Kehamilan

Kesuburan dan Gaya Hidup, Apa Hubungannya?

Wednesday, 4 May 2016

Gaya hidup yang instan dan tidak sehat disebut-sebut sebagai pemicu masalah kesuburan pada wanita. Benarkah demikian? Lantas bagaimana mengantisipasinya?

Masalah kesuburan kerap menjadi momok mengerikan bagi pasangan suami istri. Memang, kemandulan sering diidentikan sebagai penyakit yang sifatnya bawaan (degeneratif). Padahal kenyataannya, masalah kesuburan saat ini juga dipengaruhi oleh gaya hidup.

Berbicara soal gaya hidup, makanan dan kesibukanlah yang masuk daftar utama. Tidak bisa dipungkiri, saat ini pola makanan instan yang kaya pengawet dan msg memang jadi hal lumrah. Belum lagi rutintas wanita urban yang sebagian besar berprofesi sebagai wanita karir sehingga tak jarang membuat kualitas tidur mereka terganggu.

Konsultan fertilas dari FKUI-RSCM, Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K) mengemukakan, subur atau tidaknya seorang wanita sangat dipengaruhi oleh siklus menstruasinya. Nah, gaya hidup termasuk pola makan seta kualitas tidur inilah yang menentukan baik atau buruknya siklus menstruasi pada wanita.

“Dengan pola makan sehat serta tidur teratur, siklus menstruasi biasanya juga ikut teratur. Nyeri yang datang pun tidak sampai mengganggu aktivitas. Itu artinya sel telur yang dimiliki kemungkinan besar tidak bermasalah,” ujarnya.

Berikut beberapa pola gaya hidup yang erat kaitannya dengan kesuburan seorang wanita :

Perempuan Gemuk Lebih Susah Hamil

Pola makan yang tidak sehat selain bisa membuat siklus menstruasi terganggu, juga dapat menyebabkan kegemukan. Padahal masalah bobot tubuh ini ternyata juga berkaitan erat dengan kesuburan. Wanita dengan berat badan berlebih yang indeks massa tubuhnya (BMI) lebih besar dari 27 atau kurang dari 17 akan lebih susah hamil.

Secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah PCOS (polycystic ovary syndrome) yaitu suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada hormon insulin, serta peningkatan hormon endrogen. Salah satu gejala umum dari PCOS ini adalah peningkatan berat badan atau kegemukan

PCOS tersebut mengakibatkan terjadinya gangguan pada siklus menstruasi, masalah pada kematangan sel telur, munculnya jerawat, tumbuh bulu-bulu halus atau kumis tipis, serta peningkatkan berat badan. Karena itu hindari makanan yang proses pengolahannya kompleks.

Timbunan msg dan pengawet dari makanan tersebut terbukti sangat beresiko membentuk kista pada rahim. “Pastikan juga memakan bahan makanan yang tidak dimanipulasi, seperti ayam yang disuntik hormon, “ tambah dr. Budi

Tidur Dua Jam Lebih Lama

Kita tentu sudah mengetahui bahwa porsi tidur orang dewasa adalah sekitar 7 sampai 8 jam setiap harinya. Malam hari adalah waktu krusial bagi tubuh beserta semua organnya untuk beristirahat. Cahaya pada malam hari bukanlah cahaya yang alami, sehingga memaksakan diri untuk tetap terjaga hanya akan membuat mata semakin lelah. Sebagai konsekuensi dari hal ini, seluruh tubuh juga akan terasa semakin lemas dan tidak bertenaga.

Padahal sebagai wanita, semakin pagi kita bangun maka kualitas sel telur akan menjadi semakin baik. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memperhatikan pola tidur adalah dengan menjaga kualitas tidur. Caranya adalah dengan membebaskan pikiran dari segala macam gangguan dan tidur dalam keadaan rileks. Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga hormon kesuburan sehingga tingkat keberhasilan untuk hamil pun semakin tinggi.

Olahraga Dengan Porsi Yang Tepat

Berolahraga tentu saja sangat baik untuk tubuh. Selain menyehatkan, olahraga juga bermanfaat sebagai stress release. Tapi tetap dengan catatan tidak dilakukan terlalu keras. Diet dan olahraga merupakan bagian dari pola hidup yang sehat. Budi menganjurkan untuk para wanita sebaiknya melakukan latihan aerobik tidak lebih dari 7 jam per minggunya. Bila lebih dari itu, maka keadaan bisa berbalik, bahkan berpotensi mengurangi kesuburan.

LATEST TOP NEWS