Bermain

Memacu Adrenalin Di Pulau Dewata

Thursday, 7 April 2016

Selalu  ada yang bisa dilakukan di Bali. Pulau itu menawarkan beragam keindahan, kegiatan, dan keunikan yang tidak akan ada habisnya.

Ingin mencoba aneka water spot yang bisa memacu adrenalin? Datanglah ke Bali. Di beberapa pantainya, seperti di Tanjung Benoa, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Mulai dari flying fish, banana boat, sea walker, sea scooter, parasailing, flyboard, snorkeling, hingga mengunjungi Turtle Island.

FLYBOARD

Siapa saja bisa menjadi superhero lewat permainan flyboard. Terbang, meliuk di atas sepatu berselang besar yang menjadi pengantar semburan air dari tenaga jetski.

Budhi Hastho Pengelola Flyboard Bali bertutur, permainan dan olahraga air itu bisa dimainkan oleh siapa saja dengan batas berat minimal 120 kg. Jika kaki sudah kuat, bisa bermain sendiri. Tetapi anak-anak juga bisa bermain tandem dengan instruktur.

Flyboard, katanya, ditemukan atlet jetski dari Prancis, Franky Sapata pada 2011. Pada 2013, Jan Harkema dari Belanda dan satu orang Rusia membawa olahraga air itu ke Indonesia dan hanya untuk orang yang ingin belajar private. Harkema kemudian memiliki ide untuk disewakan kepada umum. Maka jadilah kemudian Flyboard Bali.

“Permainan itu menjadi lebih populer setelah muncul salah satu iklan yang menunjukan kepiawaian dan kebebasan bermain flyboard. Dalam satu bulan bisa 300 orang yang bermain,” katanya.

PARASAILING

Terbang bagai burung di bawah payung langit biru. Barangkali itulah kata-kata yang bisa menggambarkan keasyikan bermain parasailing. Mungkin awalnya agak menggentarkan hati. Namun, jika sudah dijalani, keinginan untuk mengulang kembali akan muncul. Terbang, melayang, dan menikmati pemandangan dari ketinggian. Itu sungguh luar biasa.

Prinsipnya, parasailing menggunakan payung parasut dengan tali sepanjang 40 hingga 50 meter yang terhubung dengan speed boat. Ketika aktivitas dimulai, speed boat akan menarik tali melawan arah angin, sehingga peserta bisa terbang. Pengendali  arah ada di dua tangan.

Jaket pelampung menjadi pengaman pertama. Wisatawan yang bermain juga akan diberi sarung tangan dengan warna berbeda. Ketika akan terbang, petugas memasang alat pengaman, dan go…lari di atas pasir agar bisa terbang .

Jangan khawatir, petugas di bawah akan terus memandu dengan pengeras suara. Nikmati  keindahan alam dari ketinggian. Setelah lima menit, petugas akan memberi aba-aba untuk menarik tuas yang sudah dijelaskan dengan dua tangan. Dan hup…payung parasailing berlahan turun menuju bibir pantai.

FLIYING FISH

Terbang dalam permainan flying fish di Tanjung Benoa sungguh menegangkan. Benar-benar menguji keberanian. Jantung berdetak kencang seiring dengan terangkatnya peralatan flying fish, dengan ketinggian sekitar 2-5 meter.

Flying fish merupakan permainan yang menggabungkan tiga unit banana boat dengan tambahan rubber boat yang dipasang di bagian depan dengan posisi melintang. Dimainkan oleh tiga orang, satu orang instruktur dibagian tengah dan dua lagi peserta umum atau wisatawan di bagian kiri dan kanan.

Sebelum berpacu, instruktur akan memasang alat pengaman termasuk pelampung dan menjelaskan beberapa beberapa prosedur. Pemain bisa memilih posisi telentang atau pun seperti orang menunggang kuda. Di bagian tengah, instruktur akan menjaga keseimbangan

Bagaimana bisa terbang? Peralatan flying fish dihubungkan dengan tali ke speed boat. Saat semua penumpang sudah siap di posisi masing-masing, speed boat bergerak dengan kecepatan terus bertambah melawan arah angin. Saat itulah sensasi terbang dan pacuan adrenalin dipastikan meningkat. Silakan berteriak, silakan menikmati langit dan laut biru sembari terbang seperti layang-layang.

