Sehat

Mengenal Olahraga Sejak Dini

Thursday, 30 March 2017

Olahraga memang dikenal sebagai salah satu obat paling mujarab untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Karenanya, tak ada salahnya memperkenalkan kegiatan ini pada si kecil sejak dini.

Sehat itu mahal harganya. Itu sebabnya, berbagai cara harus ditempuh guna menjauhkan tubuh dari aneka penyakit. Mulai dari mengkonsumsi makanan yang sehat,  menjaga lingkungan tempat tinggal agar selalu bersih dan yang pasti berolahraga.

Dilansir dari kidshealth, olahraga ternyata tak hanya berguna bagi orang dewasa. Anak-anak pun dapat memetik banyak manfaat dari kegiatan fisik tersebut. Seperti memiliki otot dan tulang kuat, memiliki tubuh lebih ramping, mencegah kecenderungan kelebihan berat badan, mengurangi risiko diabetes tipe 2, menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah.

Di samping itu, olahraga juga dipercaya mampu meningkatkan kualitas hidup. Dengan rutin berolahraga, anak akan memiliki aktivitas lain selain menonton televisi atau bermain video game. Anak juga akan lebih percaya diri dan berani mencoba kegiatan baru. Dan dengan melakukan olahraga yang sifatnya tim, si kecil akan memiliki lebih banyak teman.

Usia dibawah 5 Tahun

Untuk anak usia dibawah 5 tahun, olahraga dapat dijadikan aktivitas fisik yang menyenangkan dengan menyelipkan beragam unsur permainan. Anak di usia ini umumnya juga  sudah lancar berjalan bahkan berlari. Maka aktivitas yang bisa dilakukan yaitu mengajak anak berjalan mengelilingi lingkungan rumah atau berlari di kebun rumah. Kemudian dapat pula mengajak anak untuk bermain jungkat-jungkit atau bergelantungan di monkey bar yang biasanya disediakan di taman.

Alternatif lainnya yaitu melakukan aktivitas di dalam rumah seperti melompat meniru binatang kangguru. Bisa juga mengajak anak untuk menari bersama diiringi lagu kegemarannya. Hal yang tak kalah penting, ajarkan anak keterampilan baru seperti mengendarai sepeda dan berenang.

Usia 6 – 12 Tahun

Saat anak di usia 6-12 tahun, mereka mulai mempelajari berbagai macam olahraga dalam pelajaran di sekolah. Untuk itu, tanyakan langsung kepada mereka, olahraga apa saja yang sudah dipelajarinya. Lalu mintalah anak untuk mencontohkannya kepada Anda dan lakukanlah bersama-sama.

Di usia ini,  anak juga mulai mengenal olahraga tim. Dukung mereka untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan anggota tim. Sekali-kali, ajak anak bermain lempar tangkap bola, bulu tangkis, lompat tali, atau mengendarai sepeda keliling kompleks perumahan. Jika anak tertarik untuk belajar seni bela diri, maka tidak ada salahnya mendaftarkan anak pada kursus  bela diri sesuai yang mereka inginkan.

Usia 13 tahun

Anak berusia 13 tahun keatas biasanya sudah memiliki olahraga favorit yang mereka tekuni.  Mereka juga yang menentukan kapan olahraga tersebut akan mereka lakukan. Di masa ini,  orangtua hanya perlu mendukung anak dalam olahraga pilihannya.

Jika anak bukan tipe yang gemar pergi berolahraga, orangtua perlu mendorongnya untuk melakukan kegiatan aktif lain. Seperti jalan ke lokasi tertentu yang ingin dituju atau membantu pekerjaan rumah yang membutuhkan gerakan aktif.

Orangtua juga perlu membantunya untuk menemukan kegiatan olahraga yang cocok. Cobalah ajak anak untuk bersama-sama melakukan olahraga seperti push-up atau sit up. Bisa juga menyarankan anak untuk melakukan olahraga di rumah seperti senam, yoga, atau olahraga kardio.

 Tips Menghindari Cedera Saat Berolahraga

  1. Pastikan anak sehat dan mampu untuk melakukan kegiatan olahraga yang akan    dilakukan.
  2. Siapkan tempat yang aman dan nyaman untuk anak melakukan aktivitas olahraga.
  3. Lakukan pemanasan terlebih dahulu.
  4. Gunakan alat pelindung jika diperlukan.
  5. Bimbing anak saat mempelajari olahraga baru.
  6. Saat anak cedera dalam aktivitas olahraga, segera kunjungi dokter agar cederanya dapat teratasi.

LATEST TOP NEWS