Mendidik anak
check it now

Bunda, Hindari Mendidik Anak dengan Cara Ini!

Orangtua merupakan pendidik pertama bagi anak, mulai dari tentang etika kesopanan, cara bertanggung jawab, sikap empati, dan hal dasar lainnya yang harus anak pelajari sebagai bekalnya ke depan.

Daftar Isi Artikel

Orangtua merupakan pendidik pertama bagi anak, mulai dari tentang etika kesopanan, cara bertanggung jawab, sikap empati, dan hal dasar lainnya yang harus anak pelajari sebagai bekalnya ke depan. Oleh sebab itu, sebagai pendidik, orangtua harus memahami hal-hal apa yang harus dihindari dalam mendidik si kecil ya.

Misalnya, mendidik dengan selalu memanjakan anak dan menuruti semua permintaannya. Memang, sekilas tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun, tahukah Bunda bahwa hal ini dapat membuat anak menjadi sangat tergantung lho. Alhasil meski sudah dewasa nanti, anak akan selalu tergantung karena merasa semua keinginannya dapat diuturuti oleh kedua orangtuanya. Dan, tentu, ini akan menjadi masalah baginya di masa depan kelak.

Agar Bunda tak salah ambil langkah dalam mendidik anak, Sang Buah Hati telah merangkumkan 7 hal yang wajib orangtua hindari dalam mendidik si kecil, yakni :

1. Selalu Menghukum Anak dengan Hukuman Fisik

Niatnya si emang untuk anak menjadi lebih disiplin dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Namun, menghukum anak dengan hukuman fisik nyatanya tidak sepenuhnya ampuh untuk membuat anak menurut. Sebab hal itu hanya membuat anak takut, dan membuatnya menjadi mencari-cari cara untuk melakukan hal dilarang itu di belakang orangtuanya.

Selain itu, hukuman fisik juga hanya menanamkan pemikiran bahwa semua konflik harus diselesaikan dengan kekuatan fisik. Padahal, faktanya tak demikian.

2. Menjanjikan Sesuatu Agar Anak Mau Menurut

Jangan pernah sekalipun menjanjikan anak seperti hadiah mainan atau barang apapun dengan alasan agar anak mau untuk menurut. Hal ini sama saja mengajarkan anak perlikau menyogok atau menyuap agar suatu keinginannya dapat tercapai. Selain itu hal tersebut juga mengajarkan si kecil menjadi rendah diri sebab ia akan berpikir bahwa ia baru pantas mendapatkan hadiah bila dapat memathui orangtua atau orang lain saja.

3. Bersikap Plin-plan

Sebagai orangtua harus bisa mengajarkan anak tentang sikap konsisten. Salah satunya dengan memberikan konsekuensi atas setiap kesalahan anak yang sudah disepakati sebelumnya. Jangan karena perasaan sedang baik, Bunda justru tidak jadi menjalankan konsekuensi tersebut. Hal itu bisa membuat si kecil kebingunan dan membuatnya merasa hidup dalam ketidakpastiaan yang alhasil dapat membuat anak terserang perasaan cemas berlebihan. Maka tetap konsisten dalam menerapkan konsekuensi, ini juga mengajarkan anak agar belajar bertanggung jawab.

4. Memojokan Anak dalam Rasa Bersalah

Adakalanya saat kesal dengan si kecil orangtua seringkali melontarkan kayta-kata yang memiliki kesan bahwa anak adalah sumber masalah bagi orangtua. Misalnya, “kami susah payah cari uang buat kamu tahu!” atau “ini semua sebab kamu kami jadi harus utang ke mana-mana demi menghidupimu!” Padahal anak tidak seharunya bertanggung jawab atas apa yang orangtua alami. Dan sikap seperti dapat membuat anak menjadi stres, hingga bahkan berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena merasa ia adalah beban bagi kedua orangtuanya.

5. Menceramahi Anak di Depan Umum

Namanya anak-anak pasti ada saja ngambeknya. Apalagi saat mengajak anak ke mall, dan anak merengek meminta mainan yang diinginkannya. Biasanya, secara langsung orangtua akan langsung menceramahi anak. Bukannya membuat anak menurut, perilaku tersebut justru membuat anak malu dan menghasilkan kebencian atas saran yang diberikan.

Sebaiknya, lakukan pendekatan yang lebih baik agar anak tidak menjadi malu dan malah membenci saran yang baik untuknya.

6. Membanding-bandingkan Si Kecil

Niatnya si biar anak menjadi termotivasi, namun membandingkan justru hanya menghasilkan rasa merasa tidak dihargai pada diri anak. Sadari bahwa setiap anak memiliki keunikan serta kelebihannya masing-masing. Oleh sebab itu daripada membandingi, alangkah baiknya Bunda fokus untuk mengembangkan bakat anak ya.

7. Jangan Ragu untuk Menjalankan Peran Sebagai Orangtua

Disarankan untuk orangtua jangan pernah ragu menegakan ketegasan atas konsekuensi-konsekuensi yang telah disepakati sebelumnya. Apalagi mengendorkan konsekuensi saat anak tantrum. Justru membuat anak menjadikan tantrum ini sebagai senjata agar terhindar dari tanggung jawab yang harus dijalankannya.

Nah, itulah 7 hal cara mendidik yang tidak boleh Bunda lakukan ya. Ada baiknya Bunda bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan mengikuti kelas parenting atau persiapan pendidikan lainnya agar kelak Bunda dapat mendidik anak dengan cara yang lebih baik.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Bayu Elang Paringga

Bayu Elang Paringga