Kuliner

Menikmati Kuliner Khas Kota Tangerang

Wednesday, 6 April 2016

Kawasan Kuliner Laksa Tangerang di Jl Muhammad Yamin, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang kini semakin ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati makanan khas Tangerang tersebut.

Sedikitnya 5 pedagang laksa mangkal di tempat ini untuk melayani para pembeli yang tiap hari berdatangan ke tempat ini. Apalagi saat jam makan siang maka jumlah warga yang datang pun akan semakin banyak.

Para penikmat makanan ini mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari pejalan kaki hingga pengendara mobil mewah pun menyukai makanan sejenis mie yang terbuat dari tepung beras ini.

Makanan tradisional paduan Tionghoa-Melayu ini terdiri atas mi putih atau soba berukuran seperti lidi. Mi berbahan baku dari beras khusus untuk nasi goreng ini disiram kuah kental dan gurih.

Kekentalan terasa karena menggunakan kacang hijau rebus dan kelapa parut yang disangrai. Kelapa parut sangrai juga berfungsi untuk memberikan rasa gurih. Kuah makin lengkap dan rasa menendang lidah karena paduan bumbu dapur seperti kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sebagai pelengkap, kuah diberi potongan kentang.

Saat melahapnya, tidak lengkap jika tanpa suwiran atau sepotong daging ayam, hati, ampela, dan telur. Kelezatannya makin lengkap karena di atas laksa bertabur irisan daun kucai, seledri, dan bawang merah goreng.

Kawasan Kuliner Laksa Tangerang di Jl Muhammad Yamin, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang  ini terdapat satu saung memanjang. Saung bertiang bambu dan beratapkan ijuk ini diisi delapan pedagang laksa. Taman hijau yang tertata rapi dengan trotoar yang baik menyempurnakan keindahan dan kenyamanan kawasan itu.

Mampirlah ke kios laksa Kumis Bewok. ”Sudah empat tahun kami berdagang di sini (kawasan kuliner laksa). Sebelumnya, kami hanya berdagang pikulan di sekitar dan depan Lapas. Setelah ditertibkan, pemerintah kota membangun saung sebagai tempat kami berdagang secara resmi,” kata Atin , pedagang laksa.

Atin yang sudah 14 tahun berdagang laksa mengatakan, dalam sehari dia bisa menghabiskan 10 kilogram beras untuk laksanya. Untuk 1 kilogram beras menghasilkan 8-10 laksa yang dijual dengan harga Rp 10.000-Rp 16.000 per porsi, tergantung lauk yang dipilih.

Cukup murah bukan? Ayoo Sempatkan waktu anda untuk mencicipi nikmanya kuliner khas tangerang ini.

LATEST TOP NEWS