check it now

5 Cara Membentuk Pola Makan Sehat pada Anak

Pola makan sehat sangat dipengaruhi oleh kebiasaan makan saat kecil.

Daftar Isi Artikel

Pola makan sehat bagi anak, sangat mendukung tumbuh kembangnya sekaligus melindungi mereka dari risiko terserang berbagai penyakit.

Namun, hal ini tidak lepas dari peran orang tua dalam menanamkan kebiasaan pola makan sehari-hari.

Berikut 5 cara yang dapat orang tua lakukan untuk membentuk pola makan sehat pada anak sebagai resolusi di tahun 2021.

1. Jangan Melewatkan Sarapan

Meski terlihat sepele, namun nyatanya sarapan memiliki banyak manfaat. Terlebih bagi kecerdasa anak.

Sarapan pagi diyakini dapat meningkatkan konsentrasi belajar karena nutrisi yang dibutuhkan anak terpenuhi untuk menyuplai energi.

Sebuah studi kasus Centers for Disease Control di Inggris menemukan fakta bahwa anak-anak yang tidak terbiasa sarapan mengalami penurunan kemampuan menghafal dan memecahkan masalah di usia sekolah.

Sementara anak yang rutin sarapan memiliki nilai ujian lebih tinggi, lebih tepat waktu dan memiliki sistem imunitas yang baik.

Tak hanya itu, sarapan juga dapat menurunkan risiko obesitas pada anak. Pasalnya anak yang terbiasa sarapan tidak mudah merasa lapar. Alhasil mereka pun tidak akan makan berlebih pada siang hari.

Karena itulah, meski di tengah kesibukan, rutinitas sarapan jangan sampai terlewatkan. Terlebih bagi si kecil yang sedang dalam proses tumbuh kembang.

2. Beri Kebebasan Anak Menentukan Porsi Makannya

Membiarkan anak mengisi piringnya sendiri tak lantas menjadikan Bunda dicap sebagai ‘orangtua yang tega’.

Hal tersebut justru dianjurkan oleh beberapa ahli. Pasalnya dengan begitu anak dapat mengontrol porsi makannya sendiri sejak dini.

Jadi daripada memaksa/menyodori makanan kepada anak dalam porsi besar, lebih baik biarkan mereka menentukan porsinya sendiri.

Selain menghindari makanan terbuang dan mubazir karena tidak habis, anak juga belajar bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

3. Sajikan Makanan yang Bergizi Seimbang

Tak memberi banyak pilihan makanan bukan berarti Anda menjadi Bunda yang ‘pelit’.

Hal tersebut dilakukan agar anak termotivasi untuk merasakan makanan yang sama seperti apa yang Ayah dan Bundanya makan.

Meski Bunda hanya menyajikan beberapa jenis makanan, tetapi kebutuhan gizi anak harus tetap terpenuhi.

Karenanya, saat menyajikan makanan jangan hanya memperhatikan kuantitasnya, tetapi juga kualitas. Mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral harus terdapat dalam satu porsi makanan si kecil.

Selain mengajari anak beradaptasi dengan pola makan sehat, mereka juga belajar memahami bahwa makanan yang disajikan setiap hari tidak selalu makanan favoritnya.

4. Libatkan Anak pada Prosesnya

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan mengungkap fakta bahwa melibatkan anak dalam proses memasak atau penyajian makanan tak hanya mempererat bonding, melainkan dapat mempengaruhi pola makan anak.

Hal tersebut senada dengan penelitian dalam Journal Public Health Nutrition,anak-anak yang terlibat dalam proses memasak dengan orangtuanya dapat lebih terbuka dengan makanan baru.

Dengan terlibat dalam proses tersebut, anak jadi lebih tahu mana-mana saja jenis sayur, buah atau makanan lain yang bergizi dan baik untuk tubuhnya. Alhasil mereka dapat lebih menikmati makanannya.

5. Disiplin dan Konsisten

Untuk menciptakan pola makan sehat, diperlukan kedisplinan dan konsistensi baik dari orang tua dan anak. Mulai dari jam dan waktu makan, aturan saat makan, hingga reward and punishment yang akan diterima.

Pada kasus ini, orang tua adalah teladan bagi anak. Karenanya bila jam dan waktu makan sudah diatur usahakan untuk tidak melewatkan atau men-cheat sedikit pun.

Misalnya, sarapan pagi antara pukul 07.00-08.00, makan siang pukul 12.00-13.00 dan makan malam 19.00-20.00. Dengan begitu, pola makan sehat pada anak akan terbentuk sejak dini.

Apabila anak melanggar, tak ada salahnya untuk terapkan sistem punishment agar mereka tidak mengulanginya

Namun ingat, berikan punishment yang dapat membuat mereka belajar dari kesalahan. Misalnya tidak mengizinkan mereka makan makanan yang disukai dalam jangka waktu tertentu atau lain sebagainya.

Sebaliknya, apabila anak bisa disiplin dan konsisten menaati aturan dalam jangka panjang, orang tua boleh memberi mereka reward sederhana.

Mulai dari pujian, pelukan, hingga menyajikan dessert atau makanan kesukaannya sekali-sekali. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan pola makan sehat padanya dapat terbentuk sejak dini. (/Sic)

Baca juga:
Jangan Buang Makanan, Ini 16 Tips Hindari Food Waste

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Nazri Tsani

Nazri Tsani