check it now

Ini Lho Serba Serbi Kehamilan yang Pasti Bumil Rasakan

Kehamilan memang membawa banyak perubahan. Tidak hanya pada fisik, tapi juga psikis calon ibu. Mau tidak mau, gaya hidup pun harus diubah demi menjaga kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

Daftar Isi Artikel

Kehamilan merupakan masa yang paling membahagiakan dan ditunggu-tunggu oleh setiap wanita. Perasaan takjub, senang, haru dan terkadang cemas berbaur jadi satu.

Tak heran pada masa kehamilan, banyak calon ibu yang mencari berbagai informasi seputar kehamilan. Baik melalui internet, maupun bertanya langsung kepada keluarga, teman, atau dokter.

Agar lebih lengkap, yuk simak berbagai informasi mengenai kehamilan berikut:

Perubahan Hormon

Kehamilan membuat wanita mengalami perubahan hormon sehingga dapat menimbulkan berbagai keluhan. Berikut di antaranya :

1. Mual

Mual atau morning sickness merupakan gejala yang paling lumrah dialami ibu hamil. Selama rasa mual tidak berkepanjangan dan membuat berat turun drastis, keluhan ini tidak perlu dikhawatirkan.

Untuk meringannya, cobalah hindari beragam makanan yang berbau menyengat, perbanyak ngemil, dan makan permen jahe atau asam.

2. Anemia

Anemia atau kurang darah adalah permasalahan yang kerap menyerang ibu hamil.

Anemia terjadi karena terjadinya peningkatan eritrosit dan plasma darah. Keadaan inilah yang menyebabkan penurunan jumlah hemoglobin dan hematrokit sehingga menimbulkan anemia fisiologis.

Tak perlu khawatir atau panik bila ibu hamil mengalaminya. Sebab menurut para ahli anemia jenis ini wajar terjadi.

Adapun jenis anemia yang berbahaya yaitu akibat malnutrisi zat besi, asam folat serta vitamin B12.

Saat mengalami anemia, ibu hamil akan terlihat terlihat lesu, gampang lelah, sering pusing, sulit berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan serta bagian tubuh seperti kulit, bibir dan kuku akan memucat.

Cara paling efektif untuk mencegah anemia adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, sayuran yang memiliki daun hijau gelap, kacang-kacangan dan telur.

Jangan lupa imbangi dengan mengonsumsi vitamin C agar proses penyerapan zat besi lebih maksimal.

3. Nyeri Pinggang

Saat hamil, tubuh melepas berbagai hormon untuk meregangkan otot dalam mempersiapkan kelahiran. Hal ini tentunya akan menambah beban pada punggung dan pinggul.

Akibatnya, tidak sedikit ibu hamil yang mengalami nyeri pinggang.

Agar tidak bertambah parah, hindari berdiri dalam waktu lama, mengangkat benda berat dan tidur dengan posisi telentang.

4. Kram

Kram adalah salah satu gejala yang sering terjadi secara tiba-tiba, terlebih di malam hari. Bagian tubuh yang sering mengalami kram adalah betis.

Untuk mengatasinya, segera luruskan kaki saat kram menyerang. Mintalah suami melakukan pijatan ringan menggunakan krim atau lotion pada bagian yang kram.

5. Wasir

Wasir pada ibu hamil biasanya disebabkan oleh pembengkakan vena di sekitar lubang anus akibat tekanan dari janin.

Meski umum terjadi, namun gejala ini dapat menimbulkan rasa gatal yang membuat ibu hamil tidak nyaman.

Agar terhindar dari wasir, ibu hamil disarankan untuk mencukupi kebutuhan air serta banyak mengonsumsi makanan berserat, seperti sayuran, roti gandum, buah, dan kacang-kacangan.

6. Kaki Bengkak

Bengkak pada kaki dan jari-jari juga menjadi masalah umum yang biasa terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini terjadi karena tubuh ibu hamil menyimpan lebih banyak air dari biasanya.

Untuk menghindari terjadinya bengkak, upayakan tidak berdiri terlalu lama.

Cobalah beristirahat dengan posisi kaki lebih tinggi dari jantung agar sirkulasi darah lebih lancar sehingga dapat mengurangi pembengkakan di pergelangan kaki dan mencegah kram pada otot betis.

Nutrisi Ibu Hamil

Agar janin dalam kandungan tumbuh sehat, ibu hamil perlu menjaga asupan makanan. Berikut beberapa jenis makanan yang wajib dikonsumsi.

1. Kalsium

Kalsium adalah salah satu nutrisi yang wajib dipenuhi ibu hamil karena penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin serta menghindari risiko terjadinya osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Agar kebutuhan kalsium tercukupi, maka ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalsium seperti susu, keju, yoghurt, kacang almond, kacang kedelai, pisang serta beberapa jenis ikan seperti sarden dan salmon.

2. Asam Folat

Asam Folat merupakan zat yang sangat diperlukan untuk perkembangan otak dan saraf janin.

Kekurangan asam folat bisa menyebabkan bayi lahir cacat. Karena itu, ibu hamil harus banyak mengonsumsi makanan tinggi asam folat seperti bayam, brokoli, pisang dan jeruk.

3. Protein

Protein sangat dibutuhkan ibu hamil dan janin.

Untuk mencukupi kebutuhan protein disarankan banyak mengonsumsi daging, telur, kacang-kacangan, dan beragam produk olahan susu.

4. Vitamin

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Karenanya, jangan segan untuk selalu mengonsumsinya.

Namun perlu diingat, sebelum mengonsumsi sayur dan buah, pastikan semuanya telah dicuci bersih, dikupas dan dimasak hingga matang sempurna.

Posisi Tidur Ibu Hamil

Posisi tidur juga kerap menjadi masalah yang dialami ibu hamil. Maklum, bentuk perut yang semakin membesar membuat ibu hamil sulit menemukan posisi tidur yang nyaman.

padahal tidur nyenyak merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Para dokter menyarankan agar ibu hamil tidur minimal 7-9 jam per hari.

Rosdiana Ramli, SpOG, berpendapat bahwa posisi tidur terbaik bagi ibu hamil tidaklah baku. Semua tergantung dari kenyamanan dan kondisi/riwayat kesehatan ibu hamil.

“Tidak mungkin kan ibu hamil tidur dengan posisi tengkurap. Posisi itu pasti sangat tidak nyaman. Sebab, selain terganjal perut, payudara juga akan terasa sakit. Karena itu posisi tidur telentang bisa dijadikan pilihan,” jelas dokter Rosdiana.

Meski demikian, posisi tidur telentang hanya disarankan sampai usia kehamilan memasuki minggu ke 16. Mengapa?

Karena di minggu ke 16 berat janin semakin bertambah dan posisi telentang akan memaksa bagian belakang tubuh ibu hamil menopang seluruh berat badannya.

Hal ini justru berisiko membuat pinggang ibu sakit, mengalami wasir, gangguan pencernaan dan pernapasan.

Karena itu, dokter Rosdiana menyarankan agar ibu hamil tidur dengan posisi miring ke kiri. Sebab posisi tersebut akan membuat janin mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta.

Olahraga untuk Ibu Hamil

Banyak mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil dilarang berolahraga. Faktanya, olahraga seperti jalan kaki dan renang dapat membantu kelancaran proses persalinan.

Agar mendapatkan hasil maksimal, maka ibu hamil disarankan berolahraga paling tidak 3 kali seminggu dengan rentang waktu 30 menit setiap kalinya.

Pilih waktu berolahraga pagi hari sebelum jam 10 atau sore hari di atas jam 3 sore.

Apabila olahraga renang yang dijadikan pilihan, maka lakukan dengan gaya bebas atau gaya dada. Sebab kedua gaya inilah yang paling tenang, perlahan dan jauh dari risiko benturan.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani