Fakta Tentang ASI, Susu Segar dan Susu Formula

Dari sekian banyak jenis susu di dunia ini, 3 diantaranya yaitu ASI, Susu Segar dan Susu Formula merupakan jenis yang paling populer.  Maklum, ASI memang telah lama dikenal sebagai minuman sekaligus makanan terbaik bagi si buah hati di 6 bulan pertama kehidupannya.

Sementara susu formula sendiri terkadang jadi alternatif pengganti ASI. Lain halnya dengan susu segar yang berasal dari mamalia seperti sapi yang banyak dijual di mini market atau warung kelontong sebagai jajanan. Nah ketiga jenis susu tersebut masih banyak menyimpan informasi yang mungkin belum kita ketahui. Karenanya simak yuk informasi berikut ini mengenai fakta menarik tentang ASI, susu segar dan susu formula.

ASI :

  • Mengandung berbagai zat dan nutrisi yang dapat dicerna dengan mudah sesuai dengan kebutuhan si bayi.
  • Mengandung bahan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.
  • Menyediakan faktor kekebalan atau imunitas di saluran pencernaan bayi yang berguna untuk melawan berbagai penyebab penyakit
  • Beberapa zat penting yang terkandung dalam ASI adalah zat putih telur, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormon, asam folat, enzim, zat kekebalan, dan sel darah putih.
  • ASI yang keluar pada hari pertama sampai ketiga setelah persalinan disebut kolostrum. Berwarna kuning kental dan kaya akan antibodi yang juga berfungsi untuk melindungi bayi dari diare.
  • ASI yang keluar di hari keempat sampai kesepuluh setelah persalinan memiliki kadar lemak serta karbohidrat tinggi.
  • ASI yang keluar setelah hari ke 10 atau ASI matur berguna untuk antibodi, serta mengandung enzim, protein, dan hormon-hormon yang penting untuk tubuh.
  • Pemberian ASI secara langsung dapat menimbulkan ikatan kasih sayang serta membuat bayi merasa aman.

Susu Segar

  • Merupakan minuman yang diperoleh dari hewan mamalia seperti sapi. Susu segar mengandung berbagai zat seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin A, B, C serta
  • Karena mudah rusak, susu segar harus segera dipanaskan dan langsung dikonsumsi.
  • Untuk membuat susu segar tahan lebih lama (1 sampai 2 minggu), maka dilakukan pasteurisasi yaitu proses pemanasan susu segar dalam waktu 15 detik dengan suhu 63-72 derajat celcius.
  • Sementara untuk membuat susu segar tahan hingga 1 tahun dilakukan proses Ultra High Temperature (UHT), yaitu pemanasan susu segar dengan suhu tinggi (berkisar 135 sampai 150 derajat celcius) dalam waktu singkat (2 sampai 5 detik).
  • Anak di bawah usia 1 tahun tidak disarankan untuk minum susu segar dalam bentuk apapun, baik yang pasteurisasi maupun UHT, karena tubuhnya belum bisa mencerna langsung susu segar dengan kadar lemak yang cukup tinggi.
  • Bila diberi susu segar, anak di bawah 1 tahun juga berisiko mengalami defisiensi zat besi.
  • Kandungan protein dan elektrolit susu sapi juga lebih tinggi dibanding ASI dan susu formula bayi, sehingga bila dipaksakan diberikan pada anak usia di bawah 1 tahun, dikhawatirkan bisa memperberat beban ginjalnya.

 

Susu Formula

  • Pada dasarnya susu formula dibuat menyerupai ASI dan ditujukan untuk bayi-bayi yang memang karena satu dan lain hal tidak bisa mendapatkan ASI.
  • Bahan dasar susu formula itu sendiri berasal dari susu segar yang dikeringkan dalam suhu tinggi. Sebelum dikeringkan, kadar lemak dari susu segar dipisahkan terlebih dahulu.
  • Mengingat proses pengeringan dari susu segar menjadi susu formula dilakukan dengan suhu tinggi, maka secara otomatis dapat menurunkan bahkan merusak kandungan vitamin dan mineral dari susu itu sendiri.
  • Untuk mengakalinya dilakukanlah penambahan vitamin pada susu formula. Termasuk pula penambahan DHA dan nutrisi-nutrisi penting lainnya.
  • Meski tidak sesempurna ASI, susu formula dianggap cukup memenuhi kebutuhan Namun demikian, nutrisi yang terkandung dalam ASI tetap yang terbaik sehingga bila tidak ada masalah, ASI tetap wajib diberikan pada enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa campuran susu formula.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp