Ragam

Amankah Penggunaan Sunblock Untuk Si Kecil

Thursday, 11 August 2016

Sunblock memang diperlukan untuk menangkal efek negatif dari sinar matahari. Namun, amankah jika digunakan si kecil?

Sinar matahari memang bagaikan dua sisi mata uang. Sisi yang satu sangat menyehatkan karena dapat membantu pembentukan tulang. Sementara sisi yang lain mengungkapkan bahwa sinar matahari terutama pada pukul 09.00 – 15.00 sangat berbahaya. Karena dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit, termasuk kelainan pigmentasi dan kanker kulit.

Celakanya, anak-anak di bawah usia 10 tahun biasanya paling suka melakukan berbagai aktivitas di bawah terik sinar matahari. Entah itu hanya sekedar bermain kejar-kejaran, naik sepeda, atau berenang.

Untunglah, saat ini di luar sana telah banyak tersedia berbagai macam pilihan produk sunblock sebagai penangkal efek negatif sinar matahari. Sehingga si kecil dapat dengan bebas bermain dan beraktivitas di luar rumah tanpa perlu dicemaskan. Yang menjadi pertanyaan, amankah penggunaan sunblock pada anak-anak? Apa sebenarnya manfaat dan kandungan dari sunblock?

Samakah Sunblock dengan Sunscreen?

Menjawab hal tersebut, dr. Dewi Anggraini, Sp. KK terlebih dahulu mengingatkan bahwa sebelum mulai menggunakan sunblock, sebaiknya seseorang memang mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dan bahan apa saja yang terkandung di dalamnya.

“Masalahnya, banyak orang yang salah persepsi.  Tak sedikit yang menganggap bahwa sunblock dan sunscreen adalah dua macam produk yang sama. Padahal, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya,” paparnya.

Lebih lanjut dr. Dewi menjelaskan, pada dasarnya sunscreen atau yang kebanyakan orang kenal sebagai tabir surya bekerja dengan menyaring paparan sinar matahari. Sifat sunscreen adalah kimia yang mampu mengurangi radiasi ultraviolet yang menembus kulit. Namun, pada umumnya, tidak semua sunscreen mampu menyerap UV-A. Kebanyakan sunscreen hanya mampu menyerap UV-B. Selain itu, sunscreen juga seringkali tidak berwarna dan cenderung terlihat tipis atau tidak kelihatan ketika diaplikasikan pada kulit.

Sementara sunblock atau physical sunscreen, mengandung bahan-bahan mineral seperti titanium oxide dan zinc oxide yang bekerja sebagai penangkal fisik sinar matahari. Sunblock juga sepenuhnya memproteksi kulit manusia dari UV-A dan UV-B. Ketika dipakai, sunblock cenderung terlihat putih dan tebal.

Sebagai tambahan informasi, dr. Dewi juga menjelaskan tentang SPF atau Sun Protection Factor, suatu unsur yang penting dalam sunblock.

“Banyak orang hanya sekedar melihat indikator SPF tapi tidak mengerti artinya. Perlu saya jelaskan bahwa SPF berfungsi untuk menghalangi UV-A dan UV-B menembus kulit. UV-A sendiri merupakan radiasi sinar UV yang berbahaya, dimana jika terakumulasi dalam kulit dapat mengakibatkan kanker kulit serta memicu penuaan dini. Huruf A-nya sendiri muncul dari kata Aging. Sedangkan UV-B merupakan radiasi sinar UV yang dapat menghitamkan kulit, membuat kulit terbakar, dan nyeri. Namun, paparannya sendiri haya menjangkau epidermis (lapisan luar) kulit. Huruf B-nya muncul dari kata Burning,” ungkapnya. 

Dr. Dewi kembali melanjutkan bahwa pemilihan SPF yang tepat sebenarnya bergantung pada kebutuhan. Jika tinggal di tempat tropis seperti Indonesia, maka SPF yang dibutuhkan minimal 30. Sedangkan pada negara 4 musim, SPF 15 atau 20 dirasanya sudah cukup.

Amankah Sunblock Untuk Anak?

Setelah mengetahui manfaat dan bahan yang dikandungnya, dr. Dewi pun memberikan penjelasan bahwa sunblock pada dasarnya aman digunakan oleh usia berapapun, termasuk bayi.

“Tapi patut diingat, sinar matahari yang paling berbahaya adalah pukul 09.00 hingga pukul 15.00. Jika dirasa anak akan terpapar sinar matahari cukup lama di jam tersebut, maka kulit mereka memang wajib dilindungi oleh sunblock. Sementara untuk berjemur di pagi hari antara pukul 07.00 – 08.00, bayi tidak memerlukan sunblock karena sinarnya relatif aman dan menyehatkan,” jelasnya.

Lalu, sunblock seperti apa yang benar-benar cocok digunakan oleh anak? Dr Dewi mengatakan bahwa ada empat hal yang harus diperhatikan saat memilih sunblock yang aman untuk anak-anak.

Pertama, pilih sunblock yang hypoallergenic, yaitu sunblock dengan kadar pewangi, pewarna, dan pengawet tidak berlebihan atau bahkan tidak ada sama sekali. Dengan begitu, sunblock dapat menyesuaikan dengan sifat kulit anak yang biasanya lebih sensitif. Kedua, carilah sunblock dengan SPF 30 sehingga efektif digunakan di negara tropis seperti Indonesia. Ketiga, pilih sunblock yang dapat menangkal berbagai spektrum, yaitu UV-A dan UV-B. Keempat, ketika akan beraktivitas di luar, seperti berenang, gunakan sunblock yang waterproof untuk proteksi lebih lama. Sunblock dengan predikat waterproof mampu bertahan 80 menit ketika terekspos air, sedangkan sunblock water-resistant mampu bertahan selama 40 menit.

Ditegaskan kembali oleh dr. Dewi, jika digunakan dan dipilih dengan benar, maka tidak akan ada efek samping dari pengaplikasian sunblock pada anak. Tapi sekali lagi, pemakaiannya harus disesuaikan dengan jenis kulit.

“Untuk usia anak yang lebih besar dan memiliki jenis kulit yang berminyak, hindari bahan-bahan yang comedogenic (berbahan dasar minyak) guna menghindari jerawat. Lebih baik carilah sunblock dengan bahan dasar air, seperti dalam bentuk gel atau lotion. Sebaliknya, untuk kulit yang kering dan mudah pecah-pecah, cari bahan yang bersifat comedogenic,” tutupnya.

Tips Menggunakan Sunblock

  1. Gunakan sunblock 15-30 menit sebelum terpapar sinar matahari. Oleskan sebelum beraktivitas agar sunblock terserap terlebih dahulu dalam kulit.
  2. Oleskan sunblock dalam jumlah banyak. Untuk muka, keluarkan lotion dari tube minimal 3 ruas jari. Pemakaian yang terlalu tipis tidak dapat memberikan efek yang optimal.
  3. Oleskan kembali sunblock secara berkala, minimal setiap 2 jam, atau segera setelah berenang atau beraktifitas dan berkeringat yang berlebihan.

LATEST TOP NEWS