Kuliner

Nasi Udang Empal Bu Rudy

Monday, 11 April 2016

Jika singgah ke Surabaya, sempatkanlah mampir di Depot Bu Rudy. Sebab ada banyak makanan lezat sekaligus ikon oleh-oleh khas Kota Buaya disana.

Selain identik dengan julukan Kota Buaya dan Kota Pahlawan, Surabaya tampaknya juga tak dapat dipisahkan dengan nama Bu Rudy.  Tidak percaya? Coba saja tanyakan pada orang-orang terdekat, oleh-oleh apa yang ingin didapatkan jika kita akan pergi ke Surabaya? Dijamin mayoritas jawabannya adalah Sambal Udang Bu Rudy.

Ya, tidak dapat dipungkiri, nama Bu Rudy memang sudah tidak asing lagi. Mulai dari warga biasa, artis hingga pejabat negara, pernah mencicipi dan ketagihan dengan kelezatan masakannya, terlebih sambal bawangnya.

Tak heran jika depotnya, terutama pusatnya yang ada di Jalan Dharmahusada No 140, Surabaya, selalu dipenuhi pengunjung, baik warga Surabaya asli maupun pelancong. Alhasil, jalan raya didepannya pun kerap dibuat macet. Beruntung jam bukanya hanya dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00. Sehingga lepas dari jam tersebut jalanan bisa kembali lancar.

Pusat Oleh-Oleh

Bila dibandingkan dengan restoran serupa, penampakan Depot Bu Rudy sebenarnya tak istimewa. Sederhana dan cenderung terkesan apa adanya. Di bagian depan depot tampak berjajar beberapa penjaja makanan kecil seperti lumpia dan pisang goreng madu.

Masuk ke pintu utama, pengunjung akan disambut hamparan rak susun. Rak di lorong pertama yang paling dekat dengan jalan berisi aneka jajanan pasar. Semuanya terlihat berlimpah, tertata rapi dan menggiurkan. Ada kelepon, putu mayang, kue lumpur, lemper, carabikang, dan lain sebagainya.

Disampingnya terdapat rak yang berisi berbagai macam oleh-oleh khas Surabaya. Mulai dari kerupuk udang sampai aneka makanan kering lainnya. Dan ini dia yang paling sering dicari, di rak paling ujung dekat tembok, terdapat susunan wadah plastik berisi udang yang sudah di goreng kering.

Dibawahnya ada 3 macam sambal Bu Rudy dengan warna tutup yang berbeda. Tutup berwarna merah menandakan sambal terasi, warna hijau menandakan sambal ikan peda dan yang paling best seller adalah tutup berwarna kuning yang menandakan sambal bawang.

Dari Nasi Udang Empal Sampai Plecing Kangkung

Usai melewati area oleh-oleh, pengunjung bisa masuk ke ruang bagian dalam yang berisi puluhan meja untuk makan. Bila ingin yang ber-ac, silahkan menunggu meja kosong di ruangan kaca. Nantinya begitu  mendapatkan tempat duduk, pelayan yang bertugas dengan sigap akan menyodorkan lembaran menu yang bertuliskan berbagai masakan khas nusantara. Seperti pecel, rujak cingur, semur, nasi bakar, pepes, botok, lodeh, plecing kangkung, dan lain sebagainya.

Ketika ditanyakan makanan apa yang paling favorit di tempat ini, maka sudah bisa ditebak, jawabannya adalah Nasi Udang Empal Bu Rudy. Khusus untuk nasi udang empal, bisa dipesan yang biasa seharga Rp 20.000,- atau dengan tambahan lauk lain seperti telur, sayur asin dan urap dengan harga Rp 23.000,-.  Cukup murah bukan?

Sementara untuk jenis makanan lain, harganya berkisar antara Rp 6.000,-  sampai dengan yang termahal adalah sop buntut atau lodeh ikan laut dengan harga Rp 30.000,-. Sedangkan minuman, harganya juga lumayan bersahabat. Ada es jeruk madu ukuran jumbo seharga Rp 10.000,-, atau bila sedang musim ada juga es kopyor yang dijual dalam gelas besar hanya seharga Rp 15.000,-.

Selesai memesan, dalam waktu yang singkat muncullah sepiring nasi udang empal yang menggugah selera. Sesuai dengan namanya, didalamnya terdapat nasi, udang goreng, sejumput empal, serta tambahan serundeng dan irisan mentimun.

Soal rasa, jangan ditanya, benar-benar dahsyaatt.. Bayangkan, nasi pulen yang hangat disantap bersama udang kecil-kecil yang digoreng dengan sedikit tepung bercitarasa gurih dan crunchy. Ditambah empal yang bumbunya sangat meresap dan tentu saja tambahan sambal bawang khas Bu Rudy yang bisa diambil sepuasnya dari tempat sambal yang memang sengaja disediakan di setiap meja. Benar-benar nikmat.

Saat sedang asyik menyantap hidangan, jangan kaget bila tiba-tiba muncul sesosok wanita berpenampilan rapi yang dengan ramah menyapa pengunjung sembari menanyakan apakah masakannya cocok di lidah? Dialah sang pemilik depot yang kehadirannya selalu disambut hangat pelanggannya.

Kabarnya, kebiasaan menyapa pengunjung itu memang selalu dilakukan Bu Rudy, terutama di saat jam makan siang. Lengkap sudah kebahagiaan wisata kuliner kali ini. Makanan lezat, harga bersahabat ditambah pemilik depot yang ramah.

LATEST TOP NEWS