check it now

Cara Cerdas Hadapi Fase Threenager pada Anak

Menghadapi fase threenager memang tricky. Perlu cara yang cerdas untuk mengatasinya sehingga tidak melulu tersulut emosi.

Daftar Isi Artikel

Apakah Bunda pernah mendengar istilah fase threenager? Threenager adalah sebutan untuk si kecil ketika memasuki usia tiga tahun namun bersikap bak remaja usia 13 tahun.

Pada fase ini anak akan cenderung lebih keras kepala saat menginginkan sesuatu. Tak hanya itu, mereka juga lebih sering menanyakan berbagai hal yang ada di kepalanya.

Menurut seorang psikolog, pada usia tiga tahun, anak akan akan menganggap dirinya bukan ‘anak kecil’ lagi. Itu sebabnya mereka lebih bersikap keras kepala dan ingin pendapatnya selalu didengar.

Untuk menghindari perdebatan karena berbeda pendapat, ada baiknya orang tua mengenali tanda-tanda si kecil memasuki fase tersebut.

Tanda-tanda Fase Threenager pada Si Kecil

1. Ingin Melakukan Segala Sesuatunya Sendiri

Memasuki fase threenager anak ingin dianggap sebagai orang dewasa sehingga mereka ingin melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan orang lain. Misalnya ingin bermain ke rumah teman atau pergi ke suatu tempat tanpa diantar Ayah atau Bunda.

2. Lebih Kritis dan Sering Bertanya

Jangan heran jika pada fase ini si kecil jadi lebih sering bertanya “apa?” dan “kenapa?”.

Fase threenager memang dapat membuat mereka lebih kritis dan sering bertanya tentang hal apapun yang ada di pikirannya. Tak hanya itu, peraturan dan larangan dari Ayah dan Bunda pun bisa menjadi bahan pertanyaan mereka. Jadi siap-siap untuk memberikan jawaban yang tepat dan jelas ya.

3. Susah Ketika Disuruh Istirahat atau Tidur

Inilah fase tersulit untuk meminta si kecil tidur siang. Sebab mereka menganggap tidur siang hanya untuk anak kecil. Selain itu, saat malam hari pun mereka akan lebih sering melewati jam tidurnya.

4. Fase Threenager Membuat Si Kecil Lebih Keras Kepala

Pada fase ini biasanya anak mulai bersikap lebih keras kepala. Jadi harap dimaklum dan jangan langsung naik pitam ya Bunda.

Misalnya saat bunda menyuruhnya melakukan A, ia akan tetap teguh pada pendiriannya dan tidak akan mengikuti kemauan Bunda.

5. Gampang Berubah Pikiran

Anak usia tiga tahun juga memiliki pemikiran yang gampang berubah-ubah. Baru beberapa menit yang lalu memilih A, eh tiba-tiba bisa berubah menjadi B, C, dan D dalam sekejap.

6. Memiliki Keinginan yang Kuat dan Sulit Dibantah

Selain keras kepala, fase threenager juga membuat si kecil mulai memiliki opini sendiri dan yang tidak boleh dibantah oleh siapa pun, termasuk orang tuanya. Seperti memilih model dan warna pakaian, gaya rambut, hingga benda-benda tertentu.

Jurus Jitu Menghadapi Fase Threenager pada Si Kecil

Agar Bunda bisa lebih sabar saat menghadapi si kecil di fase tersebut, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Hadapi Fase Threenager dengan Santai dan Tenang

Jangan panik dan tetap jaga emosi adalah kunci utama untuk menghadapi fase threenager yang sedang dialami si kecil. Dengan bersikap santai dan tenang, maka semua solusi akan lebih mudah ditemukan.

2. Kompak dengan Pasangan

Untuk menghadapi si kecil, Ayah dan Bunda harus kompak. Terlebih saat membuat aturan di rumah. Jangan sampai ada celah yang bisa membuat si kecil membantah dan bersikap ngeyel.

3. Beri Si Kecil Pilihan

Karena si kecil menganggap diri mereka sudah dewasa, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah memberikan pilihan. Biarkan si kecil memilih mana yang mereka sukai. Namun jangan lupa berikan pengertian bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dan risiko masing-masing. Sehingga nantinya si kecil akan belajar untuk bertanggung jawab.

4. Luangkan Waktu Lebih Banyak untuk Bermain Bersama Si Kecil

Jangan lupa luangkan waktu lebih banyak untuk bermain dan berkumpul bersama si kecil. Ajak mereka berbagi cerita tentang aktivitas sehari-hari serta suka dan duka yang mereka rasakan hari itu.

5. Pastikan Semua Kebutuhan Dasar Si Kecil Terpenuhi

Selain materi dan kebutuhan fisik, Ayah dan Bunda juga perlu memastikan kebutuhan psikis seperti kasih sayang dan rasa cinta untuk mereka terpenuhi ya.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani Sarassanti

Nazri Tsani Sarassanti