Kehamilan

Normalkah Mimpi Buruk pada Ibu Hamil?

Thursday, 24 May 2018

Beberapa ibu hamil kerap mengeluh karena sering mengalami mimpi buruk. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

MARIANA, 29, beberapa kali mengalami mimpi buruk selama masa kehamilan. Mimpi itu muncul selama periode awal dan terbanyak pada periode akhir. Setiap kali bermimpi, Mariana bangun keesokan harinya dengan perasaan sangat tidak enak. “Saya sudah banyak membaca dan tahu, ini merupakan salah satu fase kehamilan. Meski demikian, tetap saja saya merasa tidak nyaman. Saya pikir, mungkin ini berkaitan dengan rasa percaya diri saya yang agak goyah dan ada ketakutan, apakah saya bisa menjadi ibu yang baik? tutur Mariana.

Mariana tidak sendiri. Beberapa penelitian menyebutkan, sekitar 47% wanita hamil mengalami masalah dengan mimpi buruk. Sebagian mengingat dengan jelas mimpi yang dialami, sebagian lagi terbangun dan tak mampu mendeskripsikan, kecuali perasaan tak nyaman yang tertinggal.

Perubahan hormon disebut-sebut kerap mempengaruhi emosional perempuan hamil, sehingga berperan memunculkan perasaan tertekan, mudah sedih, mudah marah, dan sebagainya. Selain itu, beberapa ahli menyebutkan, kekhawatiran yang muncul terkait kehamilan terekam di bawah sadar, dan akhirnya muncul di dalam mimpi.

Studi yang lain menyebutkan, wanita hamil mengalami mimpi 2,5 kali lebih banyak dibandingkan perempuan yang tidak dalam kondisi hamil. Frekuensi mimpi paling sering muncul pada trimester tiga, dan biasanya terkait dengan ancaman terhadap janin dan masalah yang terjadi ketika melahirkan.

Terkadang, mimpi buruk itu berlanjut selama beberapa waktu sesudah melahirkan. Pada periode tersebut, mimpi buruk biasanya terkait ketakutan akan terjadi sesuatu pada anak. Normalkah? Mimpi buruk semasa fase kehamilan menurut Psikolog Niesa Handayani, S.PsiPGD sangat wajar. Perubahan fisik dan psikis menjadi pemicu mimpi buruk. Dari segi fisik, perubahan berat badan, kemunculan jerawat, dan bentuk perubahan fisik lainnya mempengaruhi tingkat kepercayaan diri ibu hamil.

Perubahan hormon pada ibu hamil juga sangat mempengaruhi emosional yang pada akhirnya bisa meningkatkan kecemasan, perubahan suasana hati yang mendadak, dan sebagainya. “Hal seperti ini bukan hanya menimpa ibu yang baru pertama kali hamil, tetapi juga bisa terjadi pada kehamilan kedua dan seterusnya. Bisa saja pada kehamilan pertama tidak ada masalah, namun pada kehamilan kedua justru muncul kecemasan, ketakutan yang akhirnya memicu mimpi buruk,” terang Niesa

Tahapan Mimpi

Mimpi buruk bisa muncul di tiga fase kehamilan, mulai dari trimester pertama, kedua, dan ketiga. Biasanya mimpi di setiap trimester bisa berbeda.

Trimester pertama: Tiga bulan pertama bisa jadi mimpi buruk banyak dipengaruhi perubahan fisik dan jatuhnya rasa percaya diri. Perubahan hormon yang menyebabkan mual dan gejala morning sickness lainnya juga memicu berbagai kecemasan dan ketakutan.

Trimester kedua: Mimpi masih bisa terjadi, namun ini periode yang sudah aman. Ibu mulai mempersiapkan banyak hal terkait kelahiran buah hati.  Namun tetap ada kekhawatiran, “Bisakah saya menjadi ibu yang baik? Bagaimana dengan janinku?” dan sebagainya.

Trimester ketiga: Badan ibu sudah kian besar, kekhawatiran juga bertambah. Mereka mulai bertanya-tanya, apakah bisa melahirkan normal, persiapan apa yang harus dilakukan, apakah bayiku akan lahir sehat, dan berbagai kecemasan lain yang akhirnya memicu mimpi buruk.

Cara Mengatasi

Peran lingkungan bisa sangat membantu memberi ketenangan pada ibu hamil. Suami memegang peran penting untuk menenangkan, memberi rasa nyaman, dan aman pada istri. “Suami bisa melakukan hal-hal kecil supaya istri tidak merasa sendiri. Membantu menyiapkan susu sebelum tidur, memberi pijatan ringan pada kaki, dan banyak hal kecil lain yang bisa sangat berarti,” papar Niesa.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi mimpi buruk di samping faktor lingkungan dan dukungan suami :

1.  Ibu hamil perlu membangun pikiran positif dalam memandang mimpi buruk.

2.  Usahakan tidur cukup, jangan begadang, supaya badan segar dan pikiran pun lebih fresh.

3.  Dengarkan musik sebelum tidur, jika itu bisa menenangkan pikiran.

4.  Minum susu sebelum tidur jika perlu.

5.  Relaksasi dan melakukan aromaterapi yang bisa menenangkan pikiran.

LATEST TOP NEWS