Laporan Utama

Kembangkan Karakter dan Kecerdasan Si Kecil Lewat Musik

laput1

“Konon, musik bisa dijadikan sarana untuk mengembangkan karakter positif anak. Tidak hanya itu, lewat musik, kecerdasan si kecil pun bisa ditingkatkan. Masa sih?”

Lisa (28 tahun) saat ini sedang hamil anak pertama, buah cintanya dengan Dito (30 tahun). Layaknya ibu hamil, Lisa pun ingin memberikan yang terbaik untuk calon buah hatinya. Itu sebabnya, selain selalu berusaha menjaga asupan makannya,  Lisa juga mulai memperdengarkan musik pada janin di kandungannya.

“Kata teman-teman kantor, di usia kehamilan yang masuk bulan ke-4 ini saya memang harus mulai rajin-rajin  memperdengarkan musik lembut pada calon baby saya, terutama musik klasik. Caranya dengan menempelkan headphone di perut. Karena katanya nih, baby yang sejak dalam kandungan dibiasakan mendengarkan musik, kelak akan tumbuh menjadi anak yang cerdas,” kata Lisa bersemangat.

Yang menjadi pertanyaan, benarkah sedahsyat itu efek memperdengarkan musik saat bayi masih dalam kandungan? Bagaimana cara kerjanya sehingga musik bisa dikaitkan dengan kecerdasan seorang anak kelak?

Hubungan Musik dan Kecerdasan Anak

Sejatinya, sampai dengan saat ini memang belum ada satu penelitian pun yang membuktikan bahwa memperdengarkan musik sejak bayi dalam kandungan dapat membuatnya lahir lebih cerdas atau bahkan jenius dibandingkan dengan anak lain yang semasa dalam kandungan tidak pernah diperdengarkan musik. Sebab faktanya, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan seorang anak. Faktor yang terbesar menurut para ahli adalah genetika atau keturunan. Di samping itu, ada juga faktor lainnya seperti kecukupan gizi.

Adapun para ahli juga mengatakan bahwa bayi dalam kandungan mulai dapat menggunakan indra pendengarannya ketika kehamilan bundanya masuk trimester kedua. Nah, bila di usia kandungan tersebut sang bunda mulai memperdengarkan musik secara rutin, maka bayi otomatis akan mengenali dan terbiasa dengan suara tersebut. Tak heran jika bayi yang sudah lahir akan lebih tenang dan lebih mudah tidur nyenyak waktu kembali diperdengarkan musik lembut atau klasik seperti yang biasa mereka dengarkan saat masih dalam kandungan. Hal inilah yang menurut sebagian ahli kesehatan dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak. Karena justru di saat tidur, otak bayi akan berkembang pesat.

Lepas dari itu semua, ada juga beberapa penelitian ilmiah yang telah membuktikan efek positif dari musik bagi anak-anak. The Brain & Creativity Institute misalnya, bekerjasama dengan Los Angeles Philharmonic Association menemukan fakta bahwa sistem pendengaran anak yang belajar memainkan alat musik sejak kecil, jauh lebih peka dibandingkan dengan yang tidak. Hasilnya, perkembangan sosial, emosional serta kognitif mereka pun jadi lebih maju. Dampak lanjutannya, kemampuan perkembangan bahasa dan membaca anak-anak tersebut juga akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak lain yang tidak pernah belajar memainkan alat musik.

“Memang, sepertinya antara bermain musik dan kecerdasan anak tidak ada hubungannya sama sekali. Namun bila ditelusuri lebih dalam lagi, maka bisa kita melihat ada hubungan antar keduanya. Bahkan sudah banyak ahli yang meneliti dan menemukan fakta bahwa bermain musik dapat membantu memaksimalkan fungsi otak, meningkatkan mood sekaligus konsentrasi anak,” kata Andre Loong, S.Psi, pengajar musik di Suzuki Music Association of Indonesia.

