Edukasi

Antara Ibuprofen dan Paracetamol

Monday, 23 March 2015

Lazimnya obat demam yang beredar di pasaran mengandung ibuprofen atau paracetamol. Meski keduanya sama-sama berfungsi menurunkan panas, namun aplikasi penggunaannya ternyata tak sama. Karena itu, kenali perbedaannya. 

Ketika anak terserang demam, kebanyakan orangtua akan menjadi panik. Maklum, panas yang tinggi memang bisa membahayakan jiwa. Tak heran, obat turun panas pun dijadikan pilihan untuk pertolongan pertama.

Pada dasarnya, ada dua jenis obat yang biasa dianjurkan untuk menurunkan demam, yaitu yang mengandung paracetamol atau ibuprofen. Dua jenis obat ini juga beredar bebas di pasaran dengan segala merek.

Namun pertanyaannya, apakah kita cukup tahu perbedaan, manfaat, kelebihan serta kekurangan dari masing-masing jenis obat tersebut? Manakah yang lebih baik digunakan, obat turun panas dengan kandungan ibuprofen atau paracetamol? Bagaimana pula dampaknya terhadap anak?

Menurut dr. Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC, di Indonesia obat turun panas dengan kandungan paracetamol jauh lebih familiar dan lebih banyak digunakan ketimbang yang mengandung Ibuprofen. Alasannya sederhana, karena jenis obat paracetamol-lah yang lebih dahulu ditemukan. Namun ia menggarisbahwahi antara paracetamol ataupun Ibuprofen tidak ada yang bersifat lebih baik atau lebih mampu menyembuhkan. Semuanya tergantung gejala panas yang terjadi serta dosis obat yang diberikan.

Paracetamol

Paracetamol merupakan obat yang paling aman untuk anak dengan efek samping yang minimal. Paracetamol memiliki dua efek yaitu menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit sehingga anak menjadi lebih nyaman. Soal cara penggunaan, paracetamol bisa dikonsumsi melalui mulut ataupun anus. Konsumsi lewat anus biasanya dilakukan bila sang anak mual atau muntah terus.

Paracetamol ini bisa digunakan mulai bayi (tidak ada batasan umur). Menurut Wiyarni, paracetamol pada anak sangat aman bila digunakan dalam kisaran dosis 10-15 mg/kg berat badan/kali pemberian, dengan batas maksimal pemberian 4 kali sehari. “Jadi bila berat badan anak 10 kg, maka kurang lebih ia memerlukan paracetamol 100-150 mg setiap kali pemberian,” ujarnya.

Masih menurut Wiyarni, dosis menjadi saat penting karena apabila digunakan berlebihan, yaitu pada dosis 200 mg/kg berat badan/kali dan dalam jangka waktu yang lama paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati. Sayangnya, yang ditemui sehari-hari paracetamol juga sering dicampur dalam obat flu. Jadi, Wiyarni menekankan bila anak deman dan sudah diberi obat flu, maka sebaiknya jangan berikan paracetamol lagi karena nantinya dosisnya menjadi terlau besar.

Untuk beberapa demam akibat penyakit tertentu seperti demam berdarah, paracetamol adalah obat turun panas yang paling tepat. Sebab meski reaksinya lebih lama dibandingkan obat penurun panas dengan kandungan ibuprofen, namun paracetamol tidak mengandung asam yang bisa mengiritasi lambung dan menurunkan trombosit.

Ibuprofen

Berbeda dengan paracetamol, ibnuprofen memiliki kemampuan menurunkan panas lebih cepat. Namun Ibuprofen baru bisa digunakan pada anak usia lebih dari 6 bulan. Ini karena Ibuprofen memiliki efek samping yang cukup kuat seperti mual, muntah, nyeri lambung dan kadang sampai perdarahan lambung. Dosis yang digunakan adalah 10 mg/kg berat badan/kali, dan maksimal diberikan 3 kali sehari.

“Beberapa orang tua lebih menyukai ibuprofen karena reaksinya lebih cepat. Untuk dosis Ibuprofen, anak dengan berat badan 10 kg memerlukan ibuprofen 100 mg sekali pemberian,” papar Wiyarni.

Namun yang perlu diingat, pemberian kedua obat ini adalah ketika panas tubuh anak melampaui suhu 38,5 derajat. Bila suhu tubuh masih dibawah angka tersebut, cukup kompres dengan air hangat. Apabila anak memiliki riwayat kejang karena panas, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tips bila anak demam menurut dr. Wiyarni :

  1. Tahan panik, gunakan termometer untuk memastikan suhu tubuh, karena jika hanya memegang dahi atau tubuh bayi dengan tangan tidak akan akurat.
  2. Lakukan skin to skin(memeluk dan/atau sambil menyusui bayi tanpa pakaian atas. Boleh juga sambil berselimut, hawa hangat akan membantu menurunkan suhu demam bayi
  3. Perbanyak frekuensi menyusui (bia masih menyusui)
  4. Obat penurun panas diberikan pada suhu di atas 38.5°C, itu pun yang paling aman hanya paracetamol dan ibuprofen dan boleh diberikan berdasarkan usia dan berat badan bayi/anak.

Sumber Gambar : Internet

LATEST TOP NEWS