pendapat ku

Bagaimana Cara Mendisiplinkan

Si Kecil, perlukah dengan

Pukulan Hanya Membuat Anak Takut

Mendisiplinkan anak dengan pukulan tentu bukan cara yang baik. Dengan pukulan, mungkin anak akan disiplin. Namun, anak melakukan hal tersebut karena rasa takut bukan karena ia mengerti apa manfaat dari disiplin itu sendiri. Sebaiknya berikan penjelasan apa itu disiplin, bagaimana cara melakukannya, dan apa manfaatnya untuk anak. Selain itu, kita sebagai orangtua harus mencontohkan mengenai disiplin secara konsisten, karena anak adalah peniru yang ulung. Dengan demikian, anak akan tumbuh menjadi pribadi disiplin seperti yang kita harapkan.

Pukulan Hanya Membuat Anak Takut

Mira-Bekasi

mira

Pukulan Akan Menimbulkan Trauma

Menurut saya, kebiasaan memukul anak hanya akan menimbulkan trauma dan kemungkinan besar anak akan meniru. Artinya, bila anak terbiasa dipukul, maka jangan heran jika kelak ia akan melakukan hal yang sama kepada adiknya atau teman sebayanya.

Selain itu, pukulan juga dapat mengikis rasa hormat anak pada orangtuanya, bahkan dapat menimbulkan kebencian. Ingatlah, setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang membuatnya sehat secara fisik dan mental. Jadi bagi orangtua yang suka memukul anak, sebaiknya segera hentikan kebiasaan tersebut. Lebih baik mendidik anak untuk displin dengan memberikan contoh nyata. Dengan demikian anak terhindar dari trauma.

Pukulan Akan Menimbulkan Trauma

Dwi Septiani -Yogyakarta

dwi septiani

Perlu Tapi Dengan Batasan

Mendisiplinkan anak dengan pukulan? Saya pribadi setuju dan merasa perlu, tentu dengan batasan dan ketentuan tersendiri ya. Untuk anak di bawah usia 7 tahun misalnya, sebaiknya tidak menggunakan metode pukulan. Namun untuk anak di atas usia 7 tahun yang sudah tidak bisa diatur lagi dengan metode konsekuensi seperti pemotongan waktu main, pemotongan uang jajan, dan lain sebagainya, maka (mungkin) metode pukulan bisa dilakukan.

Dengan syarat memukulnya tidak di sembarang tempat, seperti wajah, alat kelamin dan area vital lainnya. Sebaiknya pukulan juga dilakukan dengan menggunakan alat bantu, seperti satu buah sapu lidi, kemoceng, atau benda lainnya yang sudah pasti tidak membahayakan anak. Sekali lagi saya tegaskan, metode pukulan ini hanya diberikan sebagai konsekuensi terhadap perilaku anak yg sudah diluar batas. Intinya, pukulan bukan untuk menyakiti anak, tetapi seperti pecut utk mengarahkannya pada jalan yg seharusnya.

Perlu Tapi Dengan Batasan

Zemary-Bandung

zemary

Anak Bisa Sakit Hati Dan Menjadi Pemberontak

Perlukah mendisiplinkan anak dengan memukul? Tentu tidak. Sebab pukulan bisa membuat anak sakit hati dan nantinya tumbuh menjadi pemberontak. Lebih baik orangtua belajar mengendalikan diri sedapat mungkin untuk tidak melayangkan tangannya ke tubuh anak. Cukup beri pemahaman dan pengertian. Namanya juga anak-anak, tidak cukup diberitahu satu kali melainkan berulang kali. Intinya kita harus sabar dan wajib memberikan contoh langsung di depan anak-anak.

Anak Bisa Sakit Hati Dan Menjadi Pemberontak

Sherly Dwi Kharisma -Madiun

sherly Dwi kharisma

Anak Bisa Mengalami Kepahitan

Menurut saya mendisiplinkan anak tidak perlu dengan pukulan. Karena pukulan mungkin hanya bisa mengatur perilaku anak pada saat itu saja. Tapi pada akhirnya anak bisa mengalami kepahitan (trauma). Lebih baik orangtua mendisiplinkan anak dengan cara: memberikan teladan, konsisten dalam perkataan dan tindakan, serta tanpa lelah terus memberikan nasehat dan penjelasan tentang pentingnya hidup disiplin.

