Ragam

Pentingnya Mendiagnosis Toksoplasmosis

Friday, 7 October 2016

Toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang paling identik dengan kehamilan. Bahkan, penyakit tersebut dapat menggugurkan janin atau menyebabkan kecacatan pada bayi. Bagaimana cara penularannya?

Tak bisa dipungkiri, ibu hamil memang merupakan orang yang paling rentan mengidap toksoplasmosis, suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Toxoplasma Gondii. Diungkapkan  dr. Bertha Soegiarto, Sp. A, dari Rumah Sakit Grha Kedoya, penyakit toksoplasmosis sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyerang janin sehingga menyebabkan kematian atau keguguran.

Sementara bagi janin yang dapat bertahan hidup akibat penyakit toksoplasmasis, kelak bila lahir akan mengalami cacat. Mulai dari gangguan pada retina mata yang dapat mengakibatkan kebutaan, hingga kerusakan dan gangguan fungsi saraf.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, fakta membuktikan bahwa tak hanya ibu hamil yang berpotensi terserang penyakit toksoplasmosis. Semua orang ternyata juga berpotensi tertular kista toksoplasma. Hanya saja, wanita hamil yang tertular toksoplasma tentu lebih berisiko menularkan pada bayi yang dikandungnya sehingga dapat menyebabkan kematian atau cacat bawaan.

Media Penularan

Parasit toksoplasma umumnya dapat ditularkan ke orang lain bila kista toksoplasma termakan dan masuk ke dalam tubuh. Menurut dr. Bertha, kista toksoplasma itu sendiri sering berada pada daging mentah atau yang dimasak setengah matang.

“Kista toksoplasma banyak ditemukan pada daging babi, domba, dan rusa. Kista juga dapat ditularkan dengan cara termakan melalui tangan yang tidak dicuci bersih setelah mengolah daging mentah. Sayuran atau buah yang terkontaminasi kotoran kucing dan tidak dicuci bersih juga dapat menjadi media penularannya,” paparnya.

Pada orang dewasa, lanjut dr. Bertha, infeksi toksoplasma sering tidak memperlihatkan gejala. Namun, kadang-kadang, mereka yang terinfeksi toksoplasma dapat memunculkan gejala yang serupa dengan flu ringan. Misalnya, nyeri otot atau pembengkakan kelenjar getah bening.

“Pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, maka parasit Toxoplasma Gondii dapat  menyebar dan menyebabkan kejang-kejang. Bahkan, bisa menggangu sistem saraf pusat. Sementara bila menyerang wanita hamil, parasit itu sudah tentu akan ikut menginfeksi janin dan menyebabkan cacat bawaan atau congenital toxoplasmosis,” lanjutnya. Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya ?

Pencegahan dan Pengobatan

Oleh karena itu, penting bagi individu untuk mengetahui bagaimana cara mendeteksi ada-tidaknya parasit toksoplasma dalam tubuh. Diuraikan dr. Bertha, toksoplasma dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah, dimana akan terlihat adanya peningkatan antibodi akibat infeksi toksoplasma. Selain darah, cairan tubuh lain seperti cairan ketuban pada wanita hamil dan cairan otak, dapat pula diperiksa dengan menggunakan teknik PCR (polymerase chain reaction).

Lalu, apa yang harus dilakukan agar dapat terhindar dari penyekit toksoplasmosis? Dr. Bertha kembali menegaskan bahwa pencegahan dapat dilakukan dengan cara rajin mencuci tangan. Baik sebelum makan, setelah berkebun, setelah mengolah daging mentah, atau setelah membersihkan kotoran kucing. Selain itu, ia juga menganjurkan, untuk selalu mengkonsumsi daging yang benar-benar matang. Pastikan juga sayuran telah dicuci dengan bersih ketika akan dikonsumsi mentah.

Sedangkan bagi mereka yang sudah telanjur mengidap penyakit toksoplasmosis, maka dr. Bertha menganjurkan agar segera diobati dengan memilih terapi Antimikrobial. Namun, ia mengingatkan, parasit Toksoplasma Gondii termasuk golongan parasit yang sulit dibasmi, sehingga membutuhkan kombinasi berupa obat dalam waktu yang cukup panjang. “Untuk ibu hamil yang menderita toksoplasmosis akut, dapat mengkonsumsi obat-obatan yang mencegah penularan toksoplasma pada janin yang dikandung,” imbuhnya. Tes Toksoplasmosis apa saja yang harus diketahui ?

Tiga Tes Toksoplasmosis:

  1. Tes darah.

Meskipun terinfeksi, tes darah penderita bisa saja menunjukkan hasil negatif. Ini berarti tubuh penderita belum mulai memproduksi antibodi untuk parasit Toksoplasma Gondii. Tes perlu diulang beberapa minggu kemudian karena antibodi baru terbentuk tiga minggu setelah terinfeksi.  Pada kebanyakan kasus, hasil negatif pada tes darah juga bisa berarti seseorang belum pernah terinfeksi sehingga belum kebal terhadap toksoplasmosis.

  1. Tes pada ibu hamil

Jika sedang mengandung dan hasil tes darah menunjukkan terkena infeksi toksoplasmosis, maka ada beberapa tes lain yang harus dijalani untuk memeriksa apakah infeksi tersebut telah menular pada janin. Beberapa tes yang harus dijalani adalah Amniosintesis (mengambil sampel air ketuban penderita saat usia kehamilan di atas 15 minggu) dan Uji Ultrasound (pada pengujian ini, dokter akan melihat akibat  infeksi pada janin, seperti adanya kumpulan cairan pada otak janin).

  1. Tes Pencitraan

Jika infeksi toksoplasmosis menyebabkan penderita terkena komplikasi  yang cukup serius, maka dibutuhkan pemeriksaan tambahan untuk mengidentifikasi adanya kerusakan jaringan atau kista pada otak. Pemeriksaan tambahan yang diperlukan antara lain tes pencitraan MRI dan biopsi otak.

 

 

 

 

 

 

LATEST TOP NEWS