Kehamilan

Mengintip Penyebab Keguguran

Monday, 12 February 2018

Konon, kehamilan pertama lebih rentan keguguran ketimbang kehamilan berikutnya. Benarkah?

Keguguran memang merupakan hal yang menyakitkan. Bagaimana tidak, sang buah hati yang tadinya begitu dinanti-nantikan, tiba-tiba harus pergi sebelum sempat ditemui. Itu sebabnya, penting mengetahui penyebab keguguran, sehingga hal tersebut dapat dihindari sejak dini.  Keguguran pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan melanjutkan kehamilan sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu. Menurut dr. Ronny SpOG, keguguran rentan terjadi pada bulan-bulan awal masa kehamilan. “Penyebab terbesar keguguran biasanya faktor genetik, akibat tidak sesuainya kromosom ibu dan ayah. Bisa juga terjadi karena bibitnya tidak bagus,” katanya.  Lebih lanjut dokter Ronny mengatakan bahwa kelainan rahim juga bisa menjadi pemicu terjadinya keguguran. Hal itu terjadi pada kasus rahim lemah, gangguan leher rahim, tumor rahim atau miom yang bisa mengganggu pertumbuhan embrio. Atau bisa juga terjadi karena tali plasenta terjerak kaki bayi, sehingga saat bayi bergerak, plasentanya tertarik kemudian lepas.

 Lingkungan yang kurang higienis dikatakan dokter Ronny juga dapat menjadi penyebab terjadinya keguguran. “Pada lingkungan yang kotor, umumnya terdapat banyak kuman penyakit. Nah, bila ibu hamil terinfeksi kuman chlamidia trachomatis atau nesseiria gonorrhoe, maka bisa keguguran,” tambahnya.

Dokter Ronny kemudian menjelaskan bahwa ada beberapa tanda umum yang kerap terjadi sebelum keguguran. Pertama, pendarahan. Yang paling sering berupa bercak darah yang terjadi lama. Kedua, nyeri di bagian bawah perut, bagian bawah panggul dan vagina. Ketiga, kejang perut yang cukup menyakitkan seperti yang kerap dialami oleh wanita saat sedang datang bulan.

 “Jadi berdasarkan apa yang sudah saya jelaskan, dapat disimpulkan bahwa risiko terjadinya keguguran itu tidak ada kaitannya dengan kehamilan pertama, kedua atau ketiga. Risiko terjadinya keguguran pada kehamilan pertama hanya ada pada calon ibu yang usianya masih sangat muda. Yah, di bawah usia 20 tahun lah. Sementara yang hamil di usia 20 tahun ke atas malah masuk usia matang atau dengan kata lain masa paling baik untuk kehamilan,” kata dokter Ronny lagi.

Pentingnya Protein

Lalu, adakah hubungan antara keguguran dengan asupan makanan ibu hamil? Menurut dokter Ronny, selama hamil sebenarnya tidak banyak makanan yang perlu dipantang. Asalkan mengandung gizi dan diasup dalam porsi cukup, tidak ada jenis makanan yang perlu ditakuti. Namun khusus untuk minuman berkafein atau makanan mengandung alkohol seperti tape dan durian, memang harus dikurangi.

 Dokter Ronny juga mengingatkan bahwa Tuhan dengan kekuasaannya telah menciptakan rahim wanita sedemikian rupa sehingga kuat dan aman, selama kita dapat menjaganya dengan baik. Karena itu, dokter Ronny menyarankan agar ibu hamil banyak melahap menu berprotein tinggi, sayur-sayuran dan buah, ketimbang memilih makanan berkabohidrat.

 “Memang benar, karbohidrat diperlukan untuk menghasilkan energi. Tapi porsinya perlu dikurangi karena karbohidrat bisa menyebabkan janin tumbuh terlalu besar sehingga akan mempersulit persalinan,” tambahnya.

Hal Yang Perlu Dilakukan & Dihindari

Lebih lanjut  dokter Ronny menegaskan, bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan sekaligus dihindari agar tidak terjadi keguguran. Adapun hal yang harus dilakukan adalah mengubah gaya hidup. Apabila tadinya gemar merokok, minum minuman keras serta tidur larut malam, maka kebiasaan buruk tersebut harus segera dihentikan karena dapat mengganggu hormon yang bisa berakibat fatal pada kehamilan.

 “Jangan lupa, rajin-rajinlah menemui dokter kandungan sesuai jadwal. Jaga berat badan selama hamil, jangan terlalu gemuk ataupun terlalu kurus. Dan jika suami perokok, minta dia agar segera menghentikan kebiasaan merokoknya agar ibu hamil beserta janinnya tidak terkena dampak negatif asap rokok,” ujarnya.

 Sementara hal yang harus dihindari selama kehamilan adalah melakukan olahraga yang terlalu berat atau berisiko membuat ibu hamil jatuh. Selain itu, hindari mengonsumsi makanan yang kurang matang selama masa kehamilan karena apabila makanan yang kurang matang tersebut mengandung virus salmonella, maka dapat menyebabkan keguguran.

 Dokter Ronny juga menyarankan agar ibu hamil menjauhi binatang yang sering menyebarkan virus toksoplasma seperti kucing. Di samping itu, ibu hamil juga diingatkan untuk tidak mengonsumsi obat atau vitamin tanpa resep dokter selama masa kehamilan. Sebab beberapa jenis obat bisa mengakibatkan efek buruk pada janin, hingga menyebabkan keguguran.

LATEST TOP NEWS