check it now

6 Teladan Kartini yang Bisa Diajarkan pada Anak-Anak

Bukan hanya sebagai pejuang emansipasi, banyak juga nilai-nilai baik dari kehidupan Kartini yang bisa dijadikan teladan untuk anak-anak.

Daftar Isi Artikel

21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Biasanya, pada hari ini anak-anak akan diminta oleh guru di sekolah untuk ikut merayakan dengan menggunakan pakaian adat dan mengikuti karnaval. Atau ada pula yang diminta untuk ikut serta dalam berbagai ajang perlombaan seperti menulis surat untuk Kartini, membaca puisi bertema Kartini, dan lain sebagainya.

Ya, Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang lebih dikenal dengan nama R.A. Kartini adalah sosok perempuan yang luar biasa. Selain dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan kesetaraan gender, ia juga memiliki banyak pengalaman hidup yang bisa diteladani dan menjadi inspirasi bagi anak-anak.

Berikut enam teladan Kartini yang bisa diajarkan pada anak-anak.

1. Pantang Menyerah

Meski lahir dan besar di tengah keluarga bangsawan, namun nyatanya kehidupan Kartini masih diwarnai banyak ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Misalnya saat ia telah menyelesaikan pendidikannya di Europeesche Lagere School (ELS) pada usia 12 tahun. Pada saat itu kebebasannya untuk mencari tahu dan belajar banyak hal harus dihentikan oleh tradisi pingit. Dan ia pun harus menikah dengan laki-laki yang tidak dikenal.

Kartini tidak menyerah begitu saja, ia tidak ingin hanya menjadi perempuan yang ‘manut’ dan ‘pasrah’. Akhirnya, demi memajukan para wanita Indonesia, dalam masa pingitan, Kartini membuka sekolah untuk anak-anak perempuan yang tinggal di sekitar rumahnya. Ia mengajarkan membaca, menulis, berhitung, bernyanyi, dan keterampilan lainnya.

Sikap pantang menyerah dari Kartini ini bisa jadi teladan yang dapat Bunda ajarkan pada si kecil. Tanamkan pada diri anak sikap pantang menyerah, agar kelak mereka dapat menjadi sosok yang berani memperjuangkan mimpi dan tujuan hidupnya.

2. Berteman dengan Siapa Saja

Kartini merupakan sosok yang sederhana, bersahaja, rendah hati dan dikenal sebagai pribadi yang humble. Ia sangat mudah berbaur dan berteman dengan siapa saja, tanpa membedakan status sosial.

Karena sikap tersebutlah, Kartini memiliki banyak teman. Baik dari dalam maupun luar Indonesia.

Dari sini, Bunda bisa ajarkan pada si kecil untuk bersikap ramah, rendah hati, serta tidak membeda-bedakan teman. Bertemanlah dengan siapa saja tanpa memandang status sosial, suku, agama, dan ras agar mereka memiliki banyak teman. Bila perlu, katakan padanya bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Sehingga mereka dapat menyadari pentingnya menjalin hubungan dengan sesama manusia.

3. Patuh dan Menghormati Orangtua

Meksi memiliki pemikiran dan sudut pandang yang berbeda dari orangtuanya, namun Kartini tidak pernah benci atau bersikap buruk pada orangtuanya. Ia tetap menjadi anak yang santun, patuh dan hormat pada keputusan orangtuanya.

Begitupun pada masa sekarang. Selayaknya hubungan anak dan orangtua, Bunda dan si kecil pun pasti sering berbeda pendapat. Untuk menanamkan sikap patuh dan hormat pada anak, hal utama yang perlu Bunda lakukan adalah mendengarkan apa yang menjadi keinginan mereka. Kemudian, ajak mereka bicara dari hati ke hati sampai Bunda dan si kecil menemukan jalan tengah atau kesepakatan terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak.

4. Berani Bermimpi

“Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup. Kehidupan yang sebenarnya kejam”. Begitulah, salah satu kalimat mutiara dari Kartini.

Mimpi sangat erat kaitannya dengan cita-cita. Tanyakan pada si kecil apa yang menjadi cita-citanya dan beri kebebasan kepadanya untuk menggapai cita-citanya. Tekankan bahwa ia bisa meraih apapun yang menjadi mimpi atau cita-citanya selama ia terus berusaha dan pantang menyerah seperti yang dilakukan Kartini dulu.

5. Rajin Membaca dan Menulis

Dalam masa pingit, Kartini tidak berhenti membaca buku. Ia juga sangat senang menulis dan membalas surat-surat dari teman penanya di Belanda, di Belanda, Rosa Abendanon dan Estella Zeehandelaar.

Surat-surat yang ditulisnya sangat kritis terutama tentang perempuan yang pada saat itu tidak banyak memiliki kesempatan untuk berkembang, dibandingkan laki-laki.

Nah, Bunda juga bisa ajarkan si kecil untuk menjadi pribadi yang rajin membaca dan menulis. Sebab buku adalah jendela dunia, jadi semakin banyak buku yang dibaca, akan semakin banyak juga pengetahuan yang bisa didapat.

6. Cinta Tanah Air

Kartini adalah perempuan yang berani dan tidak pernah takut menghadapi hal-hal yang menghalangi dirinya untuk maju dan membangkitkan semangat perempuan Indonesia. Ia pun sangat bangga akan budaya bangsa Indonesia dan mencintai tanah air.

Keteladanan ini bisa Bunda ajarkan pada si kecil, salah satunya dengan membacakan buku yang berisi tentang cerita perjuangan Kartini atau pahlawan lainnya, menjelaskan makna emansipasi wanita, dan mengajak anak untuk ikut serta dalam berbagai acara peringatan hari besar nasional salah satunya Hari Kartini ini.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani Sarassanti

Nazri Tsani Sarassanti