Laporan Utama

Aneka Produk Pilihan Untuk Si Kecil

aneka produk kecil

Di tengah keberagaman produk bayi yang ditawarkan pasar, orangtua dituntut lebih jeli membedakan dan menentukan, produk mana yang paling tepat dan aman bagi sang buah hati. Karenanya, jangan sampai salah pilih !!

Kebutuhan si kecil sejak lahir sampai balita memang sangat beragam. Mulai dari pakaian, perlengkapan mandi, stroller, hingga pampers.  Sebelum dibeli, semuanya tentu harus dipertimbangkan dengan baik dan tidak bisa dipilih secara sembarangan. Itu sebabnya, butuh pengetahuan yang memadai akan setiap produk yang terdapat di pasaran. Agar tidak salah pilih, yuk simak ulasan SBH tentang aneka produk yang esensial untuk si kecil.

Pakaian

Saat ini di pasaran tersedia beraneka ragam model pakaian bayi. Semuanya terlihat lucu dan menggemaskan. Namun, jangan asal beli. Sebab disamping trendi dan lucu, ada beberapa hal penting lainnya yang  perlu diperhatikan.

Menurut Gabriella Rayana Lengkong dari Mommy Baby Mall, hal paling utama yang harus diperhatikan saat memilih pakaian untuk bayi adalah jenis bahannya. Lebih lanjut, ia  mengungkapkan bahwa bahan pakaian yang paling cocok untuk bayi adalah katun (cotton). Karena selain  nyaman dipakai, pakaian bayi yang berbahan dasar katun juga mudah menyerap keringat sehingga cocok digunakan sehari-hari. “Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, pakaian bayi dengan bahan dasar katun adalah pilihan yang paling tepat. Sebab, bahan katun akan memberikan sensasi sejuk dan nyaman dibandingkan dengan bahan lain seperti polyester,” terangnya

Agar tidak salah pilih, Gabriella juga menyebutkan beberapa bahan pakaian yang sebaiknya dihindari karena kurang nyaman dan tidak baik untuk kesehatan bayi. “Bahan pakaian berbahan nylon, acrylic, atau spandex sebaiknya dihindari bayi karena selain tidak nyaman saat dikenakan, bahan ini juga melewati berbagai macam proses kimia yang tidak dianjurkan dipakai dalam jangka waktu lama karena berbahaya untuk kesehatan. Terlebih kulit bayi sangat sensitif, sehingga sembarangan memilih pakaian dapat mengakibatkan kulit menjadi iritasi dan gatal.,” jelasnya. Selain bahannya, Gabriella juga mengingatkan agar ukuran dan model pakaian yang digunakan harus sesuai dengan aktivitas anak. Sarannya, hindari pemakaian pakaian yang kesempitan atau kebesaran sehingga anak dapat tetap aktif bergerak.

Perlengkapan Mandi

Sama halnya dengan pakaian, pemilihan perlengkapan mandi seperti: shampo, sabun mandi, baby cream, cologne, dan lain sebagainya juga tidak bisa sembarangan. Menurut Widyastuti Karnadi dari Baby Huki, ketika memilih produk perlengkapan mandi bayi, para orangtua harus memperhatikan material, kelembutan, dan ketajaman dari produk.

“Untuk materialnya, penting dipastikan bahwa zat yang terkandung didalamnya natural dan tanpa bahan tambahan kimia yang berlebihan,” jelasnya. Sebagai contoh, saat ini banyak perlengkapan bayi yang beredar di pasaran mengandung paraben serta sodium lauryl sulphate (SLS), deterjen keras penghasil gelembung atau busa yang mengandung bahan kimia berbahaya. Walaupun SLS biasa ditemukan dalam produk perawatan pribadi seperti pasta gigi, sabun mandi, dan shampo, bahan ini menurut Widya tidak boleh digunakan untuk bayi karena lapisan luar kulit bayi yang masih sangat tipis sehingga lebih sensitif terhadap bahan-bahan tersebut dibandingkan dengan orang dewasa.

Dr. Bertha Soegiarto, Sp. A pun mengamininya. Ia menuturkan, meski tidak ada bukti medis bahwa paraben dan SLS dapat menyebabkan kanker, bukan berarti produk dengan kandungan 2 senyawa kimia itu aman untuk bayi. Sebab menurut beberapa penelitian, paraben dan SLS terbukti dapat menyebabkan iritasi dan ruam pada kulit bayi.

Lebih lanjut, Widya juga menyarankan agar orangtua memilih produk perlengkapan mandi bayi dengan pH netral kulit (5.5-6.5). Hal ini penting dilakukan guna menstabilkan kelembaban kulit dan mencegah iritasi pada bayi.

Pampers

Produk perlengkapan bayi yang tidak kalah pentingnya adalah pampers atau popok bayi sekali pakai. Dituturkan oleh Jaya Saputra, GM Sales Marketing dari PT. Tata Global Sentosa, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih pampers untuk bayi. Diantaranya adalah pampers tersebut harus memiliki permukaan yang lembut dan berbahan halus.

Disamping itu, pampers harus slim sehingga bayi tidak terbebani serta memiliki daya serap yang tinggi dan tahan lama. Pampers juga dikatakannya harus memiliki penahan bocor pada sisi sampingnya serta karet pinggang yang elastis. Dan hal lain yang tak kalah pentingnya, pampers juga harus memiliki harga yang terjangkau. Lebih lanjut Jaya juga menjelaskan bahwa sebenarnya ada 2 jenis popok yang beredar di pasaran, yaitu popok sekali pakai atau pampers seperti yang kita kenal dan popok cuci ulang.

“Menggunakan popok cuci ulang tentunya lebih hemat dari segi biaya dibandingkan dengan popok sekali pakai. Selain itu, popok cuci ulang sifatnya ramah lingkungan dan dapat menjadi media untuk melatih si kecil buang air kecil di kamar mandi. Karena jika sudah terbiasa, orangtua dengan sendirinya akan mengetahui, kapan dan berapa jam sekali si kecil harus buang air,” jelasnya.

Namun, popok cuci ulang tentunya  juga memiliki beberapa kelemahan seperti memerlukan waktu yang lebih banyak karena harus mencucinya setelah digunakan, rentan bakteri jika tidak dicuci dengan bersih, serta kurang praktis untuk dibawa ketika berpergian. Oleh karena itu, popok sekali pakai atau dikenal  pampers bisa dijadikan pilihan. Karena lebih praktis, mudah didapatkan, higienis, dan lebih fashionable/stylish.

Selain bahan dan jenisnya, Jaya juga menuturkan bahwa perkembangan usia bayi juga berpengaruh terhadap pemilihan pampers, dimana usia menentukan ukuran yang akan dipilih serta modelnya, entah itu model pants atau tape. “Jangan memilih pampers yang kebesaran atau kekecilan. Saat bayi mulai besar dan bergerak kesana kemari, sebaiknya beralihlah dari model tape ke pants. Intinya, jangan sampai salah memilih pampers karena hal tersebut dapat berpengaruh pada tingkat kenyamanan bayi. Jika bayi tidak nyaman, tentu akan rewel,” ujar Jaya mengingatkan.

MAKANAN TAMBAHAN

Selain makanan utama, bayi juga membutuhkan makanan tambahan atau snack. Produk makanan tambahan bayi yang beredar di luar sana pun beraneka ragam, seperti biskuit bayi, cereal bayi, jelly, yoghurt, dan lain sebagainya.

Menurut Dwisesanti, head of process integrator PT. Tigaraksa Satria, pemberian snack pada bayi sebaiknya dilakukan setelah bayi berusia 6 bulan. Karena di 6 bulan pertama adalah masa eksklusif ASI, sehingga snack seringkali disebut MPASI (makanan pengganti ASI).

“Pada dasarnya, snack yang alami seperti buah-buahan tentu lebih disarankan. Bagi bayi berusia 6 bulan, buah-buahan seperti pisang, pepaya dan alpukat bisa diberikan dengan cara dihaluskan terlebih dahulu. Ketika bayi mulai memiliki gigi, buah bisa diberikan dalam potongan kecil-kecil,” ujar ibu dari 3 orang anak laki-laki ini.

Namun apabila merasa diperlukan, jenis snack bayi lain selain buah-buahan juga dapat diberikan. Tentunya dengan memperhatikan beberapa hal. “Yang utama, pilih snack  khusus bayi yang tidak menggunakan bahan pengawet. Apabila ingin memberikan biskuit, pilih yang kadar gulanya tidak terlalu tinggi.

Dwisesanti juga menjelaskan bahwa pemilihan jenis snack yang diberikan sebaiknya jangan sembarangan alias harus bertahap dan mengikuti usia perkembangan bayi. “Untuk MPASI memang sebaiknya dimulai dengan buah, biskuit, lalu baby cereal. Setelah itu secara bertahap baru masuk ke makanan lain seperti bubur, tim, dan akhirnya nasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat bayi masih berada dalam proses perkembangan saluran cerna,” tutupnya.

Stroller dan Boks Bayi

Salah satu hal esensial dari produk bayi lainnya adalah kereta bayi atau  stroller dan boks bayi. Pemilihan kedua barang ini pun tidak boleh sembarangan dan perlu mempertimbangkan banyak aspek, terutama keamanannya.

Menurut Erwin Liman, owner dari tokobayi.com, hal pertama yang perlu dipikirkan ketika akan memilih stroller adalah dimana stroller tersebut akan digunakan.Jika digunakan di perkotaan, pilihlah  full size stroller karena lebih kokoh dibandingkan jenis yang lain, nyaman untuk bayi, serta mudah didorong. Kelemahannya,  jenis stroller model ini biasanya lebih berat.

