dokter3

dr. Ferdy Limawal

Dokter Spesialisasi Anak

Cara menangani mimisan

Pertanyaan:

Saya bapak dari seorang anak, Yoshua, 9 tahun. Meski tumbuh dengan sehat, Yoshua  kerap mimisan. Dalam satu bulan bisa 2-4 kali mimisan. Biasanya terjadi saat dia sedang bermain di bawah terik matahari.

Belakangan kami mulai khawatir, apakah mimisan yang dialami Yoshua tidak berbahaya? Mengikuti saran orangtua (kakek dan nenek Yoshua), saat mimisan terjadi, ibunya akan meminta Yoshua untuk mendongakkan kepala dan mengompres dengan air dingin. Biasanya manjur, mimisannya langsung berhenti.

Tapi itu tadi, kami sebagai orangtua mulai khawatir. Apa sebenarnya penyebab mimisan? Sudah benarkah cara penanganan yang kami lakukan? Terimakasih sebelumnya.

Ibrahim,

Makassar

Jawaban:

Dear Bapak Ibrahim,

Mimisan atau istilah medisnya epistaksis, pada dasarnya merupakan kondisi yang diakibatkan pecahnya jalinan pembuluh darah di bagian dalam selaput lendir hidung. Sebagian kecil anak, sejak lahir ternyata memiliki selaput lendir dan dinding pembuluh darah di bagian dalam hidungnya tipis, rapuh dan sensitif. Hal inilah yang menyebabkan mudah terjadi mimisan bila terpapar dengan faktor pencetusnya.

Beberapa faktor pencetus diantaranya adalah :

Sering mengupil/mengorek-ngorek bagian dalam hidung
Kondisi cuaca yang ekstrem, misalnya  terlalu dingin/ kering atau terlalu panas
Bersin atau mengeluarkan ingus terlalu keras, dan lain-lain
Bila anak mengalami mimisan, maka cara mengatasi yang benar adalah:

Jepit dan tekan cuping hidung yang berdarah dengan menggunakan ibu jari atau jari telunjuk.
Anak tetap dapat bernapas dari lubang hidung yang tidak berdarah atau dari mulut.
Duduk dengan posisi sedikit condong ke depan dengan kepala sedikit menunduk ke depan. Posisi duduk bersandar kebelakang atau mendongak dapat menyebabkan darah mengalir ke tenggorokan, sehingga dapat menyebabkan tersedak dan muntah atau darah masuk ke paru-paru.
Jepit hidung dalam posisi demikian selama minimal 5 menit. Lepaskan untuk melihat apakah darah sudah berhenti mengalir. Ulangi kembali jika perdarahan belum berhenti.
Pada umumnya mimisan tidak berbahaya, asalkan perdarahan yang terjadi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sering. Mimisan harus segera diperiksakan ke dokter jika perdarahan tidak dapat dihentikan dengan tindakan di atas. Terjadi setiap hari yang disertai demam atau sakit kepala.

Ibrahim,

Makassar

Ibrahim
Makasar

dokter3-288x191

Pertanyaan:

Saya bapak dari seorang anak, Yoshua, 9 tahun. Meski tumbuh dengan sehat, Yoshua  kerap mimisan. Dalam satu bulan bisa 2-4 kali mimisan. Biasanya terjadi saat dia sedang bermain di bawah terik matahari.

Belakangan kami mulai khawatir, apakah mimisan yang dialami Yoshua tidak berbahaya? Mengikuti saran orangtua (kakek dan nenek Yoshua), saat mimisan terjadi, ibunya akan meminta Yoshua untuk mendongakkan kepala dan mengompres dengan air dingin. Biasanya manjur, mimisannya langsung berhenti.

Tapi itu tadi, kami sebagai orangtua mulai khawatir. Apa sebenarnya penyebab mimisan? Sudah benarkah cara penanganan yang kami lakukan? Terimakasih sebelumnya.

Ibrahim,

Makassar

Jawaban:

Dear Bapak Ibrahim,

Mimisan atau istilah medisnya epistaksis, pada dasarnya merupakan kondisi yang diakibatkan pecahnya jalinan pembuluh darah di bagian dalam selaput lendir hidung. Sebagian kecil anak, sejak lahir ternyata memiliki selaput lendir dan dinding pembuluh darah di bagian dalam hidungnya tipis, rapuh dan sensitif. Hal inilah yang menyebabkan mudah terjadi mimisan bila terpapar dengan faktor pencetusnya.

Beberapa faktor pencetus diantaranya adalah :

  1. Sering mengupil/mengorek-ngorek bagian dalam hidung
  2. Kondisi cuaca yang ekstrem, misalnya  terlalu dingin/ kering atau terlalu panas
  3. Bersin atau mengeluarkan ingus terlalu keras, dan lain-lain

Bila anak mengalami mimisan, maka cara mengatasi yang benar adalah:

  1. Jepit dan tekan cuping hidung yang berdarah dengan menggunakan ibu jari atau jari telunjuk.
  2. Anak tetap dapat bernapas dari lubang hidung yang tidak berdarah atau dari mulut.
  3. Duduk dengan posisi sedikit condong ke depan dengan kepala sedikit menunduk ke depan. Posisi duduk bersandar kebelakang atau mendongak dapat menyebabkan darah mengalir ke tenggorokan, sehingga dapat menyebabkan tersedak dan muntah atau darah masuk ke paru-paru.
  4. Jepit hidung dalam posisi demikian selama minimal 5 menit. Lepaskan untuk melihat apakah darah sudah berhenti mengalir. Ulangi kembali jika perdarahan belum berhenti.

Pada umumnya mimisan tidak berbahaya, asalkan perdarahan yang terjadi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sering. Mimisan harus segera diperiksakan ke dokter jika perdarahan tidak dapat dihentikan dengan tindakan di atas. Terjadi setiap hari yang disertai demam atau sakit kepala.

Ibrahim,

Makassar

august