Kehamilan

KONTROL BERAT BADAN SAAT HAMIL

Monday, 9 October 2017

Mengontrol berat badan saat hamil, erat kaitannya dengan kesehatan ibu dan janin. Di samping itu, berat badan yang terkontrol akan lebih memudahkan calon ibu untuk kembali ke bentuk badan semula setelah persalinan. Sering mendengar anjuran ibu hamil harus makan untuk dua orang?  Anjuran tersebut memang masih sering diberikan oleh orang-orang sekitar. Pasalnya, masih banyak yang beranggapan bahwa untuk memenuhi kebutuhan janin dalam kandungan, maka ibu hamil wajib makan 2 porsi lebih banyak atau lebih sering dari biasanya. Padahal menurut dr. Rizki Azenda, SpOG dari RS Awal Bros Tangerang, yang diperlukan oleh janin bukanlah jumlah atau porsi makan si ibu. Melainkan kualitasnya, yang berarti makanannya harus bergizi  4 sehat 5 sempurna dan dicukupi juga beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh janin.

Hubungan Berat Badan dan Kesehatan Ibu

Sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga berat badannya. Caranya tentu dengan mengatur asupan makanan serta tetap berolahraga agar tidak mengalami peningkatan berat badan yang berlebih.  “Karena peningkatan berat badan yang berlebih malah dapat menyebabkan komplikasi dalam kehamilan. Seperti,preeklampsia, diabetes, atau metabolic sindrom,” terang dr. Rizki.

Dijelaskan oleh dr. Rizki, kenaikan berat badan pada ibu hamil pada umumnya berada dikisaran 11,5kg hingga 18kg. Yang berarti kenaikan berat badan perbulan sebesar 1-2kg. Lebih lanjut berikut anjuran kenaikan berat badan rekomendasi WHO berdasarkan indeks massa tubuh ibu :

Untuk ibu dengan indeks massa tubuh berlebih (>25 kg/m2) disarankan untuk meningkatkan berat badan selama hamil tidak lebih dari 10 kg Untuk ibu dengan indeks massa tubuh normal (18-24 kg/m2) disarankan untuk meningkatkan berat badan selama hamil 12-15 kg Untuk ibu dengan indeks massa tubuh kurang (< 18 kg/m2) disarankan untuk meningkatkan berat badan 16-18 kg.

Kontrol Berat Badan Saat Hamil

Pada umumnya, sangat jarang ditemui komplikasi tertentu pada ibu yang memiliki indeks massa tubuh normal. Namun bukan berarti calon ibu bisa bebas makan dan tidak memperhatikan kenaikan berat badan selama kehamilan. Agar kenaikan berat badan tidak melebihi anjuran, maka ibu memerlukan asupan 2000 kalori/hari yang harus diimbangi dengan olahraga ringan seperti jalan kami minimal 30-45 menit/hari.

Lalu bagaimana dengan ibu hamil yang indeks massa tubuhnya tergolong kurang? Pertama perlu diketahui terlebih dahulu apa penyebab dari ibu yang kekurangan berat badan. Apakah terdapat penyakit  yang mendasarinya, sebagai contoh penyakit menahun seperti TBC Paru atau calon ibu mengidap tumor ganas. Jika sudah dipastikan tidak ada penyakit yang mendasari, maka kemungkinan penyebab kekurangan berat badan karena kurangnya nutrisi atau gizi.

“Pada ibu hamil dengan berat badan kurang perlu diperiksa USG untuk mengetahui apakah berat badan janin ataupun pertumbuhan janinnya terganggu atau tidak. Jika dari hasil USG didapatkan berat badan janin yang kurang, artinya ada dampak dari kekurangan berat badan ibu terhadap janinnya, sehingga perlu dilakukan perbaikan nutrisi pada ibu agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan pada janin. Maka cara mengatasi kekurangan berat badan bisa dengan meningkatkan asupan kalori calon ibu hingga 2500kalori/hari,” terang dr. Rizki.

Untuk ibu yang indeks massa tubuhnya tergolong berlebih, maka perlu dicermati kembali penambahan berat badan selama kehamilan. Apabila penambahan berat badan telah mencapai 5-9 Kg, maka berat badan tersebut harus dipertahankan agar tidak melampaui batas guna menghindari komplikasi yang tak diinginkan.

“Karenanya, demi menjaga penambahan berat badan tersebut, ibu hamil dengan kelebihan berat badan perlu diberikan edukasi nutrisi. Edukasi yang dapat diberikan pada ibu hamil dengan kelebihan berat badan antara lain perlunya membatasi asupan kalori per harinya, menjadi 2000 kalori/hari. Lalu melakukan olahraga ringan.Serta sangat diperlukan untuk menghindari makanan fast food dan cokelat yang merupakan makanan tinggi kalori dan lemaknya,” jelas dr. Rizki.

Agar berkualitas, asupan nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang. “Penuhilah asupan tinggi protein minimal 40 gram/hari, contohnya dengan mengkonsumsi 2 potong dada ayam setiap hari. Sementara untuk camilan, makanlah buah-buahan.  Jika  bosan, jadikan buah sebagai jus atau bahkan rujak sehingga bisa lebih bervariasi,” tutup dr. Rizki.

Iklan Mom and Bab

event

Blossom Of Spring @Pluit Village

14 Jan 2018 11:55 AM

Kids Winter Festival

13 Dec 2017 11:15 AM

Pakar Menjawab

Berbahayakah Makan Cokelat Bagi Ibu Hamil?

dr martina _pkr mnjawab

dr. Martina Claudia

SpOG

LATEST TOP NEWS