Nutrisi

Fakta Seputar Brokoli

Thursday, 2 June 2016

Tak bisa dipungkiri, brokoli memang sayuran kaya manfaat. Namun, agar tetap bernutrisi, perhatikan juga cara penyimpanan dan pengolahannya. 

Brokoli merupakan tanaman yang tumbuh dengan baik di daerah dingin. Sayuran yang masih termasuk kerabat dekat dari kubis dan kembang kol ini kaya akan vitamin C dan serat. Selain itu, brokoli juga mengandung vitamin A, B, kalsium, besi, asam folat, seng, protein, dan selenium.

Brokoli sangat disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil dan balita. Di usia 8 atau 10 bulan, brokoli boleh mulai diberikan pada bayi. Caranya : campurkan terlebih dahulu brokoli dengan bahan segar lain yang akan dihaluskan. Kemudian berikan kepada bayi secara perlahan.

Saat membeli brokoli, pilihlah yang kuntumnya segar dengan warna yang seragam. Jangan membeli brokoli bila di bagian kuntumnya sudah ada yang menguning. Jika tidak akan langsung digunakan, simpan brokoli dalam wadah plastik di lemari es. Ingat, jangan mencuci brokoli terlebih dahulu ya ketika akan di simpan di lemari es. Sebab proses pencucian akan meninggalkan paparan air yang dapat mempercepat proses pembusukan.

Sama seperti sayuran lainnya, jangan memasak brokoli terlalu lama agar kandungan vitaminnya dapat terus terjaga. Kemudian, jangan menyimpan brokoli dalam lemari es lebih dari 1 minggu. Sebab proses penyimpanan yang lama dapat menurunkan kadar vitamin C pada sayuran. Berikut beberapa manfaat brokoli :

1. Brokoli merupakan salah satu sayuran yang kalorinya rendah. Namun demikian, vitamin dan mineral yang dikandung brokoli, terutama folat, sangat bermanfaat untuk ibu hamil dan dapat mencegah bayi lahir cacat.

2. Brokoli membantu melawan kanker, terutama kanker payudara, usus besar dan paru-paru. Brokoli juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga baik dikonsumsi ibu hamil maupun bayi.

3. Brokoli juga mengandung antioksidan dan zat yang disebut sulforaphane. Penelitian menunjukkan, zat ini bisa mencegah kanker.

4. Ada bukti kuat bahwa brokoli dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan dpat mengurangi stress berkat kandungan antioksidan-nya.

5. Brokoli juga menurunkan risiko katarak.

Bubur Brokoli, Wortel dan Keju

(annabelkarmel.com)

Bahan:

– 300g kentang, kupas dan cincang
– 1 medium wortel (sekitar 125g), kupas dan iris
– 75 gram brokoli
– 4 sdm susu biasa bayi Anda
– 15 g mentega tawar
– 40g keju cheddar, parut

Cara Memasak:

1. Masukkan kentang dan wortel ke dalam panci, tutup dengan air mendidih dan masak sampai empuk (sekitar 20 menit).

2. Sementara itu,kukus brokoli selama sekitar 7 menit sampai lunak. Selain direbus, kentang dan wortel juga bisa dikukus bersama brokoli. Hanya saja, angkat brokoli lebih cepat dari kentang dan wortel.

3. Setelah empuk, tiriskan wortel dan kentang, kemudian hancurkan (blender) bersama susu, mentega, keju, dan brokoli)

Bubur Brokoli

(recipes4baby.com)

Bahan:

– Beberapa potong brokoli
– 2-3 wortel
– 1 sendok makan sereal / sereal beras
– 1 sendok makan susu bubuk
– Air secukupnya
– Garam (hanya diberikan jika bayi sudah berusia 1 tahun)
– 1 sendok makan minyak zaitun

Cara Memasak:

1. Rebus wortel hingga setengah empuk, kemudian masukkan brokoli.

2. Setelah beberapa menit tambahkansatu sendok makanminyak zaitun, beras dan susu.

3. Hancurkan semuanya dengan blender. Siap disajikan.

 Sup brokoli keju

(allrecipes.com)

Bahan:

– 10 ons brokoli cincang
– Kaldu ayam
– 6 sendok makan margarin
– 1 bawang bombai, cincang
– 1/2 cangkir tepung
– 2 cangkir susu
– Keju sesuai selera
– 1 jumput merica bubuk

Cara Memasak:

1. Dalam panci besar di atas api sedang, didihkan brokoli dalam air kaldu selama 15 menit. Di wajan terpisah lelehkan mentega atau margarin, tambahkan bawang dan tumis hingga harum.

2. Tambahkan tepung ke wajan, aduk rata hingga bentuknya seperti bubur. Secara bertahap masukkan susu, aduk hingga kental. Tambahkan campuran ini ke campuran brokoli dalam panic, aduk rata.

3. Tambahkan keju, aduk sampai meleleh. Terakhir, tambahkan lada.

LATEST TOP NEWS