Hubungan Musik & Pengembangan Karakter Anak

Lebih dalam lagi Andre juga mengatakan bahwa lewat musik, anak-anak juga bisa belajar mengembangkan beberapa karakter positif, seperti :

Tekun dan Gigih

Ketika belajar memainkan alat musik, hampir semua anggota tubuh terlibat. Telinga misalnya, harus selalu siap mendengarkan setiap not yang dimainkan. Mata secara khusus harus mampu berkonsentrasi memperhatikan not serta anggota tubuh yang digunakan untuk memainkan alat musik. Sementara jari jemari atau anggota tubuh lainnya secara aktif akan bergerak sesuai dengan not yang dimainkan.

“Dengan hampir semua anggota tubuh yang terlibat, tentu tidaklah mudah untuk bertahan memainkan musik tanpa ketekunan dan kegigihan. Itu sebabnya, anak yang terbiasa belajar bermain musik kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang tekun dan gigih,” jelas Andre

Sabar

“Ingin melatih kesabaran anak? Cobalah memasukkannya ke kursus musik. Sebab untuk belajar musik tidak bisa instan. Harus sabar dan rutin berlatih,” tegas Andre. Terlebih saat bermain musik, seorang anak dituntut untuk bisa menahan keinginannya bermain cepat alias harus bermain sesuai dengan  temponya. Itu sebabnya, musik dikatakan dapat membantu melatih kesabaran anak.

Berkomitmen dan Stabil

Dalam bermusik sangat disarankan untuk berkomitmen dan stabil dalam menjaga jadwal berlatih.  Seperti halnya Joey Alexander, pianis muda asal Indonesia yang pernah mendapatkan nominasi Grammy Award. Dalam kesehariannya, Joey dikenal sangat rajin berlatih. Bukan hanya seminggu dua kali, tapi setiap hari !! Komitmen untuk berlatih secara teratur itu tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Tetapi jika sejak kecil seorang anak sudah dibiasakan memiliki jadwal rutin berlatih musik, maka di kemudian hari mereka juga akan terbiasa memiliki komitmen dan hidup lebih stabil.

Percaya Diri

Ketika mengikuti kursus musik, pasti akan ada waktunya dimana anak diminta untuk menunjukkan kebolehannya. Entah saat ujian di depan para pengajarnya, atau tampil di depan umum guna menghibur. Di saat itulah anak akan belajar lebih percaya diri.

Mengenal Alat Musik Yang Tepat Untuk Anak

Memilih alat musik yang paling tepat untuk dipelajari seorang anak memang bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika si anak sendiri masih bingung alat musik seperti apa yang ingin dipelajarinya. Untuk itu Andre Loong, S.Psi, Psikolog sekaligus pengajar music di Suzuki Music Association of Indonesia menyarankan agar orangtua mengenal terlebih dahulu beberapa alat musik yang banyak beredar di masyarakat.

Piano dan Keyboard

Piano dan keyboard memiliki ciri khas tetap bisa dinikmati, baik secara melodi maupun harmonisasinya, meski dimainkan secara solo alias tanpa bantuan alat musik lain. Hal ini terkadang membuat pemainnya menjadi individual. Selain itu, harga piano umumnya cukup mahal. Untunglah ada “penggantinya” yang memiliki harga jauh lebih murah yaitu keyboard.

String / Alat Musik Gesek

String String atau alat musik gesek memiliki empat anggota yaitu violin atau biola, viola, cello dan bass. Agak mirip dengan violin, viola dimainkan dengan cara yang sama, tetapi dengan ukuran yang lebih besar dan suara lebih rendah. Sementara cello dan bass dimainkan dengan cara meletakkan bagian bawah tali pengikat di lantai. Pertanyaannya : dari empat alat musik gesek tersebut, mana yang paling cocok dipelajari oleh anak-anak?

“Untuk mengetahui alat musik gesek apa yang paling cocok untuk anak-anak, maka kita bisa minta pengajar alat musik tersebut untuk memainkannya satu demi satu dihadapan si kecil.  Apabila saat dimainkan anak menjadi lebih fokus, ceria, atau menunjukkan hal positif lainnya, maka bisa dipastikan alat musik gesek itulah yang paling cocok untuk mereka,” terang Andre.

Woodwind / Alat Tiup Kayu

Harga alat tiup kayu umumnya sangatlah terjangkau. Dan sama halnya dengan alat musik gesek, alat tiup kayu juga memiliki empat anggota yaitu flute, oboe, clarinet dan bassoon. Saat ini flute paling banyak dikenal, karena mungkin cara bermainnya unik yaitu meletakkan alat musiknya menyamping dari mulut pemainnya. Suara yang dihasilkannya juga cenderung lembut dan lebih tenang.

