Ragam

Speech Delay, Kapan Harus Khawatir?

Wednesday, 2 January 2019

“ Tumbuh kembang anak memang cakupannya sangat luas, tak hanya terbatas pada berat atau tinggi badan si kecil. Tapi juga beberapa hal lain, termasuk kemampuannya dalam berbicara. ”

Nancy mulai khawatir melihat perkembangan Nathan, anak semata wayangnya. Pasalnya di usia menjelang 24 bulan, Nathan belum bisa mengucapkan satu patah katapun dengan jelas, termasuk kata mama atau papa. Sehari-hari yang keluar dari mulut mungilnya hanyalah gumaman tak jelas.

Karena hal itu jugalah, beberapa waktu lalu dokter spesialis anak yang menjadi langganan Nancy menyarankan untuk membawa anak kesayangannya itu ke klinik tumbuh kembang anak. Sebab dokter tersebut curiga jika Nathan mengalami speech delay.

Mengenal Speech Delay

Menurut dr. Sunarti Afif, SpKFR dari Klinik ASA BSD – Tangerang Selatan, speech delay merupakan gangguan keterlambatan bicara yang bisa dipicu berbagai macam hal, seperti kecerdasan yang rendah, gangguan pendengaran, hiperaktif atau autisme.

Memang tak bisa dipungkiri, tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda. Meski demikian, dokter Sunarti menyarankan agar orangtua tetap mencari tahu patokan normalnya, termasuk kemampuannya dalam berbicara. Sehingga apabila ada masalah pada anak bisa segera terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Lebih lanjut dokter Sunarti menjelaskan, jika di usia 3 bulan, orangtua sudah bisa mengamati bagaimana kemampuan bahasa si kecil yang ditandai dengan suara-suara bergumam atau yang dikenal juga dengan istilah fase cooing. Masuk usia 6 bulan, si kecil sudah mengeluarkan suara babbling seperti “da da da”.

Mendekati 1 tahun tepatnya di usia 9 bulan, anak biasanya sudah bisa mengeluarkan kata yang lebih bervariasi. Misalnya “ma ma ma” atau “ta ta ta”, yang mana suara tersebut memiliki variasi konsonan dan vokal yang lebih banyak.

Nah masuk usia 1 tahun, umumnya anak sudah bisa mengucapkan suatu kata seperti “mama,” meskipun dirinya sendiri belum paham dengan arti kata tersebut. Naik usia 1,5 tahun, rata-rata anak sudah bisa mengucapkan setidaknya 10-15 kata.

Masih menurut dokter Sunarti, kemampuan bahasa tersebut akan terus meningkat setiap tahunnya. Masuk usia 24 bulan misalnya, si kecil pada umumnya sudah menguasai sebanyak 50 kata, seperti susu, mata, hidung, dan lain sebagainya. Tapi biasanya, artikulasi atau pengucapannya belum terbentuk sempurna, seperti mengucap kata susu dengan sebutan “cucu”.

Di samping itu, anak usia 2 tahun juga sudah mulai bisa merangkai kalimat yang terdiri dari dua kata seperti “aku mau” atau “mama minta”. Baru menjelang usia 3 tahun, anak bisa merangkai kalimat yang lebih panjang atau terdiri dari tiga kata, seperti “mama minta susu”.

“Yang saya sayangkan, kebanyakan orangtua lebih fokus pada hal yang mudah terlihat seperti tinggi atau berat badan. Akibatnya, kebanyakan dari mereka baru menyadari jika anaknya mengalami speech delay saat usianya 2 tahun. Padahal, semakin cepat terdeteksi dan ditangani, tentu akan semakin baik,” ujar dokter Sunarti.

Stimulasi dan Pengaruh Gadget

Dokter Sunarti juga menyoroti fenomena akhir-akhir ini, dimana gadget semakin jamak digunakan bahkan oleh anak balita. Bila bukan gadget, anak juga seringkali dibiarkan menonton televisi dalam waktu lama. Alasannya tentu agar si kecil tidak rewel.

“Saya pernah menemukan kejadian dimana anak-anak yang hobi nonton video di internet memang bisa berbicara tetapi tidak bisa berkomunikasi dua arah. Jadi saat di tanya ‘sudah makan atau belum?” anaknya diam dan tak mengerti. Kalau sudah begitu ya berbahaya, karena fungsi bahasa itu kan untuk berkomunikasi dengan orang lain bukan?” jelasnya.

Untuk itu dokter Sunarti menyarankan agar anak tidak dibiarkan bermain gadget atau menonton televisi dalam waktu lama. Lebih baik ajak anak bermain bersama sembari terus di stimulasi kemampuan bahasanya.

“Misalnya sembari bermain kita bisa menunjukan nama-nama benda yang ada disekitarnya, ajak juga si kecil bercerita, berikan instruksi sederhana dan lakukan komunikasi dua arah atau tanya jawab yang mudah dimengerti olehnya. Dengan cara ini anak bisa mengumpulkan kosa kata dan mengerti apa yang dibicarakan atau ditanyakan kepada dirinya sehingga masalah seperti speech delay pun bisa diminimalisir,” pungkasnya.

Iklan Mom and Bab

event

Blossom Of Spring @Pluit Village

14 Jan 2018 11:55 AM

Kids Winter Festival

13 Dec 2017 11:15 AM

Pakar Menjawab

Tindik bayi yang aman

ferdyy

dr. Ferdy Limawal

SpA

LATEST TOP NEWS