Sehat

Waspada Penyakit Musim Hujan

Tuesday, 14 February 2017

Beberapa penyakit identik dengan musim penghujan yang lembab. Apa saja jenisnya dan bagaimana cara menjauhkannya dari sang buah hati?

Ketika musim penghujan tiba, aneka penyakit terkait infeksi kerap menyerang. Akibatnya, anak pun mudah demam. Sehubungan dengan hal tersebut, dr.Ari F Syam, praktisi dan staf pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) mengingatkan agar orangtua mewaspadai demam tinggi yang terjadi pada si kecil saat musim penghujan.

Jika pada hari ke-3 masih tetap demam, disarankan ntuk melakukan pemeriksaan darah perier lengkap, guna melihat hemokonsentrasi (dari Hb atau Ht), sel darah putih dan kadar trombosit. Namun, jika demam tinggi disertai denga mual, muntah, dan secara umum kondisi anak memburuk hingga sulit bangun dari tempat tidur, tidak perlu menunggu sampai hari ketiga. “Segera bawa ke rumah sakit untuk observasi dan rawat inap,” tegasnya.

Kewaspadaan orangtua juga disarankan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan

Lingkungan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE. Diingatkan juga supaya orangtua tidak bosan mengingatkan dan membiasakan anak untuk hidup bersih dengan cara cuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar. Juga menjaga kebersihan lingkungan termasuk dengan cara menghindari menumpuk sampah.

Terkait musim penghujan Tjandra Yoga memaparkan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai.

  1. Diare Diare erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Selain itu juga berkaitan dengan perubahan musim. Hujan dan banjir akan mencemari air bersih sehingga ketersediaannya menjadi sangat terbatas.
  2. Deman berdarah Sering kali pada musim hujan banyak genangan air dan sampah yang dapat memicu berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti penyebab deman berdarah. Untuk itu masyarakat dihrapkan berpartisipasi aktif melalui gerakan 3 M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.
  3. Leptospirosis Penyakit ini termasuk salah satu jenis zoonosis yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan melalui hewan. Di Indonesia, hewan yang dapat menularkan penyakit tersebut adalah tikus, melalui kotoran air kencingnya. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/ kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi terinfeksi .
  4. ISPA Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya kerap menjadi langganan di musim penghujan. Gejala utama dari penyakit tersebut bisa berupa batuk, demam, terkadang disertai sesak napas dan nyeri dada.
  5. Penyakit kulit Penyakit kulit karena infeksi dan alergi juga sering muncul. Faktor kebersihan dan rentannya penularran di tempat berkumpulnya orang khususnya di pengungsian perlu diperhatikan.
  6. Deman Tifoid Demam tifoid yang menyerang saluran cerna perlu pula diwaspadai. Faktor kebersihan makanan yang disantap memegang peranan penting.

Selain enam penyakit yang umum berjangkit di musim penghujan, banyak kasus perburukan penyakit kronik yang memang sudah diderita. Penyebabnya adalah penurunan daya tahan tubuh akibat musim penghujan berkepanjangan dan banjir. Nah ayah bunda, dengan mengetahui penyebab atau faktor pencetusnya, kita semua bisa lebih waspada.

LATEST TOP NEWS