Langkah Menumbuhkan Jiwa Sportif dan Mental Juara pada Anak

Mengajari si kecil untuk menumbuhkan jiwa sportif dan mental juara adalah sebuah keharusan sebagai orangtua. Namun, bagaimana ya langkah yang harus dilakukan?

  1. Menjadi panutan

Orangtua sejatinya adalah panutan atau role model yang akan selalu ditiru oleh anak. Karena itu, sudah sewajarnya kalau orangtua harus memberikan panutan yang baik kepada si kecil.

Contoh sederhananya, ketika sedang menonton acara televisi, orangtua jangan sampai hanyut dalam euphoria pertandingan dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas atau meledek lawan dari tokoh atau pemain yang diidolakannya.

Selain tidak bijak, hal tersebut justru dapat memberikan asumsi bahwa sikap seperti itu wajar dilakukan sebagai bagian dari ungkapan kekecewaan. Ada baiknya orangtua memberikan tanggapan yang positif kepada tim lawan dan berbesar hati menerima kekalahan idolanya.

Bukan tidak mungkin, si kecil akan meniru dan memahami konsep sportifitas untuk menerima kekalahan dengan lapang dada.

  1. Jangan mencari kambing hitam

“Ah, itu ada main dengan jurinya.” atau “Ah, dia telah berbuat curang.” adalah kalimat yang lumrah terdengar saat suatu tim/seseorang menerima kekalahan.

Nah, untuk orangtua, jangan sampai mencari kambing hitam dengan mengatakan hal demikian atau melakukan tindakan buruk lainnya. Secara tidak langsung, kalimat tersebut akan diserap oleh anak sehingga secara otomatis mereka pun akan mencari kesalahan orang lain, bukan malah introspeksi diri dan meningkatkan daya juangnya.

  1. Jangan membebani anak

Sebagai orangtua, jangan sekali-sekali membebani si kecil dengan mengatakan, “Kamu harus menjadi juara, karena kamu yang paling pintar.”

Hal tersebut justru akan membuat si kecil merasa menjadi yang paling hebat dan memiliki obsesi harus mengalahkan lawannya, bagaimana pun caranya.

Alagkah baiknya, saat si kecil mengikuti perlombaan atau kompetisi, orangtua mengatakan,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp