check it now

Hati-hati, Susu Sapi bisa Sebabkan Anemia pada Bayi

Jangan sembarangan memberi susu sapi pada bayi di bawah satu tahun bila tak ingin mengalami risiko anemia.

Daftar Isi Artikel

Dalam sebuah bangunan, besi merupakan salah satu elemen yang berguna sebagai penyokong agar bangunan tersebut bisa tetap tegak dan kokoh berdiri.

Layaknya sebuah bangunan, tubuh manusia pun perlu mendapatkan berbagai zat agar tetap prima, zat besi salah satunya.

Zat besi tersebut bisa diperoleh dari berbagai jenis asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Sayangnya, kadar zat besi dalam tubuh juga bisa naik dan turun. Karenanya penting untuk menjaga kadar zat besi agar tetap seimbang supaya tubuh tidak kehilangan energi atau mengalami defisiensi zat besi.

Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada bayi

Dalam dunia medis, anemia memiliki banyak jenis, jumlahnya bahkan mencapai ratusan.

Namun, dari sekian banyak jenis anemia, salah satu yang paling terkenal adalah Anemia Defisiensi Besi (ADB)/

Pasalnya, penyakit ini tidak memandang usia, alias baik dewasa, anak-anak bahkan bayi sekalipun dapat mengalaminya.

Kurangnya zat besi ini membuat jumlah produksi komponen sel darah merah seperti hemoglobin ikut menurun.

Padahal hemoglobin sendiri berguna untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga bila produksi hemoglobin menurun akibatnya tubuh akan mengalami 5L yaitu Lesu, Letih, Lemah, Lelah dan Lunglai.

Menurut dr. Arti Indira, M. Gizi., Sp.GK, anemia pada anak dan bayi bisa terjadi karena beberapa alasan. Mulai dari rendahnya asupan zat besi dalam makanan, pendarahan yang terus menerus, sampai gangguan penyerapan zat besi oleh tubuh.

“Selama ini memang makanan dan minuman menjadi faktor penting tercukupinya kebutuhan zat besi dalam tubuh. Dan ternyata menurut sejumlah penelitian, pemberian susu sapi pada anak di bawah satu tahun dapat memperbesar risiko si kecil mengalami anemia,” lanjutnya.

Hubungan pemberian susu sapi dan anemia pada bayi

Pada usia 6 bulan pertama kehidupan seorang anak, kebutuhan zat besinya dapat tercukupi melalui ASI.

Selain itu, menurut pendapat seorang ahli, dr. James Parker dari Cow and Gate di Inggris, saat anak menginjak usia enam bulan maka stok alami zat besi yang didapatkan selama di rahim akan menipis. Alhasil kebutahan pasokan zat besinya pun perlu dipasok kembali.

“Kunci untuk menambah kadar zat besi itu sendiri tentu saja berasal dari makanan yang sehat dan seimbang. Untuk bayi di bawah satu tahun, ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi misalnya daging merah dan sereal. Namun yang jelas bukan dari susu sapi,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, dokter Indira juga mewanti-wanti agar orang tua tidak memberi susu sapi, baik dalam bentuk UHT, pasteurisasi maupun susu sapi segar pada anak di bawah satu tahun.

“Susu sapi memang tidak dianjurkan untuk anak di bawah satu tahun. Sebab, kalsium yang terkandung di dalamnya dapat mengganggu penyerapan zat besi. Selain itu, susu sapi juga mengandung kadar zat besi yang rendah. Anak di bawah satu tahun lebih disarankan untuk tetap mengonsumsi ASI. Bila pun tidak, ada baiknya konsumsi susu formula yang diperkaya dengan zat besi,” saran dokter Indira.

Sayangnya informasi tersebut kurang begitu dipahami oleh para orang tua. Pasalnya, Cow & Gate pernah melakukan survei yang hasilnya menyebutkan jika 9 dari 10 orangtua tidak tahu jika pemberian susu sapi pada anak dibawah 1 tahun justru berisiko membuat anak menderita anemia.

Lebih lanjut riset tersebut juga menyebutkan jika 1 dari 3 orangtua telah memberikan susu sapi kepada buah hati mereka sebelum menginjak usia 12 bulan.

Mengatasi anemia pada si kecil

Lebih jauh, dokter Indira mengatakan jika anemia terjadi secara bertahap, “Biasanya gejala awalnya 5L tadi sehingga membuat anak terlihat tidak nafsu makan atau enggan bermain. Kemudian yang lebih mengkhawatirkan adalah menurunnya kercedasan anak dan anak menjadi rentan mengalami infeksi alias gampang sakit”.

Mengingat betapa mengkhawatirkannya masalah anemia ini maka sudah sepatutnya orang tua lebih aware untuk memperhatikan pola makan si kecil.

Untuk itu, dokter Indira yang juga berpraktik di Beyoutiful Clinic ini memberikan beberapa tips agar buah hati terbebas anemia yang disebabkan pola makan yang salah.

Pertama, jangan berikan susu sapi pada anak di bawah satu tahun. Bila tidak bisa memberikan ASI, disarankan untuk memberi susu formula yang diperkaya zat besi.

Kedua, ketika menginjak usia 4 bulan dan masih menjalani ASI eksklusif, beri tambahkan suplemen zat besi yang telah diresepkan/disarankan oleh dokter.

Ketiga, saat MPASI, berikan makanan yang kaya akan zat besi seperti daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, sayuran hijau seperti bayam, kuning telur, dan sebagainya.

Keempat, berikan juga si kecil camilan sehat yang kaya vitamin seperti kiwi, melon, dan alpukat untuk membantu penyerapan zat besi.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani