Cantik

STEM CELL TERAPHY, ANTARA DUNIA MEDIS DAN ESTETIKA

Friday, 7 October 2016

Awalnya, terapi Stem Cell dimanfaatkan untuk dunia medis atau kesehatan. Namun  belakangan, terapi tersebut berkembang ke dunia estetika atau kecantikan. Seperti apa manfaatnya?
Terapi Stem Cell kini mulai dikenal akrab di Tanah Air. Kehadirannya di Indonesia ditengarai dimulai sejak tahun 2007. Tepatnya, ketika terapi tersebut digunakan untuk praktik penyembuhan pasien penderita jantung di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Berikutnya,  sutradara Iqbail Rais yang divonis kanker darah pada tahun 2011, juga menyusul menjadi pasien pertama yang melakukan terapi stem cell di Surabaya.
Diterangkan dr. Agung Pranoto SpKK (spesialis kulit) dari RS Meilia Cibubur, metode Stem Cell adalah suatu tindakan untuk mengganti sel yang rusak, hilang, atau kemampuannya berkurang dengan sel induk yang mempunyai kemampuan berubah menjadi sel yang diperlukan.
Menurutnya, ada dua jenis terapi terkait Stem Cell. Pertama, Embryonic Stem Cell yang berasal dari tali pusat yang disimpan sesaat bayi dilahirkan. Kedua, Adult Stem Cell, yang diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari Sumsum tulang, darah tepi, susunan saraf pusat, adiposit (jaringan lemak), otot rangka, maupun pankreas.
Stem Cell dan Kecantikan
Awalnya, terapi Stem Cell dimanfaatkan untuk dunia medis atau kesehatan. Namun  belakangan, terapi tersebut berkembang ke dunia estetika atau kecantikan. Boleh jadi, hal itu seiring dengan maraknya bisnis perawatan kecantikan.
Dikatakan dr. Agung, manfaaat stem cell adalah untuk menggantikan sel-sel yang sudah rusak. “Penerapannya bisa digunakan untuk operasi jantung, tulang, kecantikan, kebotakan, luka, dan lain-lain. Sistem ini juga berguna untuk menangani penyakit diabetes, parkinson, stroke, dan masih banyak lagi,” tandasnya.
Di dunia kecantikan, ia memaparkan, terapi Stem Cell  sangat bermanfaat untuk berbagai estetika. Antara lain, untuk Anti-aging, menghilangkan kerutan, memutihkan kulit, menghilangkan jerawat dan bekasnya, menghilangkan bekas luka, regenerasi sel-sel kulit,  melembabkan kulit, menambah bagian pipi dan dahi (filler), dan mengisi kekurangan bagian dari wajah. “Bahkan, Stem Cell juga dapat  dipergunakan untuk menyediakan nutrisi bagi kulit, mengatasi strechmark, dan rambut rontok,” ucapnya.
Tren terapi Stem Cell juga dibarengi kekhawatiran publik akan efek samping yang ditimbulkan. Ditegaskan dr. Agus, terapi Stem Cell tidak memiliki efek samping. Asalkan, sesuai dengan konteks Stem Cell, dimana menggunakan sel inti yang dapat ber-regenerasi. Dengan demikian, tidak ada efek samping yang timbul dari jenis treatment Stem Cell.
“Bahkan, pada saat proses pengambilan jaringan pada orang dewasa, tidak akan menyakitkan. Sebab, dengan menggunakan teknik tertentu yang dapat dilakukan para dokter spesialis, maka pengambilan jaringan untuk adult stem cell therapy tidak menimbulkan dampak  menyakitkan,” yakinnya.
Lantas, hal apa yang dipersiapkan pasien ketika akan menjalankan terapi Stem Cell? Dijawab dr. Agung yang merupakan alumnus Lulus Kedokteran Umum Universitas Kristen Indonesia dan Pendidikan Spesialis Kulit Universitas Gadjah Mada, untuk kecantikan relatif tidak ada persiapan.
“Prinsipnya, secara umum pasien akan berkonsultasi dengan tenaga dokter spesialis. Lalu, mengungkapkan maksud dan tujuannya. Kemudian, dilakukan observasi, untuk selanjutnya  dilakukan tindakan dalam skala laboratorium untuk mendapatkan sel inti,” cerita dr. Agung.
Istimewanya, hasil yang diperoleh dari terapi Stem Cell tak memerlukan waktu lama. Dengan satu kali tindakan, katanya, langsung dapat terlihat hasilnya. Bahkan, terapi Stem Cell tidak memerlukan down time (pemulihan). “Namun hal itu, tentu saja sangat bergantung  pada respon natural masing-masing individu atau pasien,” tegasnya.
Terkait soal tingkat keberhasilan terapi Stem Cell, diakui dr. Agung, belum ada penelitian yang spesifik tentang hal itu. Sebab, teknik tersebut terbilang relatif baru dan terus mengalami perkembangan dalam aspek keilmuan dan pengetahuan.
“Di Indonesia sendiri, sudah banyak pasien yang telah mengalami tindakan atau terapi Stem Cell. Namun,  belum ada catatan detail terkait dengan jumlah data pasien. Sedangkan di luar negeri, praktik tersebut sudah dilakukan sejak lama, karena memang teknik Stem Cell dikembangkan serta ditumbuhkan di sana,” tutupnya.

Iklan Mom and Bab

event

Blossom Of Spring @Pluit Village

14 Jan 2018 11:55 AM

Kids Winter Festival

13 Dec 2017 11:15 AM

Pakar Menjawab

Berbahayakah Makan Cokelat Bagi Ibu Hamil?

dr martina _pkr mnjawab

dr. Martina Claudia

SpOG

LATEST TOP NEWS