Anak Bisa Mengalami Kepahitan

Melinda-Surabaya

melinda

Antara Teori Dan Kenyataan

Berdasarkan teori, mendisiplinkan anak dengan memukul adalah BIG NO !! Tapi pada kenyataannya, orangtua kadangkala harus bersikap dan bertindak lebih tegas pada anaknya guna mengajarkan yang benar dan salah. Meski demikian saat terpaksa harus bertindak tegas dalam bentuk pukulan, orangtua wajib mengontrol emosinya. Artinya jangan sampai pukulan yang diberikan berlebihan dan mengakibatkan si kecil terluka serta tersakiti.

Antara Teori Dan Kenyataan

Dini Septianingsih -Jakarta

dini septianingsih

Didik Dengan Kompak

Saya memiliki 3 orang anak, ada yang penurut ada juga yang keras kepala. Meski demikian, saya memilih tidak menerapkan hukuman fisik atau pukulan untuk mendidik mereka. Sebab bagi saya kunci pengajaran displin kepada anak adalah kekompakan seluruh anggota keluarga. Dengan kata lain, ayah dan ibunya beserta seluruh pengasuhnya harus kompak dalam menjalankan peraturan.

Misalnya, jika sudah masuk jam tidur, maka semua anak harus mulai bersiap-siap tidur tanpa ada pengecualian. Jangan sampai saat ayahnya menyuruh tidur, malah ada anak yang masih diijinkan ibunya untuk bermain sebentar karena terus merengek.

Didik Dengan Kompak

Carline Youki -Cirebon

Carline

Tergantung Karakter Anak

Kalau menurut saya sih tergantung karakter anak. Misalnya anaknya penurut alias bisa diatur hanya dengan kata-kata, maka tentu tidak perlu dipukul. Tapi ingat ya, kalaupun anak harus sampai  dipukul, pukulannya jangan kasar apalagi sampai membuat anak terluka dan trauma. Berikan pukulan yang lembut guna memberi anak pelajaran bahwa apa yang sudah dia lakukan sangat keterlaluan. Intinya, terhadap anak kita harus tegas, bukan galak apalagi kasar. Sebab dalam Islam pun disebutkan bahwa anak yg tidak mau shalat boleh dipukul, bila sudah diberitahu dan diperingatkan tapi tetap saja tidak di gubris.

Tergantung Karakter Anak

Neneng-Tangerang

neneng

Pukulan Akan Membuat Anak Tumbuh Menjadi Pribadi Yang Penakut & Sensitif

Perlukah mendisiplinkan anak dgn memukul? Tentu saja tidak! Bagi saya, pukulan malah hanya akan membuat anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang penakut dan sensitif. Memang, cara mendisiplinkan anak tidaklah mudah. Tapi kita bisa terus mengajarinya dengan cara menjelaskannya secara baik-baik dan memberikannya contoh nyata. Percayalah, orangtua itu bagaikan cermin bagi anak kok. Jadi kalau kita disiplin, otomatis anak akan mengikuti.

Pukulan Akan Membuat Anak Tumbuh Menjadi Pribadi Yang Penakut & Sensitif

Frency Stephany-Riau

frency

Beri Pengertian & Pujian

Assalamualaikum,  saya ingin ikut berbagi tentang cara menyapih si kecil. Alhamdulillah, saya berhasil mengASIhi si kecil sampai umur 2 tahun 1 minggu. Beberapa hal yang saya lakukan untuk menyapih si kecil adalah :  1. Memberi pengertian pada si kecil secara berulang-ulang dengan selalu mengatakan jika sudah umur 2 tahun, si kecil minum susunya sudah tidak dengan cara nenen lagi.  2. Tidak membohongi atau menakut-nakuti si kecil dengan cara apapun. 3. Stop menawarkan Asi pada si kecil dalam kondisi bagaimanapun 4. Memberitahu kepada si kecil meskipun adek tidak nenen lagi, Mama tetap sayang sama adek (hal tersebut saya katakan sambil memeluknya) 5. Memberinya pujian saat sudah berhasil disapih.

Beri Pengertian & Pujian

Niken-Bekasi

niken bekasi

 
 
Iklan Mom and Bab

event

Blossom Of Spring @Pluit Village

14 Jan 2018 11:55 AM

Kids Winter Festival

13 Dec 2017 11:15 AM

Pakar Menjawab

Tindik bayi yang aman

ferdyy

dr. Ferdy Limawal

SpA