Cantik

KENALI AKIBATNYA SEBELUM MENCUKUR BULU KETIAK

Friday, 5 August 2016

Jangan sembarangan mencukur bulu di ketiak. Pasalnya, sejumlah penelitian telah membuktikan, bahwa cara pintas memuluskan kulit ketiak dengan cara mencukurnya, dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 10 kali lipat.

SETIAP wanit pasti ingin selalu tampil cantik dan prima. Itu sebabnya, bulu ketiak yang lebat dan bermunculan saat mengenakan baju tanpa lengan bisa berarti bencana. Tidak mengherankan jika banyak wanita mau bersusah payah agar ketiaknya terlihat mulus. Tak sedikit pula yang memilih jalan pintas dan menggunakan pisau cukur .

Fakta bahkan menunjukkan, sekitar 55 persen perempuan memilih untuk mencukur bulu yang tumbuh di ketiaknya dan 37 persen lebih suka menggunakan metode mencabut. Sisanya menggunakan cara-cara lain, termasuk tidak terlalu peduli dengan keberadaan bulu ketiak.

Berbicara tentang metode membersihkan bulu ketiak, sebaiknya perhatikan dulu beberapa fakta tentang bahaya penggunaan pisau cukur pada ketiak.

Iritasi dan Gelap

Kulit ketiak sangat  unik karena sifatnya berbeda dengan kulit di bagian tubuh lain. Kulit ketiak lebih tipis dan lebih lembut, sehingga mudah terluka, tidak fleksibel, lebih banyak mengandung kolesterol dan sel pembentuk pertahanan kulit (ceramides) yang membentengi organisme di kulit luar manusia. Sifat-sifat itu menjadikan kulit ketiak mudah teriritasi usai dicukur. Mengapa?

Sebuah penelitian dari Beauty Understanding Survey 2011 menjawabnya dengan memberikan fakta bahwa ketika bercukur, selain rambut yang terpotong, sebanyak sepertiga kulit di ketiak juga ikut terangkat. Inilah yang menyebabkan seringnya terjadi iritasi di kulit ketiak.

Meski pada dasarnya secara alami kulit bisa meremajakan sendiri , namun bercukur secara teratur justru dapat mengganggu siklus alami pertumbuhan.  Sel-sel kulit baru dipaksa tumbuh cepat, sehingga kulit ketiak menjadi kering, rusak dan berwarna gelap.  Selain itu, lapisan atas kulit yang tidak ikut tercukur akan terlihat seperti kulit ayam (chicken skin) dengan pori-pori membesar dan rambut lain yang siap tumbuh, tapi terlihat kasar.

Hal tersebut juga diungkapkan dokter spesialis kulit dari Senopati Skin Center Abraham Arimuko. “Sekalipun kulit bisa beregenerasi secara alami, tidak disarankan mencukur rambut ketiak terlalu sering karena justru akan membuat rusak keseimbangan  kulit ketiak.”

Abraham menerangkan bahwa langkah mencukur akan memicu sel kulit yang belum siap tumbuh, sehingga akhirnya teriritasi. “Inilah yang menyebabkan kulit ketiak menjadi kasar, kering, dan terlihat lebih gelap dari kulit bagian tubuh yang lain,” katanya.

Memicu  Kanker

Anderson Cancer Center di Amerika bahkan menemukan fakta bahwa wanita yang mencukur bulu ketiaknya berpotensi 10 kali lipat lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang membiarkan bulu ketiak tumbuh apa adanya.

“Metode mencukur akan menyebabkan luka-luka kecil tidak kasat mata di  area ketiak. Ini akan membuat zat kimia dan racun dari produk deodoran, bedak, dan krim bisa masuk dengan mudah. Zat kimia yang masuk terbukti bisa memicu kanker payudara,” jelas Dr Therese Bevers dari MD Anderson.

Nah, metode membersihkan bulu ketiak mana yang sering Anda pakai? Jika menggunakan pisau cukur, sebaiknya pertimbangkan kembali.

Tips Menyehatkan Ketiak

  1. Semprotkanlah deodorant dari jarak 15 sentimeter, agak kulit dalam tidak mengalami tekanan seperti yang dialami kulit terluar.
  2. Balurkan roll on satu arah dan secukupnya saja.
  3. Jangan tergesa-gesa membubuhkan roll on karena akan melukai kulit ketiak.
  4. Pilihlah deodorant yang setidaknya mengandung seperempat pelembap, agar bisa menutrisi kulit ketiak dari dalam.
  5. Cara aman menghilangkan bulu ketiak adalah dengan cara menggunting atau memotong dengan gunting rambut di ketiak. Ingatlah agar pemotongan jangan sampai mendekati kulit untuk menghindari risiko terjadinya luka dan pembesaran pori-pori.

LATEST TOP NEWS