Sementara clarinet sifat suaranya lebih hangat dan empuk. Sedangkan oboe lebih terdengar bulat dan utuh. Sehingga dalam pagelaran orkestra, oboe lah yang biasanya akan memimpin seluruh alat musik dalam mengambil nada dasar. Terakhir yaitu bassoon yang mungkin masih terdengar asing. Alat musik ini memiliki rentang nada paling luas dari semua alat tiup kayu.

Brass / Alat Tiup Logam

Anggota alat tiup logam ada lima yaitu french horn, trombone, trumpet, tuba, dan saxophone. Secara garis besar, alat tiup logam menghasilkan suara yang lebih berat dan utuh dibandingkan dengan alat tiup kayu. Namun perlu diketahui pula, harga alat musik ini lebih mahal dibandingkan dengan alat tiup kayu. Tetapi karena warna suaranya yang khas, alat tiup logam mampu menarik beberapa kalangan untuk menekuninya.

Hal yang unik dari alat tiup logam adalah mereka mempunyai teknik bermain yang mirip. Jadi pada waktu seseorang mampu bermain trombone atau trumpet, biasanya mereka juga sanggup memainkan tuba atau french horn.

Gitar

Inilah salah satu alat musik yang menawarkan segudang keanggunan. Di samping itu, gitar juga memiliki harga yang cukup terjangkau. Tenaga pengajarnya pun berlimpah. Sama halnya dengan piano, gitar juga dapat dinikmati dalam permainan solo.

Perkusi / Drum

Anak lelaki umumnya lebih tertarik mempelajari alat musik ini. Dengan mempelajari drum, seorang anak biasanya akan lebih mudah mengontrol emosinya.

Harpa

Bagi mereka yang mempunyai dana lebih dan tempat yang memadai, harpa bisa dijadikan pilihan. Meski demikian, orangtua yang memilih harpa untuk anaknya juga harus mengetahui jika alat musik yang satu ini butuh perawatan ekstra. Misalnya, suhu udara untuk menyimpan alat ini tidak boleh terlalu panas atau dingin. Kelembapan udara di tempat penyimpanannya pun harus terus dikontrol sehingga tidak merusak suaranya.

Tips Memberikan Semangat Agar Anak Tekun Berlatih Musik

Belajar musik memang tidak bisa dalam waktu satu dua hari. Itu sebabnya, anak harus terus di dorong dan diberikan semangat agar tetap tekun berlatih. Berikut beberapa tips yang diberikan Andre Loong agar si kecil tetap betah belajar musik.

Beri Pujian dan Perhatian

Dari semua hadiah, pujian adalah yang paling murah dan sangat efektif untuk membangun semangat anak agar tetap tekun berlatih. Meski demikian, pujian yang diberikan haruslah tulus alias bukan basa basi semata. Paling tidak, cobalah untuk selalu menghargai usaha anak. Dalam arti sesedikit apapun perkembangan yang bisa dicapai anak saat berlatih musik, hargailah dengan memberikan kata-kata yang positif. Dengan demikian anak akan makin bersemangat belajar musik.

Beri Sentuhan

Ternyata salah satu bahasa kasih yang mudah dimengerti oleh anak adalah sentuhan fisik. Pelukan hangat sesudah berlatih atau belaian lembut di kepala bisa menjadi penyemangat.

Beri Waktu

Luangkanlah selalu waktu untuk menonton anak ketika mereka sedang diwajibkan tampil guna memperlihatkan keahliannya bermain musik. Usai menonton, ajak si kecil merayakan keberaniannya tampil dengan makan di restoran favoritnya.

Beri Pelayanan Spesial

Berlatih musik tentu membutuhkan energi tersendiri. Karena itu, tidak ada salahnya bila seusai berlatih orangtua memberikan pelayanan spesial  kepada si kecil dengan cara membuatkannya makanan ringan atau minuman hangat. Sesekali boleh juga memberikan mereka  pijatan ringan.

LATEST TOP NEWS