merasa sakit dan mengalami penderitaan yang luar biasa.

Tanda Bunda Jadi Korban Gaslighting

Sebagian besar korban tidak menyadari bahwa dirinya terjebak dalam gaslighting. Hal tersebu bisa disebabkan karena korban terlalu mencintai dan percaya pada pasangannya sehingga berpikir bahwa mereka tak akan menyakiti tanpa alasan apapun.

Berikut beberapa tanda Bunda termasuk korban gaslighting :

1. Membuat pasangannya seolah-olah bodoh dan selalu salah

Seorang gaslighter bisa mengendalikan rasa percaya diri pasangannya. Ia akan membuat pasangannya seolah-olah bodoh dan selalu salah sehingga mereka merasa tidak berguna dan apapun yang dilakukannya sia-sia.

2. Sering memutar balikkan fakta atau pembicaraan

Saat dalam situasi terpojok, seorang gaslighter akan selalu berusaha memutar balikkan fakta atau pembicaraan. Apabila Bunda sedang membicarakan kesalahannya di masa lalu, maka ia tidak akan terima begitu saja dan akan mengungkit kesalahan Bunda juga sehingga seolah-olah dirinyalah yang bersih, sempurna dan tidak bersalah sedangkan Bunda adalah seseorang yang selalu salah.

3. Melimpahkan semua kesalahan pada pasangannya

Jika Ayah adalah seorang gaslighter, maka ia akan selalu memiliki cara yang rapi dan cerdas untuk membuat seolah-olah Bundalah yang menjadi penyebab semua masalah yang terjadi. Namun sebaliknya, apabila ia berada di posisi yang bersalah, ia akan selalu menyangkal dan tak mau mengakui kesalahannya.

4. Selalu berbohong

Seorang gaslighter tidak pernah ragu untuk membohongi pasangannya. Bahkan saat Bunda sudah tahu hal yang sebenarnya, gaslighter akan tetap terang-terangan berbohong dengan cara yang sangat meyakinkan dan tidak peduli dengan fakta sebenarnya.

5. Selalu punya cara untuk memanipulasi pasangannya

Hati-hati, sebagian besar gaslighter akan selalu punya cara untuk memanipulasi pasangannya. Ia akan mengatakan hal-hal yang membuat pasangannya bingungtentang pendapat dan penilaiannya sendiri.

6. Tidak pernah mengapresiasi setiap hal dan pengorbanan pasangannya

Apakah segala hal dan pengorbanan yang Bunda lakukan tidak pernah dihargai atau diapresiasi oleh Ayah? Hati-hati, bisa jadi Bunda adalah salah satu korban gaslighting.

Secara tidak langsung hal ini dapat membuat Bunda merasa tidak penting dan seolah-olah sudah tidak dibutuhkan lagi. Bila sudah begini, akhirnya Bunda menjadi kecewa dan merasa tidak berguna untuk pasangan dan keluarga.

Itulah beberapa tanda bahwa Bunda termasuk salah satu korban gaslighting dalam pernikahan. Untuk mengatasi ini, Bunda perlu tahu dan mengenali pola gaslighting, lalu kumpulkan semua bukti, dan yang paling penting adalah berani untuk speak up. Jangan sampai Bunda terjebak dalam toxic marriage terlalu lama ya!

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani Sarassanti

Nazri Tsani Sarassanti