check it now

Bijak Mengunggah Foto Si Kecil

“ Membagikan foto si kecil di media sosial sudah menjadi hal jamak. Meski demikian, selalu perhatikan batasannya agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan!! ”

Orangtua mana yang tak tergoda mengabadikan aksi menggemaskan sang buah hati? Terlebih di jaman sekarang, dimana proses mengabadikan berbagai momen menggemaskan tersebut relatif lebih mudah. Cukup dengan menggunakan kamera handphone, maka berbagai tingkah polah lucu si kecil akan terekam sempurna, baik dalam bentuk foto maupun video.

Bedanya, dulu semua dokumentasi si kecil itu akan disimpan dengan rapi dalam album pribadi keluarga. Tapi kini, tak sedikit yang menyimpan alias membagikannya di media sosial.

Ya, media sosial sekarang ini memang telah menjelma menjadi semacam album digital yang berisi berbagai momen dan kenangan. Tapi seperti yang kita ketahui bersama, media sosial dapat diakses oleh siapapun. Artinya, ketika kita mengunggah foto maupun video si kecil, orang yang tidak dikenal juga dapat melihat atau bahkan menggunakannya untuk tindak kejahatan. Karenanya, butuh kebijaksanaan orangtua untuk memilah-milah, foto anak seperti apa yang boleh diunggah serta keterangan apa saja yang boleh dibagikan.

Foto Yang Tak Layak Diunggah 

Seperti dijelaskan Nadya Pramesrani, M.Psi., psikolog dari Rumah Dandelion, menurutnya, ada beberapa jenis foto si kecil yang memang harus dihindari untuk diunggah. Misalnya saja foto si kecil saat sedang mandi atau sedang tidak menggunakan busana. Foto-foto seperti itu ditegaskannya bisa mengundang  pelaku kejahatan seksual atau pedofil untuk mengkoleksinya.

“Bukankah kita juga sering mengajarkan kepada si kecil mengenai perlunya menutup private body part atau yang lebih akrab disebut dengan aurat? Masa karena menurut kita terlihat menggemaskan, maka kita malah mengunggahnya ke media sosial? Kan itu jelas bertentangan. Belum lagi bila sudah besar nanti, si kecil yang mulai mengerti arti privasi mungkin akan terganggu atau bahkan di bully teman-temannya gara-gara foto masa kecilnya saat sedang mandi ada di dunia maya,” ujarnya.

Untuk itu Nadya menyarankan, agar saat memandikan anak, orangtua sebaiknya fokus dan bukannya sibuk mengambil foto. Karena bukan tidak mungkin akibat sibuk berfoto ria, perhatian jadi terbelah sehingga anak malah mengalami kecelakaan seperti terjatuh atau terpeleset.

Lebih jauh Nadya juga menjelaskan, selain foto anak sedang mandi atau tanpa busana, sebaiknya foto anak yang memalukan atau memperlihatkan kelemahannya jangan sampai diunggah. Sebab foto-foto seperti itu berpotensi mengganggu privasi si anak kelak. “Foto yang sifatnya kontroversial juga sebaiknya dihindari untuk diunggah. Ingat, meskipun belum mengerti, anak juga punya privasi yang harus dihormati,” katanya lagi.

Hindari Mencantumkan Informasi Pribadi

Lebih lanjut Nadya juga mengatakan bahwa saat mengunggah foto atau video anak di media sosial, orangtua sebaiknya jangan terlalu banyak mencatumkan informasi pribadi karena bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Sekedar nama dan usia masih ok lah.  Tapi hindari mencantumkan lokasi rumah, sekolah atau tempat lesnya. Sebab dengan lebih banyak mengumbar informasi pribadi, sama saja kita memberikan petunjuk dan memberikan peluang kepada orang lain untuk merencanakan sesuatu yang buruk pada anak kita,” jelasnya.

Di samping itu, sadar atau tidak, orangtua juga sering mengunggah foto yang bisa menunjukan latar belakang ekonominya. Misalnya saja foto dengan latar belakang rumah atau mobil pribadi yang mewah. Selain itu, bisa juga foto saat liburan dengan fasilitas yang wah, baik di dalam maupun luar negeri.

“Nah, foto-foto seperti itu sudah pasti menggiurkan pelaku tindak kriminal, khususnya penculik yang memang selalu mengincar anak-anak dengan orangtua yang kondisi ekonominya mapan. Itu sebabnya, foto dengan nuansa demikian sebisa mungkin dihindari,” ungkapnya.

Lepas dari itu semua, Nadya kembali menegaskan bahwa meski mengunggah foto anak di media sosial merupakan salah satu bentuk ekspresi kebanggaan orangtua terhadap anaknya, tapi tetap saja interaksi antara orangtua dengan anak jauh lebih penting. Karenanya, orangtua disarankan untuk tidak sibuk berburu foto si kecil, termasuk saat liburan.

“Daripada riweuh sendiri berburu foto si kecil untuk diunggah ke media sosial, kan lebih baik menikmati momen bersenang-senang bersama keluarga,” tutupnya.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Redaksi

Redaksi

Media Sang Buah Hati menawarkan perspektif keluarga modern dalam publikasi free magazine dua bulanan dan website. Setiap tahun, SBH juga menyelenggarakan Pemilihan Model Cover dan SBH Berbakat sebagai wadah ekspresi serta bakat anak-anak.