Jika stroller digunakan untuk outdoor, pilih outdoor stroller karena roda-rodanya lebih tahan lama dan lebih nyaman untuk jalanan yang tidak rata. Akan tetapi, stroller dalam kategori ini umumnya memiliki ukuran lebih besar dibandingkan jenis stroller lain. Sementara untuk travelling, pilihlah stroller yang ringan sehingga mudah diangkat dan dapat dilipat menjadi lebih kecil. Namun, stroller dalam kategori ini lebih berat untuk didorong dan memiliki ruang duduk yang lebih kecil.

Lebih lanjut, Erwin juga mengatakan bahwa sebelum memutuskan jenis stroller yang akan dibeli, sebaiknya orangtua menanyakan terlebih dahulu beberapa hal sebagai berikut : Dari usia berapa hingga usia berapa stroller dapat digunakan?, berapa maksimum berat bayi yang mampu ditahan stroller?, apakah stroller sudah lulus tes keamanan dari negara maju seperti Eropa dan Amerika?adakah sertifikasinya?, berapa lama garansi produk? Serta bagaimana reputasi merek tersebut?

Sementara untuk memilih boks bayi, Erwin menyarankan agar orangtua terlebih dahulu harus memperhatikan lokasi atau luas tempat yang akan digunakan untuk menaruhnya.  Secara lebih terperinci Erwin menjelaskan 3 jenis boks bayi berdasarkan manfaatnya.

Boks Kayu

Dibandingkan dengan jenis lain, boks kayu lebih kokoh dan ukurannya dapat disesuaikan dengan lokasi. Dalam perkembangannya, beberapa model boks bayi dapat diubah menjadi ranjang anak atau ranjang dewasa sesuai perkembangan usia anak. Namun kelemahannya, boks kayu berat dan sukar untuk dipindah-pindah, serta memakan biaya yang lebih mahal. Selain itu,  Erwin juga menambahkan bahwa dalam memilih boks kayu, perlu juga diperhatikan cat yang digunakan  aman untuk bayi, serta pastikan sudut-sudut kayunya tidak tajam. Apabila ada pagar yang dapat dibuka, pastikan pagar tersebut tidak membahayakan dan dapat menjepit bayi.

Boks Plastik atau Playard

Boks plastik lebih kecil dan ringan sehingga dapat dengan mudah dipindah bahkan dibawa travelling. Boks jenis ini juga dapat dilipat serta memakan biaya yang lebih sedikit. Beberapa model playard bahkan dapat dicuci. Akan tetapi, boks ini terbatas hingga usia dan berat tertentu saja.

Keranjang Bayi

Keranjang bayi kecil dapat digunakan ketika bayi tidur di ranjang orangtua. Dengan menggunakan keranjang bayi, ibu akan lebih dekat dengan sang buah hati serta dapat dengan mudah mengangkat atau menyusui bayinya tanpa harus turun dari ranjang. Namun, pemakaian keranjang bayi sangat singkat. Saat si kecil sudah bisa duduk sendiri, maka keranjang bayi tidak lagi disarankan.

Minyak Telon

Minyak telon adalah salah satu produk untuk bayi yang telah digunakan turun-menurun sejak zaman dahulu. Tapi, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan minyak telon? Dijawab oleh Vincent Suprana dari Jamu Djago, berdasarkan namanya, dalam bahasa jawa minyak telon berarti 3 minyak (telon = telu = tiga).

Ketiga minyak tersebut secara tradisional terdiri dari minyak kepala sebagai pengencer dan pelembab, minyak kayu putih sebagai penghangat badan, dan minyak adas sebagai antioksidan dan anti bakteri. “Minyak ini telah digunakan di Indonesia secara tradisional sejak zaman kerajaan Mataram,” tambah Vincent.

Dari sinergi ketiga kandungan tersebut, minyak telon pun berkhasiat dalam menghasilkan perlindungan yang lengkap terhadap bayi, seperti menghangatkan badan, menghindarkan bayi dari masuk angin, serta memberi aroma yang sangat harum.

Dalam memilih minyak telon yang tepat, Vincent menyarankan agar orangtua terlebih dahulu melihat prosentase kandungan didalamnya.  “Coba lihat pada kemasannya, apakah kandungan minyak kayu putihnya  terlalu tinggi atau tidak? Karena pada dasarnya, minyak kayu putih cukup keras terhadap kulit bayi yang lembut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Vincent menuturkan bahwa pada dasarnya minyak telon aman digunakan oleh bayi sejak lahir. Meski begitu, tetap perlu diaplikasikan secara bertahap dan secukupnya karena ada kemungkinan kulit bayi terlalu sensitif dan tidak tahan terhadap telon. “Bila kulit bayi terlihat merah dan iritasi, segera hentikan penggunaan telon untuk sementara,” tegasnya.

Vincent juga mengingatkan bahwa penggunaan minyak telon tidak untuk area sensitif seperti muka, serta disarankan tidak mengenai telapak tangan dan kaki. Hal ini untuk menghindari telon tertelan bayi ketika mereka memasukkan tangan atau kakinya ke dalam mulut.

LATEST TOP NEWS