Bermain

Menikmati Keindahan Alam Di Perkebunan Teh Malabar

Thursday, 31 March 2016

Ditemani hijaunya perkebunan plus segarnya udara pegunungan, sensasi menikmati secangkir teh hangat bersama keluarga jadi terasa begitu sempurna.

Malabar, nama perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara ini mungkin sudah tidak asing lagi. Maklum, dari tempat inilah daun teh dengan kualitas nomer satu dipetik untuk kemudian dipasarkan ke luar negeri. Dulu, tempat ini juga menjadi salah satu destinasi favorit para petinggi Belanda. Bahkan atas perintah mereka jugalah dilakukan penanaman teh secara besar-besaran.

Terletak di Pengalengan, Perkebunan Teh Malabar itu sendiri berjarak kurang lebih 45 km dari Kota Bandung. Guna mencapainya, dari arah pasar Pangalengan mobil bisa mengambil jalan lurus sekitar 10 km. Setelah itu akan tampak pintu gerbang perkebunan Malabar.

Sesampainya di lokasi, serbuan hawa dingin akan langsung membelai kulit. Dengan posisi ketinggian 1.500-1.700 meter diatas permukaan laut (dpl), area Perkebunan Teh Malabar terasa sejuk dan menyenangkan. Pemandangan yang disuguhkan pun terlihat begitu sempurna.

Bak lukisan, hamparan gunung, danau, sumber air panas alami, bahkan kawah, tergores dengan indah. Menjadikannya berkah bagi pengunjung yang datang . Rasa lelah akibat jarak yang harus di tempuh sepertinya juga tidak akan pernah melanda.

Pasalnya, sepanjang perjalanan ke Malabar pemandangannya tidak kalah indah. Sejauh mata memandang akan terlihat jajaran pegunungan yang saling berdampingan dengan latar langit biru dan awan-awan tipis. Di kanan kiri jalan terlihat hamparan perkebunan teh, luas laksana permadani hijau yang tertanam di lereng-lereng bukit.

Sementara, asap putih tebal berasal dari geo thermal membubung tinggi di udara. Menghadirkan pemandangan fenomenal yang tak akan terlupakan.

Perkebunan Teh Bersejarah

Dibangun pada masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1896, Malabar dipelopori oleh seorang preangerplanter yang memiliki kecintaan sangat tinggi akan tanah Bandung, namanya K.A.R Boscha.

Berbeda dengan perkebunan teh lainnya, Perkebunan teh Malabar tidak hanya menyajikan eksotisme alam yang membuat setiap orang berdecak, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang cukup menarik untuk diurai. Ada dua tempat cukup bersejarah yang bisa dikunjungi di perkebunan ini yaitu makam dan rumah peninggalan sang tuan kebun, K.A.R Bosscha.

Bangunan rumah Boscha yang kini dikenal dengan sebutan Wisma Malabar didirikan pada tahun 1894 dan pada mulanya dijadikan sebagai kantor dan kediaman Boscha selama menjabat sebagai pemimpin perkebunan. Bentuk bangunannya sampai sekarang masih dipertahankan sesuai aslinya, termasuk perabotannya.

Bila ingin menikmati suasana rumah jaman kolonial, jangan segan untuk menginap di tempat ini, karena memang Wisma Malabar saat ini sudah dialih fungsikan sebagai tempat penginapan.

Bangunan bersejarah lainnya adalah komplek makam Boscha yang terletak di area perkebunan teh, tepatnya di dalam sebuah hutan kecil. Makam bergaya Eropa dengan tembok tinggi menjulang itu tampak terawat dan dikelilingi pagar serta tanaman coleus warna-warni dengan atap mirip kubah. Sebuah prasasti terpancang di area makam, mengguratkan jasa-jasa Boscha yang pantas untuk dihargai.

Selain rumah dan makam Boscha, wisatawan juga bisa mengunjungi Pabrik Teh Tanara yang didirikan pada tahun 1905 dan kini dikenal sebagai Pabrik Teh Malabar. Pabrik yang kini berdiri merupakan pengganti dari pabrik pertama yang hancur pada Perang Dunia II. Dari pabrik inilah teh dataran tinggi yang berkualitas baik dan terkenal di dunia terus diproduksi.

Jika masih belum puas, kegiatan tea walk yang menyenangkan di Malabar bisa dicoba bersama keluarga. Seusai tea walk, pengunjung bisa langsung meluncur ke kolam pemandian air panas Cibolang. Letaknya dekat dengan area perkebunan teh.

Di sana pengunjung dapat berendam di kolam air panas alami. Air panas yang berasal dari Gunung Windu tersebut diketahui memiliki kandungan yodium cukup tinggi dan bermanfaat untuk mengobati penyakit reumatik.

Yah, Pengalengan memang bukan hanya tentang perkebunan teh Malabar, tapi karena perkebunan Malabar-lah Pengalengan jadi terkenal. Kawasan puncaknya tak hanya indah tetapi juga mudah dicapai. Suasana di tempat ini cenderung sepi dan tenang.

Tidak padat dan macet seperti kawasan puncak lainnya di Jawa Barat. Di Malabar, sembari menyeruput hangatnya teh, pikiran pun bisa istirahat sejenak dari rutinitas harian yang melelahkan (Katerina)

LATEST TOP NEWS