SEA WALKER  – C WALKER

Menyelam tanpa tabung oksigen di punggung? Bali-lah tempatnya. sea walker atau C Walker (nama tergantung operator yang mengoperasikan), merupakan permainan berjalan di laut sedalam 4 hingga 7 meter.

Didampingi instruktur, peserta akan diberi helm kedap air yang dilengkapi selang untuk mengalirkan oksigen. Siapa pun bisa ikut, anak-anak hingga dewasa. Di kedalaman laut, peserta bisa melihat keragaman terumbu karang dan berbagai jenis ikan.

Tidak perlu takut, karena masing-masing tetap bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Kunci dari aktivitas ini adalah ketenangan. Bernapas biasa seperti yang diinstruksikan.

Beberapa tempat menawarkan sea walker, antara laini Tanjung Benoa, Sanur, Jimbaran, dan Nusa Lembongan. Di Tanjung Benoa berderet operator, di antaranya Ciwa Sempurna.  Di Nusa Lembongan ada Equator Beach Club yang mengatur permainan dengan memanfaatkan landasan mengapung (kapal) di tengah laut untuk memulai beragam aktivitas, mulaidari C Walker, sea scooter, snorkeling, banana boat, jetski, frenzy, dll.

Jika memilih Nusa Lembongan, bonus pantai cantik dengan air biru bersih berpayung langit biru terang sungguh suatu kenikmatan dan kemewahan. Untuk mencapai Nusa Lembongan, wisatawan memulai perjalanan dari Sanur dengan kapal cepat sekitar 45 menit. Harga tiket sekali jalan sekitar Rp150 ribu.

Setiba di Equator Beach Club, wisatawan akan diajak ke kapal landasan yang disebut Equator Pontoon dengan gbass bottom oat untuk memulai aktivitas sesuai pilihan. Waktu tempuh dari Equator Beach Club menuju Pontoon sekitar 10 menit perjalanan.

Jika ingin kembali ke Sanur, kapal terakhir berangkat pukul 16.30. Namun jika terpikat keindahan Lembongan, silakan melanjutkan petualangan keesokan harinya. Nusa Lembongan memiliki banyak pilihan penginapan hingga resort mewah.

SEA SCOOTER

Permainan apa sih sea scooter  itu? Sesuai dengan nama yang disandang, wisatawan diajak menelusuri keindahan bawah laut dengan scooter yang sudah dirancang khusus. Untuk keamanan ada kabel khusus yang tersambung ke dermaga.

Lalu bagaimana bernapas di dalam air? Sea scooter dilengkapi helm khusus. Bagian bahu hingga kepala berada di dalam helm dengan aliran oksigen. Wisatawan dapat bebas bernapas sembari menikmati keindahan bawah laut. Selama 25 menit wisatawan diajak berkelana dengan scooter laut yang mampu lari 4 km per jam itu.

TURTLE ISLAND

Ingin aktivitas yang lebih santai? Nikmati Turtle Island atau Deluang Sari. Dari Tanjung Benoa, pulau tempat penangkaran penyu hijau itu bisa ditempuh sekitar 20 hingga 25 menit perjalanan. Deluang Sari dikelola nelayan di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

Setiba di Turtle Island, wisatawan akan dikenai tiket masuk untuk donasi sebesar Rp10 ribu. Pemandu wisata siap mengantar berkeliling dan memberi penjelasan. Di tempat pertama, pengunjung bisa berpose sembari memegang penyu hijau besar dan kecil. Pemandu akan memberi penjelasan mulai dari makanan, usia penyu, dsb.

Kemudian akan diantar menuju zona penyu besar. Salah satunya ada yang  sudah berusia 70 tahun. Silakan mengambil gambar dan berpose bersama gerombolan penyu. Dari situ, diajak melihat berbagai hewan yang bisa dipegang untukmelengkapi pose foto. Di antaranya burung, kelalawar, dan ular.

*Destinasi Indonesia

LATEST TOP NEWS